Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Membaca Novel Klasik Berbahasa Inggris, Harus Rajin Cek Kamus!

5 Tips Membaca Novel Klasik Berbahasa Inggris, Harus Rajin Cek Kamus!
ilustrasi novel klasik berbahasa Inggris (unsplash.com/Elaine Howlin)
Intinya Sih
  • Membaca novel klasik berbahasa Inggris lebih mudah jika dimulai dari karya dengan bahasa yang tidak terlalu rumit.

  • Penggunaan kamus dan pemahaman struktur kalimat membantu memahami isi cerita tanpa harus menerjemahkan semua kata.

  • Teknik membaca bertahap dan bantuan ringkasan dapat membuat proses membaca lebih nyaman serta terarah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Membaca novel klasik berbahasa Inggris sering terasa berat di beberapa halaman pertama karena kosakata dan gaya penulisannya berbeda dengan buku pada umumnya. Banyak kalimat disusun lebih panjang. Strukturnya pun kadang jarang dipakai dalam bahasa sehari-hari.

Kondisi ini sering membuat pembaca, apalagi pembaca pemula novel beberhasa Inggris, cepat berhenti di tengah jalan karena merasa tidak paham. Padahal, dengan cara yang tepat, proses membaca bisa jauh lebih gampang dan tetap terasa menyenangkan. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

1. Mulai dari novel dengan gaya bahasa yang lebih ringan

ilustrasi novel klasik berbahasa Inggris
ilustrasi novel klasik berbahasa Inggris (unsplash.com/Elin Melaas)

Tidak semua novel klasik punya tingkat kesulitan yang sama. Beberapa penulis, seperti Jane Austen atau Charles Dickens, cenderung lebih mudah diikuti dibanding karya yang bahasanya lebih padat dan filosofis. Memilih buku pertama yang tepat bisa sangat menentukan apakah kamu lanjut membaca atau berhenti di tengah jalan.

Kalau langsung mulai dari karya yang terlalu kompleks, kamu akan lebih banyak berhenti daripada membaca. Hal ini membuat alur cerita terputus dan sulit dinikmati. Sebaliknya, saat memilih novel yang bahasanya masih bisa dipahami, kamu akan lebih fokus pada cerita. Setelah terbiasa, barulah coba naik ke karya yang lebih menantang. Proses bertahap seperti ini membuat kemampuan membaca berkembang lebih stabil.

2. Gunakan kamus, tapi jangan semua kata diterjemahkan

ilustrasi kamus
ilustrasi kamus (unsplash.com/Waldemar Brandt)

Kamus memang penting saat membaca novel klasik, tapi cara menggunakannya juga perlu tepat. Kalau setiap kata langsung dicek, proses membaca jadi sangat lambat dan melelahkan. Fokuslah pada kata yang sering muncul atau yang benar-benar memengaruhi pemahaman cerita.

Sebagai gambaran, mungkin kamu akan menemukan kata carriage, estate, atau gentleman dalam satu bab. Kata-kata ini biasanya berkaitan dengan latar sosial dan akan muncul berulang. Cukup cek sekali di awal, lalu perhatikan bagaimana kata itu digunakan pada kalimat berikutnya. Contoh lain, kata thus atau indeed sering muncul sebagai penghubung, tapi tidak selalu perlu diterjemahkan karena tidak mengubah inti cerita. Dengan cara ini, kamu tetap paham alur tanpa harus berhenti pada setiap kata. Lama-kelamaan, kamu akan terbiasa mengenali arti dari konteks tanpa bergantung penuh pada kamus.

3. Pahami struktur kalimat, bukan hanya arti kata

ilustrasi novel klasik berbahasa Inggris
ilustrasi novel klasik berbahasa Inggris (unsplash.com/Dad Grass)

Masalah utama saat membaca novel klasik sering bukan pada kosakata, tapi susunan kalimatnya. Banyak kalimat panjang dengan beberapa klausa yang saling terhubung. Kalau hanya menerjemahkan kata per kata, makna kalimat bisa tetap tidak jelas.

Coba pecah kalimat menjadi bagian yang lebih kecil. Identifikasi subjek, kata kerja, dan objek utama sebelum memahami detail lain. Dengan cara ini, kamu bisa menangkap inti kalimat lebih cepat. Setelah itu, baru tambahkan pemahaman dari bagian pendukung. Teknik ini jauh lebih efektif dibanding menerjemahkan semua kata tanpa melihat struktur.

4. Gunakan teknik baca dua tahap

ilustrasi novel klasik berbahasa Inggris
ilustrasi novel klasik berbahasa Inggris (unsplash.com/Haley Parson)

Membaca novel klasik bisa lebih efektif jika dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, fokus pada alur cerita tanpa terlalu memikirkan detail kecil. Tujuannya agar kamu tetap mengikuti jalan cerita dari awal sampai akhir. Tahap kedua, lakukan dengan membaca ulang bagian yang sulit. Di sini, kamu bisa lebih teliti memahami kata, kalimat, dan konteks. Cara ini membuat proses belajar jadi lebih terarah. Kamu tidak langsung terbebani di awal, tapi tetap bisa memperdalam pemahaman. Teknik ini sering dipakai untuk teks dengan tingkat kesulitan tinggi.

5. Manfaatkan ringkasan sebagai alat bantu, bukan jalan pintas

ilustrasi novel klasik berbahasa Inggris
ilustrasi novel klasik berbahasa Inggris (commons.wikimedia.org/Eymery)

Ringkasan bisa membantu memahami konteks cerita, terutama untuk novel dengan banyak karakter atau latar yang kompleks. Dengan mengetahui gambaran umum, kamu tidak akan terlalu bingung saat membaca versi aslinya. Ini sangat membantu di bagian awal buku.

Namun, ringkasan tidak seharusnya menggantikan proses membaca. Gunakan sebagai panduan saat merasa kehilangan arah dalam cerita. Setelah itu, tetap kembali ke teks utama untuk memahami detailnya. Cara ini membuat pengalaman membaca tetap utuh. Kamu juga tetap belajar dari bahasa yang digunakan penulis.

Membaca novel klasik berbahasa Inggris butuh strategi agar tidak terasa berat di awal. Cara yang tepat bisa membuat prosesnya lebih terarah dan tidak mudah membuat berhenti di tengah jalan. Dengan kebiasaan yang konsisten, kemampuan membaca akan berkembang tanpa terasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Related Articles

See More