5 Kebiasaan di Kamar Mandi yang Berisiko Menyebabkan Cedera

- Lantai kamar mandi yang basah dan pijakan tidak stabil meningkatkan risiko terpeleset, jatuh, benturan kepala, hingga patah tulang; genangan perlu dikeringkan dan gunakan keset antiselip.
- Air terlalu panas dapat melepuhkan kulit, sementara alat listrik dekat air berisiko menyebabkan sengatan; cek suhu sebelum mandi dan gunakan perangkat listrik hanya di area kering.
- Mencampur pembersih, terutama pemutih dengan produk asam atau amonia, dapat menghasilkan gas beracun; gunakan satu produk sesuai label dan pastikan ventilasi memadai.
Kamar mandi menjadi salah satu area rumah yang rawan menimbulkan kecelakaan karena permukaannya kerap basah dan licin. Aktivitas sederhana seperti mandi, buang air, atau mengambil perlengkapan mandi bisa berujung cedera ketika dilakukan tanpa memperhatikan kondisi sekitar.
Risikonya bukan hanya berupa luka ringan. Terpeleset dapat menyebabkan benturan pada kepala atau patah tulang, sedangkan paparan air panas dan penggunaan perangkat listrik yang tidak aman juga berpotensi menimbulkan cedera serius. Beberapa kebiasaan yang dianggap sepele perlu diperhatikan agar aktivitas di kamar mandi tetap aman.
1. Membiarkan lantai kamar mandi tetap basah

ilustrasi lantai kamar mandi basah (pexels.com/ cottonbro studio) Genangan air di lantai kamar mandi dapat membuat pijakan menjadi licin, terutama jika permukaannya menggunakan keramik yang tidak memiliki fitur antiselip. Risiko terpeleset meningkat ketika seseorang berjalan terburu-buru, berbelok, atau melangkah keluar dari area shower dengan telapak kaki basah.
Biasakan mengeringkan genangan setelah mandi dan gunakan keset antiselip di area yang sering terkena air. Jika lantai terus licin meski sudah dibersihkan, pertimbangkan penggunaan lapisan antiselip yang sesuai untuk permukaan kamar mandi.
2. Berdiri di atas kloset atau benda yang tidak stabil

ilustrasi berdiri ke atas kloset (istockphoto.com/ wowwow) Mengambil barang di rak tinggi atau membersihkan bagian atas dinding terkadang membuat seseorang menggunakan kloset, ember terbalik, atau bangku yang tidak kokoh sebagai pijakan. Permukaan benda-benda tersebut belum tentu dirancang untuk menahan beban tubuh, apalagi ketika lantai di sekitarnya basah.
Jika perlu menjangkau tempat tinggi, gunakan tangga lipat yang stabil dan letakkan di permukaan kering. Hindari memanjat rak kamar mandi atau menginjak perlengkapan sanitasi karena kehilangan keseimbangan dapat menyebabkan jatuh dan cedera serius.
3. Mengatur air terlalu panas tanpa mengecek suhunya

ilustrasi air terlalu panas (pexels.com/ https://kaboompics.com/) Air yang terlalu panas dapat menyebabkan kulit melepuh, terutama jika suhu pemanas air berubah atau pengatur kerannya tidak bekerja dengan baik. Risiko ini perlu diperhatikan saat menggunakan pemanas air listrik maupun pemanas dengan pengaturan suhu otomatis.
Sebelum mulai mandi, uji suhu air menggunakan tangan dengan hati-hati dan sesuaikan hingga nyaman. Jangan langsung berdiri di bawah pancuran ketika pemanas baru dinyalakan atau setelah pengaturan suhu diubah. Anak-anak dan orang yang kurang peka terhadap perubahan suhu membutuhkan perhatian ekstra karena mungkin tidak segera menyadari air yang terlalu panas.
4. Menggunakan alat listrik di dekat air

ilustrasi menggunakan hair dryer di dekat wastafel (pexels.com/ Andrew Patrick Photo) Pengering rambut, alat pelurus rambut, dan perangkat listrik lainnya berisiko menimbulkan sengatan jika digunakan ketika tangan basah atau berada dekat genangan air. Bahaya juga dapat muncul jika kabel terkelupas, steker rusak, atau perangkat terhubung ke stopkontak di area yang mudah terkena cipratan.
Gunakan perangkat listrik di tempat yang kering, jauh dari bak mandi dan pancuran. Setelah digunakan, cabut steker dengan tangan kering dan simpan perangkat di lokasi yang tidak terkena air. Jangan menggunakan alat yang kabelnya rusak atau mencoba mengambil perangkat listrik yang jatuh ke dalam air sebelum aliran listrik diamankan.
5. Mencampur cairan pembersih kamar mandi sembarangan

ilustrasi mencampur cairan pembersih (pexels.com/ https://kaboompics.com/) Mencampur produk pembersih tanpa memeriksa kandungannya dapat memicu reaksi kimia berbahaya. Salah satu contoh yang perlu dihindari adalah mencampur pemutih berbahan natrium hipoklorit dengan pembersih yang mengandung asam atau amonia karena dapat menghasilkan gas beracun yang mengiritasi mata dan saluran pernapasan.
Gunakan satu produk sesuai petunjuk pada label dan pastikan ventilasi kamar mandi memadai selama pembersihan. Jangan mencampur sisa cairan pembersih yang berbeda dalam satu wadah, meskipun keduanya biasa digunakan untuk membersihkan keramik atau kloset. Jika muncul bau menyengat disertai batuk atau sesak setelah produk tercampur, segera menjauh ke udara segar dan cari bantuan medis jika mengalami gejala.
Kecelakaan di kamar mandi dapat terjadi ketika seseorang menganggap rutinitas sehari-hari tidak membutuhkan perhatian khusus. Menjaga lantai tetap aman, menggunakan perlengkapan sesuai fungsinya, serta mengikuti petunjuk penggunaan air panas, perangkat listrik, dan bahan pembersih dapat membantu mengurangi risiko cedera di rumah.



















![[QUIZ] Pilih Permainan Upin Ipin, Ini Caramu Keluar dari Zona Nyaman](https://image.idntimes.com/post/20260506/pexels-matvalina-18744651_d36fcfed-9175-44a2-9de4-90c3997b6965.jpg)



