Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mengatasi Gulma Tanpa Merusak Rumput, Halaman Rumah Jadi Lebih Rapi
ilustrasi memotong rumput pakai alat (pexels.com/pascal-kuffer)

Gulma yang tumbuh di sela-sela rumput dapat mengganggu tampilan halaman rumah dan menyerap air serta nutrisi yang dibutuhkan rumput untuk tumbuh sehat. Tak heran jika banyak orang memilih cara cepat untuk membasminya tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kondisi rumput.

Padahal, penggunaan metode yang kurang tepat justru dapat membuat rumput menjadi tipis, mengering, bahkan mati. Kabar baiknya, ada beberapa cara yang direkomendasikan para ahli untuk mengatasi gulma tanpa merusak rumput di halaman rumah. Yuk, simak beberapa langkah yang bisa kamu lakukan berikut ini!

1. Gunakan herbisida pre-emergent sejak awal

ilustrasi menggemburkan tanah (pexels.com/thirdman)

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi gulma adalah mencegahnya tumbuh sejak awal dengan menggunakan herbisida pre-emergent. Produk ini bekerja dengan menghambat perkecambahan biji gulma sehingga dapat mengurangi pertumbuhannya di halaman rumput.

Agar efektif, pre-emergent perlu digunakan pada waktu yang tepat dan tidak diaplikasikan pada area yang baru ditanami benih rumput. Dengan penggunaan yang tepat, rumput pun dapat tumbuh lebih sehat tanpa harus bersaing dengan gulma.

"Mencegah munculnya gulma merupakan cara paling efektif untuk mengatasinya tanpa merusak rumput di halaman. Menghambat gulma agar tidak berkecambah sejak awal dan memastikan rumput mendapatkan nutrisi yang cukup adalah cara terbaik untuk mencegah gulma tumbuh dan menyebar di halaman rumah," ujar Matthew Koch, PhD, pakar perawatan rumput sekaligus Research and Development Fellow di ScottsMiracle-Gro, dikutip dari Real Simple.

2. Cabut gulma ketika tanah dalam kondisi lembap

ilustrasi potongan rumput (pexels.com/nhavan)

Tidak semua gulma perlu dibasmi menggunakan bahan kimia. Gulma berakar dangkal dapat dicabut secara manual, terutama saat masih muda dan belum menghasilkan biji sehingga lebih mudah dihilangkan.

Sebelum mencabutnya, pastikan tanah dalam kondisi lembap agar akar gulma dapat terangkat dengan sempurna. Cara sederhana ini tidak hanya mempermudah proses pencabutan, tetapi juga membantu menjaga rumput di sekitarnya tetap sehat dan tidak rusak.

"Menyiram tanah sebelum mencabut gulma dapat mempermudah prosesnya karena tanah yang lembap akan membuat akar gulma lebih mudah terangkat. Sebaliknya, pada tanah yang kering dan padat, gulma sering kali patah di permukaan sehingga akarnya tertinggal di dalam tanah," ujar Ryan Walts, Training Manager dan Business Coach di Lawn Squad, dikutip dari Real Simple.

3. Rawat rumput secara rutin agar tumbuh lebih lebat

ilustrasi rumput hijau (pexels.com/jennifervl)

Rumput yang sehat dan tumbuh lebat merupakan pertahanan alami terbaik untuk melawan gulma. Semakin rapat pertumbuhan rumput, semakin sedikit ruang yang tersedia bagi gulma untuk berkembang. Oleh karena itu, perawatan rutin menjadi langkah penting yang tidak boleh diabaikan.

Kamu bisa merawat rumput dengan melakukan pemupukan dan penyiraman secara rutin serta menambahkan benih pada area yang mulai menipis. Rumput yang tumbuh lebat dan sehat akan membuat gulma lebih sulit mendapatkan ruang, air, dan nutrisi untuk berkembang.

"Untuk mengurangi pertumbuhan gulma dalam jangka panjang, fokuslah pada kesehatan rumput secara keseluruhan melalui pemupukan rutin, pemotongan rumput yang tepat, dan pengendalian gulma yang konsisten. Rumput yang tumbuh lebat dan sehat merupakan pertahanan terbaik untuk mencegah gulma tumbuh sejak awal," ujar Ryan Walts.

4. Potong rumput secara rutin dengan tinggi yang tepat

ilustrasi memotong rumput pakai alat (pexels.com/pascal-kuffer)

Memotong rumput secara rutin dapat membantu menghambat pertumbuhan gulma karena mengurangi paparan sinar matahari yang dibutuhkannya untuk tumbuh. Selain itu, rumput yang terawat juga akan tumbuh lebih lebat dan sehat.

Namun, hindari memotong rumput terlalu pendek karena dapat membuatnya mengalami stres dan lebih rentan ditumbuhi gulma. Sebaiknya, sesuaikan tinggi potongan rumput dengan jenis rumput yang ditanam agar tetap tumbuh optimal.

"Memotong rumput terlalu pendek mungkin terdengar seperti ide yang baik, tetapi justru dapat membuat rumput mengalami stres. Kondisi ini dapat menghambat pertumbuhannya, membuat rumput menjadi lebih tipis, dan memicu gulma tumbuh lebih mudah," ujar Craig Elworthy, pakar perawatan rumput alami sekaligus pendiri Lawnbright, dikutip dari Real Simple.

5. Hindari menggunakan bahan alami secara sembarangan

ilustrasi perlengkapan menanam tanaman (pexels.com/garybarnes)

Banyak orang memanfaatkan bahan-bahan rumah tangga seperti cuka, sabun cuci piring, atau amonia untuk membasmi gulma. Meski sering dianggap lebih aman dan ramah lingkungan, metode ini ternyata tidak selalu cocok digunakan pada area yang ditumbuhi rumput. Penggunaannya yang kurang tepat justru dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman yang ingin dipertahankan.

Beberapa bahan alami juga hanya mampu membunuh bagian atas gulma tanpa menghilangkan akarnya. Akibatnya, gulma dapat tumbuh kembali dalam waktu yang relatif singkat. Jika ingin menggunakannya, bahan-bahan tersebut lebih cocok diaplikasikan pada retakan paving atau area tanpa rumput.

Mengatasi gulma tanpa merusak rumput sebenarnya tidak terlalu sulit jika dilakukan dengan cara yang tepat. Dengan mengutamakan pencegahan dan menjaga kesehatan rumput secara rutin, halaman rumah pun bisa tetap hijau, rapi, dan bebas dari gulma.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article