Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Bikin Vision Board yang Beneran Berhasil, Kata Psikolog

5 Cara Bikin Vision Board yang Beneran Berhasil, Kata Psikolog
ilustrasi bekerja di depan laptop (pexels.com/shkrabaanthony)

Vision board sering dianggap cara seru untuk memvisualisasikan mimpi. Kamu tinggal menempel gambar rumah impian, tubuh ideal, atau karier cemerlang, lalu berharap semuanya terwujud. Namun, menurut psikolog, sekadar membayangkan hasil akhir tanpa strategi bisa jadi bumerang.

Alih-alih hanya berfantasi, kamu perlu pendekatan yang lebih realistis dan terarah. Psikologi modern menunjukkan bahwa kunci keberhasilan bukan cuma visualisasi, tetapi juga perencanaan dan kesiapan menghadapi hambatan. Supaya vision board-mu benar-benar bekerja, ini langkah yang bisa kamu terapkan. Langsung scroll!

1. Jangan hanya bayangkan hasil akhir, pikirkan hambatannya juga

ilustrasi perempuan bermain laptop (pexels.com/olly)
ilustrasi perempuan bermain laptop (pexels.com/olly)

Banyak orang membuat vision board dengan fokus penuh pada gambaran sukses di masa depan. Mereka membayangkan hidup yang lebih bahagia, tubuh lebih sehat, atau karier lebih mapan. Sayangnya, tanpa memikirkan prosesnya, motivasi bisa cepat turun.

“Membuat vision board justru bisa menjadi bumerang, karena proses itu sendiri sudah terasa seperti menciptakan tujuan sekaligus mendapatkan kepuasan dari tujuan tersebut. Akibatnya, orang-orang secara alami memberi diri mereka waktu untuk menikmati perasaan positif itu. Mereka mulai merasa cukup puas dengan pencapaian tersebut dan berhenti berusaha lebih jauh,” kata Dr. Emily Balcetis, Profesor Psikologi, New York University (NYU), dikutip dari Forbes.

Karena itu, saat menempel gambar di papan impianmu, tanyakan juga: apa saja tantangan yang mungkin muncul? Dengan menyadari hambatan sejak awal, kamu lebih siap menghadapi realita. Vision board bukan sekadar papan mimpi, tapi pengingat bahwa prosesnya juga penting.

2. Gunakan teknik mental contrasting agar lebih realistis

ilustrasi vision board (freepik.com/freepik)
ilustrasi vision board (freepik.com/freepik)

Daripada hanya berpikir positif, psikolog menyarankan metode bernama mental contrasting. Teknik ini menggabungkan visualisasi masa depan dengan refleksi jujur tentang kondisi saat ini. Jadi, kamu bukan cuma membayangkan sukses, tapi juga memahami jarak yang harus ditempuh.

Mengutip dari Forbes, pendekatan ini berasal dari riset Gabriele Oettingen, seorang profesor psikologi di Universitas New York dan Universitas Hamburg, tentang Fantasy Realization Theory. Salah satu strategi populernya adalah metode WOOP, yaitu Wish (keinginan), Outcome (hasil), Obstacle (hambatan), dan Plan (rencana). Dengan pola ini, vision board berubah dari sekadar inspirasi menjadi alat perencanaan yang konkret.

3. Pastikan tubuh dan pikiran siap untuk bertindak

ilustrasi perempuan sedang memegang gelas (pexels.com/olly)
ilustrasi perempuan sedang memegang gelas (pexels.com/olly)

Menariknya, terlalu larut dalam fantasi sukses bisa membuat tubuh justru kurang siap bertindak. Karena itu, setelah membuat vision board, jangan berhenti di rasa semangat sesaat. Ubah setiap gambar menjadi langkah kecil yang bisa dilakukan hari ini. Ketika tubuh dan pikiran sama-sama aktif, peluang tujuanmu tercapai jadi lebih besar.

“Orang-orang yang terlalu sibuk membayangkan betapa hebatnya hidup mereka saat mencapai tujuan, tekanan darah bagian bawah mereka cenderung turun. Padahal, para ahli motivasi mengatakan tekanan darah ini menunjukkan seberapa siap tubuh kita untuk bangkit dan mulai bertindak,” jelas Dr. Emily Balcetis, PhD, Profesor Psikologi, New York University (NYU), dikutip dari Forbes.

4. Latih kemampuan menunda kepuasan

ilustrasi bekerja di depan laptop (pexels.com/shkrabaanthony)
ilustrasi bekerja di depan laptop (pexels.com/shkrabaanthony)

Salah satu alasan vision board gagal adalah kurangnya konsistensi. Kamu mungkin semangat di awal, tetapi mudah terdistraksi oleh hal-hal instan yang terasa lebih menyenangkan. Di sinilah pentingnya kemampuan menunda kepuasan.

Misalnya, dibandingkan menonton serial TV berjam-jam, gunakan waktu tersebut untuk mengembangkan keterampilan atau mengerjakan proyek yang mendekatkanmu pada tujuan. Kebiasaan ini melatih disiplin dan memperkuat kontrol diri. Seiring waktu, kamu membangun ketahanan mental yang dibutuhkan untuk bertahan dalam proses panjang.

5. Jadikan vision board sebagai alat aksi, bukan pajangan

ilustrasi vision board (.pexels.com/polinazimmerman)
ilustrasi vision board (.pexels.com/polinazimmerman)

Vision board seharusnya bukan hanya dekorasi estetik di kamar. Ia perlu ditempatkan di ruang yang sering kamu lihat agar menjadi pengingat harian. Namun, pengingat saja tidak cukup tanpa aksi.

Setiap kali melihatnya, tanyakan: langkah kecil apa yang bisa kulakukan hari ini? Fokus pada progres, bukan kesempurnaan. Dengan begitu, vision board benar-benar menjadi jembatan antara mimpi dan realita.

Pada akhirnya, vision board memang bisa membantu, tapi bukan dengan cara magis. Kuncinya ada pada kombinasi visualisasi, perencanaan, dan tindakan konsisten. Jadi, jangan cuma bermimpi, tapi siapkan strategi dan mulai bergerak hari ini juga.

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

10 Clean Outfit ala Andini Ajeng, Modis buat Bukber di Restoran Buffet!

23 Feb 2026, 18:47 WIBLife