Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kebiasaan Salah saat Membersihkan Sofa yang Bikin Cepat Kusam

5 Kebiasaan Salah saat Membersihkan Sofa yang Bikin Cepat Kusam
ilustrasi membersihkan sofa (freepik.com/senivpetro)
Intinya Sih
  • Banyak orang tanpa sadar melakukan kesalahan saat membersihkan sofa, seperti menggosok noda terlalu keras atau memakai bahan kimia kuat yang justru merusak serat dan warna kain.
  • Kelebihan air saat mencuci bisa menyebabkan jamur, bau tidak sedap, serta membuat warna pudar; sebaiknya gunakan kain lembap atau semprotan ringan untuk area kecil.
  • Perawatan rutin dan mengikuti instruksi produsen penting agar sofa tetap awet, bersih, serta mempertahankan tampilan elegan tanpa merusak tekstur maupun warnanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sofa sering jadi pusat perhatian dalam rumah karena posisinya yang strategis sekaligus tempat berkumpulnya keluarga. Sayangnya, sofa juga mudah kotor akibat debu, tumpahan minuman, atau aktivitas sehari-hari yang padat. Membersihkan sofa terdengar mudah, tetapi banyak kebiasaan yang justru bikin permukaannya cepat kusam dan warnanya memudar.

Kesalahan kecil saat merawat sofa bisa berakibat jangka panjang pada penampilan dan umur pakainya. Misalnya penggunaan cairan pembersih yang terlalu keras atau menyeka kain sofa secara kasar dapat mengurangi kilau alami kain. Supaya sofa tetap tampak bersih dan nyaman, penting tahu mana yang boleh dan mana yang harus dihindari. Yuk simak beberapa kebiasaan salah yang sering terjadi saat membersihkan sofa dan cara menghindarinya!

1. Menggosok noda terlalu keras

ilustrasi membersihkan sofa
ilustrasi membersihkan sofa (freepik.com/pressfoto)

Menggosok noda pada sofa dengan tekanan berlebihan sering terasa seperti cara cepat menghilangkan kotoran. Namun kebiasaan ini justru merusak serat kain, terutama pada bahan velvet, linen, atau microfiber. Tekanan kuat dapat membuat serat kain mengerut atau bulu-bulu halusnya rontok sehingga sofa terlihat kusam.

Selain itu, noda yang digosok terlalu keras bisa menyebar ke area lain, menciptakan bercak baru yang lebih sulit dihilangkan. Beberapa jenis noda juga bereaksi dengan gesekan, membuat warna kain memudar atau menimbulkan perubahan tekstur. Sebagai alternatif, gunakan kain lembut atau microfiber cloth dan tekan perlahan sambil menepuk noda agar lebih aman.

2. Menggunakan pembersih berbahan kimia keras

ilustrasi cairan pembersih
ilustrasi cairan pembersih (unsplash.com/Spruce Refillable Cleaning)

Penggunaan pembersih berbahan kimia keras mungkin terasa ampuh, tetapi sering merusak permukaan kain. Bahan seperti pemutih atau pembersih serbaguna dapat mengikis warna asli sofa dan membuat serat terasa kaku. Risiko kerusakan ini semakin tinggi pada sofa berwarna gelap atau bahan alami seperti cotton dan wool.

Cairan pembersih yang salah juga bisa meninggalkan residu lengket di permukaan kain, yang lama-lama menarik debu dan kotoran. Sebaiknya gunakan pembersih khusus sofa yang sesuai jenis kainnya. Alternatif lain adalah campuran air hangat dengan sedikit mild detergent yang cukup efektif tanpa merusak serat dan warna.

3. Menyiram sofa dengan air secara berlebihan

ilustrasi membersihkan sofa
ilustrasi membersihkan sofa (freepik.com/freepik)

Menyiram sofa dengan air banyak dianggap cara cepat membersihkan noda, tetapi hal ini justru menimbulkan masalah baru. Kelembapan berlebih dapat membuat lapisan busa di dalam sofa lembap dan berkembang jamur. Selain itu, noda bisa meresap lebih dalam sehingga lebih sulit diangkat.

Air berlebihan juga berpotensi membuat warna kain pudar dan menyebabkan permukaan kain mengerut saat kering. Sofa yang terlalu basah membutuhkan waktu lama agar benar-benar kering, dan ini meningkatkan risiko bau tidak sedap. Lebih aman menggunakan kain lembap atau spray bottle untuk menyemprot area kecil secara bertahap.

4. Mengabaikan perawatan rutin

ilustrasi membersihkan sofa
ilustrasi membersihkan sofa (unsplash.com/Giorgio Trovato)

Membersihkan sofa hanya saat terlihat kotor adalah kebiasaan yang sering terjadi. Padahal debu dan kotoran halus yang menumpuk lama-kelamaan bisa membuat permukaan kain kusam. Perawatan rutin seperti menyedot debu dengan handheld vacuum atau menepuk kain secara ringan sangat penting untuk menjaga tampilan sofa.

Sofa yang dirawat secara berkala cenderung lebih tahan lama dan tetap nyaman digunakan. Bahkan noda ringan yang muncul bisa segera ditangani sebelum menempel kuat di kain. Menjadikan perawatan rutin sebagai kebiasaan kecil akan memberi efek besar bagi kebersihan dan estetika sofa.

5. Mengabaikan instruksi produsen

ilustrasi furnitur sofa warna abu-abu
ilustrasi furnitur sofa warna abu-abu (unsplash.com/Michiel Annaert)

Setiap sofa biasanya dilengkapi petunjuk perawatan sesuai jenis kain dan finishing. Mengabaikan instruksi tersebut sering kali membuat cara membersihkan sofa menjadi salah. Misalnya, beberapa bahan memerlukan metode dry clean atau tidak boleh terkena air sama sekali.

Mengikuti petunjuk produsen membantu mencegah kerusakan kain, perubahan warna, atau penyusutan permukaan sofa. Selain itu, penggunaan produk yang sesuai anjuran membuat pembersihan lebih aman dan efektif. Kebiasaan ini sering terlupakan, padahal mematuhi instruksi sederhana dapat menjaga sofa tetap tampak baru lebih lama.

Membersihkan sofa bukan sekadar menghilangkan noda, tetapi juga menjaga tekstur dan warna kain agar tetap menawan. Kesalahan kecil seperti menggosok keras atau menggunakan bahan kimia keras bisa berdampak jangka panjang. Dengan perawatan yang tepat, sofa tetap nyaman, bersih, dan memberikan kesan elegan pada ruangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us