- 25 menit belajar
- 5 menit istirahat
- 25 menit belajar
- 5 menit istirahat
- 25 menit belajar
- 5 menit istirahat
- 25 menit belajar
- 25 menit istirahat lebih panjang
10 Tips Tetap Produktif Selama Puasa, Update Skill dan Hobi!

- Gunakan teknik pomodoro untuk mengelola waktu dan meningkatkan fokus.
- Manfaatkan micro learning di jam istirahat untuk tetap mengembangkan skill tanpa kelelahan.
- Buat to do list di malam sebelumnya agar otak memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang harus dikerjakan lebih dulu.
Bulan puasa sering kali membuat ritme harian kita ikut berubah. Waktu tidur pun biasanya bergeser, pola makan berbeda, dan energi terasa naik turun sepanjang hari jika belum terbiasa.
Buat kamu yang ingin tetap produktif meski sedang menahan haus dan lapar, tips tetap produktif selama puasa bisa jadi cara yang tepat agar aktivitasmu tetap berjalan lancar.
Jadi saat Hari Raya tiba, kamu gak hanya merayakan kemenangan saat beribadah, tetapi juga berhasil menguasai keahlian dan menekuni hobi baru. Yuk, simak 10 tips berikut agar saat puasa kamu tetap produktif!
Table of Content
1. Gunakan teknik pomodoro

Salah satu tips tetap produktif selama puasa yang efektif adalah menggunakan teknik pomodoro. Dilansir Birmingham City University, teknik ini merupakan cara mengelola waktu dengan membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil agar terasa lebih mudah untuk diselesaikan.
Teknik pomodoro dikembangkan oleh Francesco Cirillo pada tahun 1980-an untuk membantu meningkatkan fokus dan produktivitas seseorang. Caranya, kamu hanya perlu bekerja selama 25 menit (disebut satu pomodoro), lalu istirahat selama 5 menit.
Setelah menyelesaikan empat sesi, kamu dianjurkan mengambil istirahat lebih panjang sekitar 15–30 menit agar pikiranmu tetap segar dan terhindar dari kelelahan. Sebagai contoh, jika kamu ingin belajar selama kurang lebih dua jam, pola waktunya bisa diatur seperti ini:
2. Micro learning di jam istirahat siang
Selain pomodoro, salah satu cara agar tetap produktif selama puasa adalah dengan memanfaatkan metode micro learning. Menerapkan micro learning selama 15–20 menit di waktu istirahat bisa menjadi strategi efektif untuk tetap mengembangkan skill tanpa menguras energi.
Menurut data dari EdApp, penggunaan platform micro learning meningkat hingga 700% sejak tahun 2019. Hal ini menunjukkan adanya banyak manfaat dari teknik ini, salah satunya adalah membantu memperkuat pemahaman dan meningkatkan daya ingat melalui pengulangan materi secara berkala.
Dengan membiasakan belajar singkat namun rutin, kamu tetap bisa menambah wawasan tanpa merasa kelelahan. Mau coba metode belajar yang satu ini di bulan puasa?
3. Buat to do list di malam sebelumnya

Di bulan puasa, jangan sampai kamu bingung mau mengerjakan apa saat pagi hari. Buatlah daftar tugas atau to do list di malam hari setelah tarawih atau sebelum tidur.
Kamu bisa mulai menuliskan 3–5 prioritas utama untuk esok hari. Dengan begitu, saat bangun sahur dan mulai bekerja otakmu sudah memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang harus dikerjakan lebih dulu.
Kebiasaan ini sangat efektif untuk mengurangi decision fatigue yang sering membuat kita menunda pekerjaan. Tertarik untuk mencoba tips yang satu ini?
4. Ikuti challenge dari komunitas online
Biar kamu gak bosan, coba ikuti tantangan dari berbagai komunitas. Misalnya, kamu bisa coba challenge "30 Hari Menulis" atau "Daily Design Challenge".
Kamu bisa menemukan challenge kreatif ini di berbagai platform seperti Instagram atau YouTube. Dengan mengikuti tantangan ini, kamu akan merasakan kebersamaan dengan anggota komunitas lain sehingga kamu tetap termotivasi untuk terus berkarya meski sedang berpuasa.
5. Upgrade skill lewat platform online

Biasanya, platform pengembangan diri sering kali mengadakan campaign khusus menyambut bulan suci. Oleh sebab itu, manfaatkan diskon atau kursus gratis yang biasanya banyak bertebaran di bulan Ramadan.
Pilih satu skill spesifik yang ingin kamu kuasai dan alokasikan waktu 30 menit setiap hari untuk belajar di platform seperti Coursera, Udemy, atau Skillshare.
Jadi, kamu bisa memperdalam keahlian baru dengan biaya yang lebih hemat sekaligus mendapat waktu ngabuburit yang jauh lebih berfaedah bagi jenjang karier di masa depan.
6. Coba hobi baru
Pernah ingin coba merajut, melukis, atau berkebun? Kamu bisa melakukan kegiatan ini di sore hari biar ngabuburit kamu lebih produktif. Dengan memiliki hobi baru, kamu gak hanya mengusir rasa bosan saat menunggu azan Magrib, tapi juga mengasah kreativitas yang mungkin selama ini terpendam.
Berbagai manfaat kesehatan mental seperti berkurangnya stres dan rasa cemas pun bisa kamu dapatkan secara cuma-cuma. Jadi, jangan ragu untuk mulai eksplorasi sisi kreatifmu, ya!
7. Kurangi scroll yang gak perlu

Alih-alih merasa terhibur, terlalu lama menatap layar medsos justru bikin otak cepat lelah dan haus. Dengan meminimalisir distraksi digital, kamu bisa lebih fokus menyelesaikan tanggung jawab utama tanpa merasa terbebani oleh informasi yang tidak perlu.
Jadi, buat kamu yang ingin hari-harinya tetap bermakna, yuk mulai batasi pemakaian aplikasi di ponselmu sekarang juga agar waktu puasamu gak terbuang sia-sia!
8. Evaluasi progres setiap minggu
Dari banyaknya kegiatan yang kamu kerjakan saat puasa, coba evaluasi progres kamu setiap minggu. Luangkan waktu untuk melihat kembali apa saja yang sudah kamu capai.
Apakah to do list terpenuhi? Apakah skill baru sudah ada progres? Evaluasi ini penting sebagai bentuk self-reward dan bahan perbaikan untuk minggu berikutnya agar tetap konsisten.
Dengan melihat catatan keberhasilan kecil setiap minggunya, kamu akan merasa jauh lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus melakukan hal-hal bermanfaat.
9. Belajar bersama teman

Jika menurutmu belajar atau mengasah skill baru sendirian terasa berat, kamu bisa coba ajak teman untuk sesi diskusi bareng via Zoom atau Google Meet. Melihat orang lain sibuk bekerja atau belajar biasanya akan menularkan aura produktif pada kita juga.
Oleh sebab itu, cara ini sangat ampuh untuk mengusir rasa malas dan menjaga semangat serta konsistensi satu sama lain selama bulan Ramadan. Menarik, kan?
10. Biasakan olahraga ringan
Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk kamu malas bergerak! Lakukan olahraga ringan seperti jalan santai, stretching, atau yoga sekitar 30 menit sebelum berbuka agar tubuh tetap aktif dan tidak terasa lemas.
Melansir World Health Organization, olahraga dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan serta meningkatkan kesehatan otak. Pada orang dewasa, aktivitas fisik berperan dalam mencegah dan membantu mengelola penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes.
Sementara itu, pada anak-anak dan remaja, aktivitas fisik mendukung kesehatan tulang, pertumbuhan otot yang optimal, serta perkembangan motorik dan kognitif. Dengan rutin melakukan olahraga ringan selama puasa, tubuh akan tetap bugar dan pikiran terasa lebih jernih.
Itu dia berbagai tips tetap produktif selama puasa yang bisa kamu terapkan dalam keseharianmu. Untuk tetap konsisten menjalankannya, kuncinya adalah bersikap realistis, disiplin, dan tetap menjaga kesehatan. Jadi, tetap fokus pada progres kecil yang dilakukan setiap harinya, ya!
FAQ seputar kegiatan puasa
| Apakah normal jika fokus menurun saat puasa? | Ya, tubuh sedang beradaptasi dengan pola makan dan tidur yang berbeda. Pastikan asupan nutrisi dan istirahat tercukupi. |
| Kapan waktu terbaik untuk produktif saat puasa? | Biasanya pagi hari setelah sahur atau malam setelah berbuka ketika energi sudah kembali stabil. |
| Apakah olahraga saat puasa aman dilakukan? | Aman, selama dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang dan tidak berlebihan. |

















