Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Kesalahan Menyimpan Buku saat Musim Panas yang Bikin Cepat Rusak

7 Kesalahan Menyimpan Buku saat Musim Panas yang Bikin Cepat Rusak
ilustrasi rak buku (unsplash.com/Luisa Brimble)
Share Article

Musim panas identik dengan cuaca cerah dan sinar matahari yang melimpah. Namun, di balik kondisi tersebut, suhu yang lebih tinggi dan paparan cahaya yang intens dapat menjadi ancaman bagi koleksi buku jika tidak disimpan dengan benar. Kertas, tinta, lem jilid, hingga sampul buku merupakan material yang sensitif terhadap perubahan lingkungan, sehingga membutuhkan perlakuan khusus agar tetap awet.

Sayangnya, masih banyak orang yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat menyimpan buku di musim panas. Dengan mengetahui kesalahan yang umum terjadi, kamu bisa menjaga buku tetap dalam kondisi prima selama bertahun-tahun.

1. Meletakkan buku tepat di bawah sinar matahari

ilustrasi rak buku (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi rak buku (pexels.com/Pixabay)

Sinar matahari langsung memang membuat ruangan terasa terang, tetapi bukan tempat yang ideal untuk menyimpan buku. Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat memudarkan warna sampul, membuat halaman menguning, dan mempercepat proses penuaan kertas.

Cahaya merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan kerusakan permanen pada bahan berbasis kertas. Bahkan paparan cahaya dalam intensitas rendah sekalipun akan memberikan efek kumulatif yang tidak bisa dipulihkan. Oleh karena itu, koleksi buku sebaiknya dijauhkan dari sinar matahari langsung maupun lampu dengan intensitas tinggi.

"Cahaya dapat menyebabkan kerusakan permanen dan tidak dapat dipulihkan pada komposisi kimia, struktur fisik, dan tampilan benda-benda koleksi," dikutip dalam laporan Library of Congress.

2. Menyimpan buku di ruangan yang terlalu panas

ilustrasi rak buku (pexels.com/Huỳnh Đạt)
ilustrasi rak buku (pexels.com/Huỳnh Đạt)

Saat musim panas, suhu dalam ruangan bisa meningkat drastis, terutama jika ventilasi kurang baik. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas kertas dan perekat pada jilid buku.

Suhu tinggi ini bisa menyebabkan kertas menjadi rapuh dan mempercepat kerusakan material organik. Oleh karena itu, suhu penyimpanan yang stabil jauh lebih disarankan dibandingkan ruangan yang sering mengalami perubahan suhu ekstrem.

3. Menumpuk buku terlalu tinggi dalam waktu lama

ilustrasi rak buku (pexels.com/pixabay)
ilustrasi rak buku (pexels.com/pixabay)

Menumpuk buku secara horizontal memang terlihat praktis, terutama jika rak sudah penuh. Namun, tumpukan yang terlalu tinggi dapat memberikan tekanan berlebih pada buku yang berada di bagian paling bawah.

Tekanan terus-menerus berpotensi membuat jilid melengkung, sampul berubah bentuk, hingga lem perekat menjadi lebih cepat rusak. Selain itu, mengambil buku dari bagian tengah tumpukan juga meningkatkan risiko sampul robek atau halaman terlipat.

4. Menyimpan buku terlalu rapat di rak

ilustrasi rak buku (pexels.com/Tiana)
ilustrasi rak buku (pexels.com/Tiana)

Banyak orang mengira rak yang penuh akan membuat buku lebih rapi. Padahal, menyusun buku terlalu rapat justru dapat merusak bagian punggung buku ketika ditarik keluar.

Buku sebaiknya disusun tegak dengan penyangga apabila rak belum penuh. Jarak yang cukup memudahkan pengambilan buku tanpa menarik bagian atas punggungnya, yang merupakan salah satu penyebab umum kerusakan jilid.

5. Membiarkan debu menumpuk berbulan-bulan

ilustrasi rak buku (pexels.com/Huỳnh Đạt)
ilustrasi rak buku (pexels.com/Huỳnh Đạt)

Debu sering dianggap hanya mengganggu penampilan rak buku. Padahal, debu juga dapat menyerap kelembapan dari udara dan menjadi tempat menempelnya partikel polutan yang mempercepat penurunan kualitas kertas.

Selain itu, debu yang menumpuk dalam waktu lama dapat menarik serangga tertentu yang menyukai bahan organik seperti kertas dan lem. Jika dibiarkan, koleksi buku berisiko mengalami kerusakan yang lebih serius.

Membersihkan rak dan permukaan buku secara rutin menggunakan kain microfiber atau kuas berbulu halus dapat membantu menjaga kondisi koleksi tetap bersih tanpa merusak permukaannya.

6. Menyimpan buku di dekat dinding yang lembap

ilustrasi rak buku (pexels.com/Eneida Nieves)
ilustrasi rak buku (pexels.com/Eneida Nieves)

Walaupun musim panas identik dengan cuaca kering, beberapa rumah tetap memiliki titik-titik lembap, terutama pada dinding yang berbatasan langsung dengan luar bangunan atau dekat saluran air.

Kelembapan yang terjebak di balik rak dapat memicu pertumbuhan jamur pada halaman buku. Jamur bukan hanya meninggalkan noda, tetapi juga menghasilkan bau apek dan dapat merusak serat kertas secara permanen.

Bila memungkinkan, beri sedikit jarak antara rak buku dan dinding agar sirkulasi udara tetap berjalan. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko kelembapan terperangkap di belakang rak.

7. Mengabaikan sirkulasi udara di area penyimpanan

ilustrasi rak buku (unsplash.com/Luisa Brimble)
ilustrasi rak buku (unsplash.com/Luisa Brimble)

Rak buku yang ditempatkan di sudut ruangan tanpa ventilasi sering kali memiliki sirkulasi udara yang buruk. Udara panas akan terjebak sehingga suhu di sekitar koleksi menjadi lebih tinggi dibanding bagian ruangan lainnya.

Lingkungan penyimpanan yang stabil merupakan faktor paling penting dalam menjaga umur koleksi berbahan kertas. Fluktuasi suhu dan kelembapan yang terus-menerus dapat mempercepat kerusakan fisik maupun kimia pada buku.

Merawat buku selama musim panas sebenarnya tidak sulit, asalkan kamu menghindari kebiasaan-kebiasaan yang dapat mempercepat kerusakannya. Dengan perawatan yang tepat, buku-buku favoritmu akan tetap nyaman dibaca dan terjaga kualitasnya meski harus melewati musim panas yang terik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More