Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi keranjang baju bekas (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Lemari penuh dengan kaus yang sudah jarang dipakai, celana yang tidak muat, atau pakaian lama yang masih bagus tetapi sayang untuk dibuang? Kalau dibiarkan, tumpukan baju tersebut bisa membuat lemari semakin sesak dan kamar terlihat berantakan. Padahal, pakaian yang sudah tidak terpakai masih bisa dimanfaatkan menjadi benda baru yang fungsional, salah satunya keranjang penyimpanan.

Membuat keranjang penyimpanan sendiri atau DIY (do it yourself) tidak harus membutuhkan keterampilan menjahit tingkat lanjut maupun bahan yang mahal. Kamu bisa memanfaatkan kaus bekas, kemeja, atau celana berbahan denim untuk membuat wadah penyimpanan yang unik.

1. Pilih baju lama yang cocok untuk dijadikan keranjang

ilustrasi orang memilah baju untuk dicuci (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Langkah pertama adalah memilah pakaian yang sudah tidak digunakan. Kaus berbahan katun cocok untuk keranjang ringan, seperti tempat kaus kaki, aksesori, atau perlengkapan meja belajar. Sementara itu, celana jeans dan jaket denim bisa dimanfaatkan untuk membuat keranjang yang lebih kokoh.

Kamu juga dapat menggabungkan beberapa jenis kain untuk menghasilkan motif yang lebih menarik. Periksa kondisi pakaian sebelum mulai memotongnya. Pilih bahan yang masih kuat, tidak berjamur, dan tidak memiliki bau apek yang sulit dihilangkan.

Cuci pakaian terlebih dahulu, lalu keringkan hingga benar-benar tidak lembap. Jika terdapat bagian yang sobek atau menipis, gunakan bagian kain yang masih bagus agar keranjang tidak mudah rusak ketika dipakai.

2. Siapkan alat dan bahan untuk membuat keranjang DIY

ilustrasi alat dan bahan kerajinan (pixabay.com/jankosmowski)

Kamu tidak perlu membeli banyak perlengkapan untuk memulai proyek ini. Cukup siapkan pakaian bekas, gunting kain, penggaris, jarum, benang, dan kapur jahit atau pensil untuk menandai pola. Jika memiliki mesin jahit, prosesnya akan lebih cepat. Namun, jahitan tangan juga bisa digunakan selama dibuat cukup rapat dan kuat. Untuk membuat keranjang yang dapat berdiri tegak, siapkan pula kain pelapis yang lebih tebal, seperti interfacing atau kain katun berlapis.

Alternatif hematnya, manfaatkan beberapa lapisan kain bekas yang dijahit bersama. Kamu juga bisa menggunakan potongan denim untuk bagian alas agar lebih kokoh, terutama jika keranjang akan dipakai untuk menyimpan barang yang agak berat.

Tentukan ukuran keranjang sesuai kebutuhan sebelum memotong bahan. Contoh, keranjang kecil berukuran sekitar 15 × 15 × 12 cm cocok untuk aksesori, sedangkan ukuran 25 × 25 × 20 cm dapat digunakan untuk menyimpan pakaian kecil atau perlengkapan kamar. Ukuran tersebut bisa disesuaikan dengan jumlah bahan yang tersedia dan tempat penyimpanannya.

3. Jahit kaus bekas menjadi keranjang penyimpanan sederhana

Ilustrasi wadah es krim (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Cara paling sederhana untuk pemula adalah membuat keranjang berbentuk kotak dari kaus bekas. Potong kain menjadi dua bagian untuk sisi luar dan dalam, lalu buat potongan tambahan untuk alas. Sebagai contoh, kamu bisa menggunakan empat panel berukuran 15 × 12 cm dan satu panel alas berukuran 15 × 15 cm untuk membentuk keranjang kecil.

Tambahkan ukuran sesuai kebutuhan dan jangan lupa menyediakan sedikit kain ekstra untuk jahitan. Jahit panel-panel tersebut hingga membentuk kantong, kemudian satukan alas dengan keempat sisinya. Jika menggunakan mesin jahit, pilih jahitan yang cukup rapat agar tidak mudah lepas.

Jika memakai jarum tangan, gunakan jahitan berulang pada bagian sudut dan alas karena bagian tersebut akan menerima beban lebih besar. Setelah selesai, balik kain agar sambungan jahitan tersembunyi di bagian dalam. Agar bentuk keranjang lebih kokoh, masukkan lapisan kain tebal di antara kain luar dan kain dalam sebelum menjahit seluruh bagian.

Kamu juga dapat melipat bagian atas ke arah luar untuk membuat bibir keranjang yang rapi. Hasilnya bisa digunakan untuk menyimpan kaus kaki, ikat rambut, kabel, alat tulis, atau perlengkapan kecil lainnya. Hindari menggunakannya untuk barang berat jika bahan dan jahitannya belum cukup kuat.

4. Sulap celana jeans bekas menjadi keranjang yang lebih kokoh

Ilustrasi keranjang baju bekas (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Celana jeans yang sudah tidak terpakai bisa menjadi bahan menarik untuk membuat keranjang penyimpanan dengan tampilan kasual. Denim umumnya lebih tebal dibandingkan kaus, sehingga cocok untuk menyimpan barang seperti buku catatan, aksesori, perlengkapan menjahit, atau barang-barang kecil di meja kerja.

Bagian saku jeans bahkan dapat dipertahankan sebagai kantong tambahan untuk menyimpan benda yang sering digunakan. Potong bagian kaki celana sesuai tinggi keranjang yang diinginkan, kemudian gunakan potongan kain lain untuk membuat alas. Jahit bagian bawah dengan kuat dan rapikan tepian kain agar tidak mudah terurai.

Jika menggunakan bagian kaki celana sebagai badan keranjang, kamu bisa mempertahankan bentuk tabungnya agar proses pembuatan lebih sederhana. Tambahkan lapisan kain di bagian dalam jika ingin hasil yang lebih rapi. Untuk mempercantik tampilannya, kombinasikan denim dengan kain bermotif dari kemeja lama atau tambahkan pegangan dari sisa kain tebal.

5. Percantik keranjang dan tentukan fungsi penyimpanannya

Ilustrasi keranjang laundry (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Setelah keranjang selesai dibuat, saatnya mempercantik tampilannya. Gunakan kombinasi warna yang sesuai dengan dekorasi kamar, misalnya putih, krem, dan cokelat untuk gaya minimalis atau warna pastel untuk kesan ceria. Potongan kain dengan motif bunga, garis, atau kotak-kotak juga bisa disusun menjadi desain patchwork yang unik.

Jika menyukai tampilan sederhana, pertahankan warna denim dan tambahkan label kecil pada bagian depan. Selanjutnya, tentukan fungsi setiap keranjang agar barang tidak kembali menumpuk sembarangan. Keranjang kecil dapat digunakan untuk aksesori dan alat tulis, sedangkan keranjang berukuran sedang cocok untuk menyimpan pakaian dalam, kaus kaki, atau perlengkapan perawatan diri.

Letakkan di rak, meja, lemari, atau sudut kamar yang mudah dijangkau. Jika membuat beberapa keranjang sekaligus, gunakan label agar setiap anggota keluarga mengetahui tempat penyimpanan masing-masing.

Baju lama yang menumpuk di lemari ternyata tidak selalu harus dibuang atau disimpan tanpa kepastian kapan akan digunakan kembali. Dengan sedikit kreativitas, pakaian tersebut bisa berubah menjadi keranjang penyimpanan yang berguna sekaligus mempercantik kamar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article