Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Cara Hemat Air saat Mencuci Piring agar Tagihan Tidak Naik

Orang mencuci piring di dapur
Orang mencuci piring di dapur (Pexels.com/ Sarah Cha)
Intinya sih...
  • Matikan keran saat menggosok piring untuk menghemat air
  • Bersihkan sisa makanan sebelum mencuci agar air tidak cepat kotor
  • Rendam piring kotor terlebih dahulu untuk memudahkan proses mencuci dan menghemat air
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tagihan air suka tiba-tiba naik tiap bulan? Mungkin kamu tidak sadar kalau beberapa aktivitas sederhana di dapur ternyata bisa ikut membuat tagihan naik. Salah satunya adalah cuci piring

Kegiatan ini sekilas terlihat sepele, tapi jika berlangsung setiap hari bisa membuat tagihan membengkak. Cara mencuci piring yang tepat bisa memengaruhi jumlah pemakaian air. Kebiasaan saat cuci piring berkaitan langsung dengan penggunaan air. Berikut beberapa cara hemat air saat mencuci piring agar tagihan tidak naik.

1. Matikan keran saat menggosok piring

Perempuan berdiri depan wastafel
Perempuan berdiri depan wastafel (Pexels.com/ MART PRODUCTION)

Saat cuci piring, ada jeda cukup lama ketika sedang menggosok piring dengan spons dan sabun. Di waktu ini, air tidak banyak terpakai. Kalau piring yang dicuci cukup banyak, tahap menggosok bisa memakan waktu lama. Matikan keran saat sedang menggosok dan hanya nyalakan saat perlu untuk membilas. Dengan cara ini, pemakaian air tidak hanya berdasarkan jumlah piring, tapi juga kebiasaan membiarkan air mengalir. 

2. Bersihkan sisa makanan terlebih dahulu

Piring kotor yang menumpuk
Piring kotor yang menumpuk (Unsplash.com/ Portuguese Gravity)

Pastikan tidak ada sisa makanan di piring saat mencucinya. Hal ini karena sisa makanan akan bercampur dengan air dan sabun. Hasilnya, air jadi cepat keruh, licin, dan berminyak. Selain itu, tidak membuang sisa makanan juga bisa membuat proses membilas piring lebih lama karena sisa makanan sulit hilang. 

Saat sisa makanan dibuang dulu ke tempat sampah, kondisi piring akan jauh lebih ringan dan mudah. Air sabun tidak cepat kotor dan proses menggosok juga jadi lebih cepat. Bilasan juga tidak perlu lama karena tidak ada sisa padat yang menempel.  

3. Rendam piring kotor

Orang mencuci piring
Orang mencuci piring (Freepik.com/ Freepik)

Piring kotor sering membuat orang harus menyiram lebih banyak air sambil menggosok dengan keras. Hasilnya, air akan mengalir cukup lama karena kotoran tidak langsung lepas. Cara ini membuat air terus terpakai. 

Jika piring direndam lebih dulu dengan air sabun, kamu tidak perlu menyalakan keran terus menerus. Merendam dengan air sabun terlebih dahulu, membuat kotoran yang sudah kering atau lengket akan lebih mudah dibersihkan. 

Setelah direndam, kamu hanya perlu menggosoknya secara ringan. Kamu juga tidak perlu membilas dengan air terlalu lama karena kotoran sudah terangkat terlebih dahulu. Merendam piring kotor membuat kamu tidak perlu menyiram secara terus menerus sehingga lebih hemat. 

4. Gunakan baskom untuk mencuci piring

Orang mencuci piring
Orang mencuci piring (Freepik.com/ Freepik)

Mencuci piring langsung di bawah keran membuat air terus mengalir. Cara ini memang terasa lebih praktis, tapi air yang terpakai jumlahnya lebih banyak. Dengan menggunakan baskom, mencuci piring jadi lebih hemat air. 

Masukkan semua piring kotor ke dalam baskom untuk digosok satu per satu. Air di baskom ini tidak mengalir, tapi tetap berguna untuk membersihkan. Setelah selesai digosok, susun piring di baskom lain untuk membilas. 

Air keran hanya dipakai saat mengisi baskom, bukan selama proses mencuci. Dengan cara ini, jumlah air lebih mudah terkontrol karena tidak bergantung pada aliran keran secara terus menerus. 

5. Gunakan sabun secukupnya

Orang cuci piring
Orang cuci piring (Pexels.com/ MART PRODUCTION)

Menggunakan sabun terlalu banyak justru membuat saat membilas jadi lebih lama. Busa menempel di piring, gelas, dan alat masak. Air perlu mengalir lebih lama sampai busa benar-benar hilang. 

Saat kamu memakai sabun secukupnya, busa tetap ada untuk mengangkat kotoran, tapi tidak banyak. Selain itu, piring juga terasa bersih tanpa terasa licin. Membilas juga jadi lebih cepat karena busa mudah hilang. 

6. Cuci dari yang paling tidak kotor

Orang mencuci piring kotor
Orang mencuci piring kotor (Pexesl.com/ Hannah Grapp)

Urutan mencuci terlebih cukup penting karena bisa mempengaruhi kondisi air. Jika piring paling kotor dicuci lebih dulu, air sabun bisa cepat berubah jadi kotor dan berminyak. Piring yang lebih bersih ikut kena air sabun yang sudah kotor. 

Memperhatikan urutan juga menjadi cara untuk menghemat air. Mulai dari gelas, sendok, atau piring yang tidak terlalu kotor. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengganti air atau membilas lebih lama.

7. Cek kebocoran keran

ilustrasi dapur rapi
ilustrasi dapur rapi (Pexels.com/ Lisa Anna)

Keran yang menetes sering tidak dianggap sebagai masalah. Meski tetesan kecil dan langsung masuk ke saluran air, namun jika terjadi dalam waktu lama bisa membuat air yang terbuang banyak. Kondisi ini bisa membuat pemakaian air naik meski kamu tidak mencuci apapun. Agar hal ini terhindar, kamu perlu memastikan keran benar-benar mati dan tidak ada lagi air yang menetes. 

8. Manfaatkan air sisa rendaman

Orang mencuci piring
Orang mencuci piring (Freepik.com/ Freepik)

Jangan langsung buang air rendaman piring begitu saja setelah dipakai. Air yang mengandung sabun ini masih bisa dimanfaatkan meski sudah digunakan untuk menghilangkan kotoran. Air ini bisa kamu gunakan untuk merendam piring kotor lain. Dengan cara ini,  air baru dari keran tidak langsung terpakai. Aliran air baru hanya digunakan saat benar-benar perlu, misalnya saat membilas di akhir.

Dengan memperhatikan cara hemat air saat mencuci piring agar tagihan tidak naik, pemakaian air bisa lebih terkontrol. Meski terlihat sepele, pemakaian air yang tidak terkontrol dan dilakukan secara berulang bisa membuat tagihan air jadi naik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

Kenapa Penting Meminta Maaf kepada Anak?

07 Jan 2026, 23:54 WIBLife