Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Memupuk Tanaman Tomat agar Buah Lebih Banyak
ilustrasi pupuk (pexels.com/Kashif Shah)
  • Pemupukan yang tepat membantu tanaman tomat tidak hanya tumbuh subur, tapi juga menghasilkan bunga dan buah lebih banyak dengan memilih jenis pupuk, waktu, dan dosis yang sesuai.
  • Pupuk organik dasar memperbaiki struktur tanah dan memperkuat akar, sementara fosfor serta kalium penting untuk pembentukan bunga dan peningkatan kualitas serta jumlah buah tomat.
  • Pemupukan dilakukan bertahap setelah penyiraman dengan dosis disesuaikan usia tanaman agar nutrisi terserap optimal tanpa merusak akar atau menghambat pembentukan buah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tomat menjadi salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di pekarangan rumah karena relatif mudah dirawat dan dapat tumbuh dengan baik di pot maupun lahan terbuka. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan tanaman tomat tumbuh subur dengan daun lebat, tetapi jumlah buahnya sedikit. Salah satu penyebabnya adalah cara pemupukan yang kurang tepat.

Pemupukan tidak hanya bertujuan mempercepat pertumbuhan tanaman, tetapi juga mendukung pembentukan bunga dan buah. Dengan memilih jenis pupuk yang sesuai, waktu pemberian yang tepat, serta dosis yang seimbang, tanaman tomat dapat menghasilkan panen yang lebih melimpah. Berikut lima tips memupuk tanaman tomat agar buahnya lebih banyak.

1. Gunakan pupuk dasar yang kaya bahan organik

ilustrasi pemupukan (pexels.com/Juan J Morales Trejo)

Sebelum menanam tomat, berikan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang yang telah matang. Pupuk organik mampu memperbaiki struktur tanah sehingga akar lebih mudah menyerap air dan unsur hara.

Selain itu, kandungan mikroorganisme di dalam pupuk organik membantu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang. Tanaman yang tumbuh di media subur akan memiliki akar yang kuat sehingga siap menghasilkan bunga dan buah dalam jumlah lebih banyak.

2. Berikan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium tinggi

ilustrasi menanam tomat (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

Saat tanaman mulai memasuki fase berbunga, kurangi penggunaan pupuk dengan kandungan nitrogen yang terlalu tinggi. Nitrogen berlebih memang membuat daun tampak hijau dan rimbun, tetapi dapat menghambat pembentukan buah.

Sebagai gantinya, pilih pupuk yang mengandung fosfor (P) dan kalium (K) lebih tinggi. Fosfor membantu pembentukan bunga, sedangkan kalium berperan dalam meningkatkan kualitas, ukuran, dan jumlah buah yang dihasilkan tanaman tomat.

3. Lakukan pemupukan secara bertahap

ilustrasi tanaman tomat (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

Tanaman tomat memerlukan nutrisi secara berkelanjutan, sehingga pemupukan sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit tetapi rutin. Hindari memberikan pupuk dalam jumlah besar sekaligus karena dapat menyebabkan akar mengalami stres atau bahkan terbakar.

Umumnya, pemupukan susulan dilakukan setiap dua hingga tiga minggu sekali. Dengan cara ini, tanaman memperoleh pasokan nutrisi yang stabil sehingga pertumbuhan dan proses pembuahan berlangsung lebih optimal.

4. Berikan pupuk setelah tanah disiram

ilustrasi media tanam (pexels.com/Nikolett Emmert)

Jangan langsung memberikan pupuk pada media tanam yang kering. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan akar akibat konsentrasi pupuk yang terlalu tinggi.

Sebaiknya siram tanaman terlebih dahulu hingga media tanam lembap. Setelah itu, aplikasikan pupuk sesuai dosis yang dianjurkan. Cara ini membantu unsur hara lebih mudah larut dan diserap oleh akar, sekaligus mengurangi risiko tanaman mengalami stres.

5. Sesuaikan dosis dengan usia tanaman

ilustrasi tanaman tomat di rumah (generated image by ChatGPT/Mutiatuz Zahro)

Setiap fase pertumbuhan tomat membutuhkan jumlah nutrisi yang berbeda. Bibit muda memerlukan pupuk dalam dosis ringan agar akar berkembang dengan baik. Ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah, kebutuhan unsur hara meningkat sehingga dosis pupuk dapat ditambah secara bertahap.

Namun, hindari pemupukan berlebihan karena justru dapat menghambat pembentukan buah, memicu pertumbuhan daun yang terlalu lebat, bahkan meningkatkan risiko penumpukan garam pada media tanam. Selalu ikuti petunjuk penggunaan pupuk dan amati respons tanaman setelah pemupukan.

Dengan menerapkan teknik pemupukan yang tepat, tanaman tomat dapat tumbuh sehat, berbunga lebih banyak, dan menghasilkan buah yang melimpah. Padukan pemupukan dengan penyiraman yang teratur, paparan sinar matahari yang cukup, serta pengendalian hama dan penyakit agar hasil panen semakin optimal. Perawatan yang konsisten sejak awal akan membantu Anda menikmati tomat segar hasil kebun sendiri dengan kualitas yang baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article