5 Cara Sederhana Berbagi yang Bisa Jalan Selamanya

- Bikin keran di luar biar orang yang butuh air bisa ambil
- Menanam tanaman yang buah, bunga, atau daunnya sering dibutuhkan orang
- Menanam pohon perindang di tempat yang gersang
Kalau berbagi harus menunggu, kamu kaya raya belum tentu itu akan terjadi. Tergantung ukuran kaya yang dipakai. Misal, saat dirimu baru punya tabungan 500 ribu rupiah di bank, kaya adalah bila saldomu di atas 10 juta rupiah.
Ketika suatu saat tabunganmu benar-benar mencapai 10 juta rupiah, standar kayamu berubah menjadi 100 juta rupiah dan seterusnya. Dirimu menjadi tak pernah berbagi bukan karena kamu sungguh-sungguh tak berharta. Namun, dirimu sulit melawan sifat pelit yang menghalangimu dari berbagi dengan sesama.
Padahal, ada banyak cara buat siapa pun memberikan sesuatu yang bermanfaat buat orang lain. Lima cara sederhana berbagi yang bisa jalan selamanya berikut ini dapat dilakukan seumur hidupmu. Sederhana dan gak makan banyak biaya.
1. Bikin keran di luar biar orang yang butuh air bisa ambil

Di rumah masing-masing tentu sudah ada sumber air bersih. Akan tetapi, orang yang sekadar lewat di depan rumahmu juga bisa butuh air. Apalagi rumahmu di tepi jalan yang ramai dilalui orang setiap hari.
Barangkali ada kurir atau sopir ojol yang ingin sekali mencuci wajah dengan segarnya air di tengah udara yang sangat panas. Ada karyawan yang berangkat kerja terburu-buru lalu menginjak sesuatu dan sepatunya kotor. Ada pedagang keliling yang perlu mengganti air di ember buat mencuci piring dan sendok.
Banyak orang akan sangat terbantu dengan adanya keran air di depan rumahmu. Apabila rumahmu berpagar, pasang keran di luar pagar supaya dapat diakses siapa pun. Toh, tiap orang hanya butuh sedikit air. Bukan mereka yang memenuhi satu tangki.
2. Menanam tanaman yang buah, bunga, atau daunnya sering dibutuhkan orang

Kamu menanam satu kali, tetapi hasil dari pohon tersebut bisa memberi manfaat buat banyak orang selama bertahun-tahun. Sepanjang pohonnya masih hidup, manfaatnya pun terus mengalir. Misalnya, dirimu menanam tanaman sirih.
Daunnya kerap dipakai buat obat kumur ketika sakit gigi atau menghentikan mimisan. Bisa pula pohon jeruk sambal. Orang tidak membutuhkannya dalam jumlah banyak dan di warung belum tentu ada.
Mereka cukup meminta satu buah jeruk atau beberapa lembar daunnya untuk bisa masak dengan enak. Juga pohon salam, tanaman cabai, dan sebagainya. Apalagi masih ada pekarangan di depan rumah. Kamu nyaris tak perlu melakukan perawatan pun. Berbagai tanaman itu tumbuh sendiri.
3. Menanam pohon perindang di tempat yang gersang

Pohon perindang memiliki usia yang relatif panjang. Batang dan akarnya kuat. Pohon dapat mencapai umur puluhan tahun, baru perlu ditebang agar tak tumbang. Satu pohon perindang di tempat yang gersang sudah sangat bermanfaat.
Tentu kamu tidak bisa sembarangan menanamnya. Namun, pohon perindang di depan rumahmu saja telah lebih baik daripada sama sekali gak ada. Di musim panas, orang yang kepanasan dapat berteduh sebentar di bawahnya.
Sementara di musim hujan, satu pohon pun membantu menyerap lebih banyak air sehingga potensi banjir berkurang. Bahkan tetangga-tetangga yang melihatnya pun merasa senang. Rimbun daunnya bikin mereka seakan-akan merasa adem walaupun cuma memandanginya dari balik jendela.
4. Pasang lampu di dekat pagar saat belum ada lampu jalan

Teras rumahmu tentu sudah terang. Kamu membutuhkannya agar rumah tidak terlihat gelap dari luar. Akan tetapi, ada satu lagi lampu luar yang bila dipasang akan memberikan manfaat besar. Apalagi jika di tepi jalan sekitar rumahmu belum ada penerangan.
Persis di dekat pagar, pasanglah lampu penerangan jalan. Kalau lebar rumahmu tak seberapa, satu lampu saja sudah cukup. Apabila rumahmu lebar, beberapa lampu dapat dipasang.
Banyak orang yang melintasi jalan tersebut akan sangat berterima kasih dalam hati. Jalanan tak lagi terasa terlalu menyeramkan di malam hari. Bonusnya, sekitar rumah yang lebih terang juga meminimalkan potensi kejahatan seperti pencurian.
5. Selama dapurmu masih mengepul, bagikan makanan yang fresh

Kamu mungkin bukan orang yang berlebih secara finansial. Namun, selama dapurmu masih mengepul, pasti ada makanan yang bisa dibagikan kepada orang lain. Gak harus masakan berbahan ayam, apalagi daging sapi yang mahal, kalau dananya tak ada.
Kamu menggoreng kerupuk udang lebih banyak, lalu sebagian dibawa ke kantor, pun pasti banyak teman suka. Orang Indonesia sering gak puas jika makan tanpa lauk yang renyah. Dirimu juga bisa membawa pisang goreng buat pelengkap kawan-kawan yang minum kopi.
Berbagi makanan selama dapur masih mengepul bukan tentang jenis makanannya yang paling penting. Namun, semangat memberikan makanan yang juga dinikmati olehmu. Bukan makanan sisa, melainkan memang sengaja dibikin buat dibagikan.
Mungkin banyak orang tak menyadari bahwa kamu sedang menjalankan lima cara sederhana berbagi yang bisa jalan selamanya. Apalagi berbagi air yang kerannya di luar, cahaya lampu, dan teduh dari pohon perindang. Kamu tidak secara langsung menerima ucapan terima kasih. Akan tetapi, kebaikan akan tetap dicatat dan diganjar dengan kebaikan pula melalui berbagai cara.

















