Koleksi Buku Cerita Rakyat dari Aceh di Situs Labbineka

Provinsi Aceh menyimpan kekayaan budaya yang berakar pada tradisi lokal, nilai moral, beserta kisah yang telah diwariskan secara turun-temurun. Seiring perkembangan zaman, keberadaan sastra daerah ini pun tetap relevan lantaran mampu menjadi gambaran cara hidup, pandangan, juga kebijaksanaan masyarakat Aceh.
Melalui situs Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra (Labbineka), beragam buku cerita rakyat dapat diakses dengan mudah sehingga pembaca bisa mengenal kembali warisan literasi Nusantara dalam format digital. Termasuk pula koleksi buku cerita rakyat yang berasal dari Aceh. Yuk, simak apa saja judul koleksi buku cerita rakyat dari Aceh di situs Labbineka!
1. Mahmud dan Sawah Ajaib

Mahmud dan Sawah Ajaib mengisahkan Lem Mahmud, seorang nelayan dan petani miskin yang hidup berdua dengan istrinya, Da Limah, di Kampung Krong Raya. Lem Mahmud dikenal tekun, sabar, serta peduli terhadap alam. Kerja kerasnya itu kemudian dibalas dengan fenomena ajaib, yakni padi di sawahnya selalu tumbuh kembali setiap kali habis panen.
Sayangnya, anugerah tersebut tidak disikapi dengan rasa syukur. Lem Mahmud justru merasa dongkol hingga keajaiban itu pun lenyap dan padinya berubah menjadi batu. Ia pun menyadari pentingnya bersyukur dan menerima pemberian Tuhan. Lewat cerita yang berakar kuat pada kearifan lokal Aceh, penulis menghadirkan pesan tentang pentingnya kerendahan hati, keteguhan menghadapi hidup, serta ajakan menjaga harmoni dengan alam dan sesama.
2. Nome

Sesuai judulnya, buku ini menuturkan perjalanan hidup seorang pemuda dari dataran tinggi Gayo bernama Nome. Mulanya, ia dikenal sebagai pemalas dan hanya bergantung pada kerja keras sang ibu yang menjadi buruh tani dan pencari kayu kering. Namun, ia tersadar dan memutuskan untuk merantau demi mengubah nasib. Nome menjumpai beberapa rintangan, tetapi menemukan peluang tak terduga usai menolong hewan-hewan yang disakiti oleh manusia.
Cerita ini menegaskan bahwa perubahan dapat membawa kesempatan baru sekaligus memperlihatkan bagaimana kebaikan kecil dapat berbuah pertolongan berarti. Melalui rangkaian peristiwa yang dialami Nome, pembaca diajak memahami urgensi ketekunan, integritas, serta kemurahan hati dalam membangun kehidupan yang lebih bermakna.
3. Putri Burung dan Uyem Gading

Putri Burung dan Uyem Gading berkisah mengenai persahabatan Uyem Gading, anak yatim piatu dari keluarga sederhana, dengan Esahdeli, putri Raja Tengku Ampun. Biarpun berbeda status sosial, keduanya tetap tumbuh akrab. Ketika dewasa, Uyem memilih untuk merantau, sementara Esahdeli harus menjalani hari-hari yang sepi di dalam istana.
Kerinduan Esahdeli akan kebebasan membawanya pada peristiwa ajaib dan tanpa sengaja kembali berjumpa dengan Uyem di perantauan. Mereka pun pulang ke kampung halaman dan hidup rukun. Berakar pada budaya Gayo, buku ini menegaskan arti persahabatan tanpa sekat, pentingnya usaha dan tanggung jawab atas pilihan hidup, serta kebijaksanaan dalam memahami kebebasan dan kebersamaan.
Hadirnya koleksi buku cerita rakyat dari Aceh di situs Labbineka menjadi cara merawat ingatan kolektif dan memperluas akses untuk membaca. Lewat beragam kisah yang dipenuhi nilai kebaikan, keberanian, dan kebijaksanaan, generasi muda dapat mengenal kembali akar budaya sekaligus memperoleh pelajaran berharga dari tradisi nenek moyang.


















