Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Trik Membangun Rumah di Lahan Sempit agar Tetap Nyaman untuk Anak

Ilustrasi Type C Parenting
Ilustrasi Type C Parenting (pexels.com/Ivan Samkov)
Intinya sih...
  • Rancang alur aktivitas yang mengalir untuk ruang bermain dan belajar anak.
  • Maksimalkan cahaya, ventilasi, dan pilih furnitur multifungsi yang aman.
  • Pilih warna dan material ramah anak serta ciptakan sudut personal untuk anak.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Membangun rumah di lahan sempit sering terasa menantang, apalagi ketika ada anak-anak yang membutuhkan ruang untuk bergerak, belajar, dan bermain. Rumah yang nyaman untuk anak bukan hanya soal luas, tapi bagaimana setiap sudut bisa mendukung tumbuh kembang mereka, mulai dari fisik, emosional, dan kebiasaan sehari-hari.

Berikut lima trik yang bisa diterapkan agar rumah kecil tetap terasa lega, aman, dan menyenangkan untuk anak.

1. Rancang alur aktivitas yang mengalir

ilustrasi anak bebas bermain
ilustrasi anak bebas bermain (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Rumah kecil sering terasa sesak karena terlalu banyak sekat. Padahal, anak-anak membutuhkan ruang gerak yang lancar dan luas untuk bermain dan belajar.

Triknya adalah merancang alur aktivitas: area bermain dekat ruang keluarga, akses kamar tidur ke kamar mandi tanpa hambatan, dan dapur yang tetap bisa diawasi tanpa menimbulkan gangguan. Sekat tidak selalu berupa dinding, bisa gunakan rak buku, tirai, atau partisi ringan, ini bisa memisahkan area tanpa memblokir cahaya atau ruang gerak.

2. Maksimalkan cahaya dan ventilasi

ilustrasi ayah dan anak bermain
ilustrasi ayah dan anak bermain (pexels.com/Tatiana Syrikova)

Rasa lega di rumah kecil sangat dipengaruhi cahaya alami dan sirkulasi udara. Anak-anak cenderung lebih aktif dan kreatif ketika ruangan terang dan berventilasi baik.

  • Gunakan jendela besar atau tinggi agar cahaya masuk maksimal.
  • Pertimbangkan ventilasi silang: angin masuk dari satu sisi, keluar dari sisi lain.
  • Tambahkan cermin strategis untuk memberi kesan luas sekaligus memantulkan cahaya.

Teknisnya memang sangat sederhana tapi efeknya besar. Dengan begitu anak bisa bermain bebas dan tetap aman tanpa rasa pengap, sekaligus meningkatkan suasana hati mereka.

3. Pilih furnitur multifungsi yang aman

ilustrasi ibu dan anak berpelukan
ilustrasi ibu dan anak berpelukan (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Di lahan sempit, furnitur berperan ganda, seperi tempat duduk, penyimpanan, atau area belajar. Pilih furnitur yang tidak tajam, kokoh, dan mudah dibersihkan.

  • Tempat tidur tingkat bisa menjadi area tidur dan bermain, asal aman dengan pagar pengaman.
  • Bangku dengan laci untuk menyimpan mainan anak sehingga ruangan tetap rapi.
  • Meja lipat atau modular bisa disesuaikan dengan aktivitas anak tanpa memakan banyak tempat.

Dengan cara ini, rumah kecil tetap teratur, sementara anak memiliki ruang eksplorasi yang cukup.

4. Warna dan material yang ramah anak

ilustrasi anak bermain dengan aman
ilustrasi anak bermain dengan aman (pexels.com/Tatiana Syrikova)

Material dan warna memengaruhi psikologi anak. Pilih warna terang atau pastel untuk menciptakan suasana lega, tenang, dan nyaman.

  • Lantai anti-slip dan material mudah dibersihkan mengurangi risiko cedera.
  • Sudut meja atau rak sebaiknya dilengkapi pelindung.
  • Gunakan material tahan lama tapi lembut agar anak bisa bergerak bebas.

Dengan memperhatikan detail ini, rumah tidak hanya nyaman tetapi juga aman secara fisik.

5. Ciptakan sudut personal untuk anak

ilustrasi anak duduk di kursi
ilustrasi anak duduk di kursi (pexels.com/Natalie Bond)

Meskipun rumah kecil, setiap anak membutuhkan ruang pribadi untuk belajar, membaca, atau sekadar bersantai. Sudut ini tidak harus besar, cukup satu area dengan bean bag, rak buku mini, atau meja belajar kecil. Dengan memberi anak zona aman dapat membantu mereka:

  • Belajar disiplin dengan rutinitas yang jelas
  • Mengatur emosi ketika membutuhkan waktu sendiri
  • Merasa memiliki kontrol atas ruang pribadinya

Ruang personal ini juga memberi orang tua kesempatan memantau aktivitas anak tanpa harus membatasi eksplorasi mereka.

Lahan sempit bukan alasan untuk mengorbankan kenyamanan anak. Dengan perencanaan yang matang, kombinasi teknis arsitektur ringan, pemilihan furnitur aman, dan perhatian pada kebutuhan emosional anak, rumah kecil bisa menjadi tempat yang hangat, lega, dan mendukung tumbuh kembang anak sepenuhnya.

Rumah yang nyaman bukan diukur dari luasnya, tapi dari bagaimana setiap ruang mendukung kehidupan sehari-hari keluarga. Dengan trik ini, anak bisa bergerak, belajar, dan bermain dengan leluasa, sementara orang tua tetap merasa rumah nyaman dan fungsional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

6 Novel Distopia dengan Konsep Edan yang Terasa Menyeramkan

08 Jan 2026, 22:28 WIBLife