Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berapa Kali Kertas Didaur Ulang? Kenali Paper Recycling Limits
ilustrasi orang menyortir limbah kertas (pexels.com/SHVETS production)
  • Kertas tidak bisa didaur ulang tanpa batas; serat selulosa memendek dan melemah setiap kali dihancurkan menjadi pulp, sehingga umumnya hanya dapat diproses ulang lima hingga tujuh kali.
  • Majalah, koran, kertas cetak, karton kemasan, serta kemasan susu dan jus termasuk yang dapat didaur ulang, sementara tisu tidak karena seratnya sudah pendek dan rentan terkontaminasi.
  • Daur ulang kertas meliputi pengumpulan, pemilahan, pengangkutan, pembuatan pulp, pembersihan tinta, dan pengeringan; merawat atau meneruskan buku bekas turut mengurangi kebutuhan produksi baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Meneruskan buku bekas nyatanya lebih baik dibanding didaur ulang. Alasannya bukan hanya karena penghematan terhadap bahan baku barang baru, menguatkan akses literasi, menekan timbunan limbah, dan menekan laju produksi buku, tetapi juga karena paper recycling limits.

Pernah mendengar konsep ini? Singkatnya, paper recycling limits adalah batas maksimal berapa kali kertas atau olahan serat kayu bisa didaur ulang sebelum akhirnya gak bisa digunakan lagi.

Mungkin, banyak dari kita menganggap bahwa kertas itu selalu dapat di-recycle: dilebur, kemudian dicetak ulang menjadi kertas baru, begitu seterusnya tanpa akhir. Padahal, realitanya gak demikian. Nah, supaya kamu lebih paham tentang paper recycling limits, berikut penjelasan lengkapnya!

1. Jenis kertas yang bisa didaur ulang

ilustrasikan orang mendonasikan buku (pexels.com/Blue Bird)

Daur ulang kertas itu salah satu bentuk pengelolaan lingkungan dan penghijauan, tapi bisakah serat didaur ulang selamanya? Kita perlu memahami terlebih dulu bahwa ada jenis kertas yang bisa didaur ulang dan ada yang gak bisa didaur ulang. Jenis kertas yang bisa didaur ulang seperti majalah, koran, kertas cetak, karton kemasan, hingga kemasan susu dan jus.

Dilansir laman Arah Environmental Indonesia, fakta menariknya ialah diperkirakan 200 juta ton kertas dan karton diproduksi setiap tahun dari kertas daur ulang. Salah satu produk daur ulang tersebut adalah tisu. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa tisu gak bisa didaur ulang karena tisu sendiri merupakan produk hasil daur ulang berkali-kali. Dengan kata lain, tisu gak bisa didaur ulang karena seratnya sudah terlalu pendek, selain karena rentan terkontaminasi.

2. Daur ulang kertas punya batasan

ilustrasi orang membuang limbah kertas (pexels.com/cottonbro studio)

Faktanya, daur ulang memiliki keterbatasannya. Dilansir laman Universal Eco, proses daur ulang kertas bisa dilakukan sebanyak lima hingga tujuh kali, tergantung dari seratnya. Kalau serat sudah terlalu pendek, proses daur ulang kertas itu tidak bisa lagi dilakukan.

Proses pemendekan serat ini terjadi karena tiap kali kertas dihancurkan dan dilebur menjadi pulp (bubur kertas), serat selulosanya dipotong secara mekanis maupun kimiawi. Hal ini membuat daya rekat antarserat melemah dan menurun. Inilah kenapa daur ulang kertas gak bisa dilakukan selamanya tanpa henti. Sebab, kualitas dan kekuatan kertas pun ada limitnya sendiri.

3. Proses daur ulang sampah kertas

ilustrasi orang membuang limbah kertas (pexels.com/SHVETS production)

Lantas, bagaimana proses daur ulang sampah kertas itu? Gak semua kertas yang didaur ulang punya kualitas yang baik, ya. Sebab, setiap kertas memiliki kemampuan berbeda untuk didaur ulang. Adapun secara umum, daur ulang terdiri dari 6 proses, berikut penjelasannya.

  1. Pengumpulan (collection) adalah proses pengumpulan sampah kertas dengan sistem yang terstruktur dan efisien.

  2. Pemilahan (sorting) adalah proses pemilahan kertas berdasarkan kualitas dan jumlah seratnya.

  3. Pengangkutan (transportation) adalah proses pengangkutan kertas yang telah dipilah ke industri daur ulang kertas.

  4. Pembuatan bubur kertas (shredding & pulping) adalah proses mengubah kertas menjadi potongan kecil, lalu dicampur air dan bahan kimia untuk menguraikan seratnya hingga menjadi pulp (bubur kertas). Selanjutnya, pulp disaring untuk memisahkan partikel besar dan kecil (screening pulp).

  5. Pembersihan tinta (de-inking) adalah proses pemberian campuran kimia untuk menghilangkan pewarna dan tinta. Dalam proses ini, ditambahkan pula hidrogen peroksida untuk meningkatkan warna putih pada kertas.

  6. Pengeringan (drying) adalah proses pengeringan pulp dengan cara diperas menggunakan mesin rol. Pulp juga akan melewati rol dengan suhu 54 derajat celcius hingga membentuk lembaran dan gulungan kertas baru.

Daur ulang memang menjadi solusi yang baik untuk kelestarian lingkungan, tetapi bukan tanpa batas, ya. Ada istilah paper recycling limits. Dengan begitu, kita bisa mengelola lingkungan gak terbatas pada mendaur ulang saja, tetapi juga bisa dengan menghemat kertas, merawat buku, atau meneruskan buku ke orang lain alih-alih langsung mendaur ulangnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article