Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DIY Kebun Herbal Mini di Dapur, Gak Butuh Banyak Ruang!
Ilustrasi mini garden (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Punya sudut kosong di dapur? Kamu bisa memanfaatkannya untuk membuat kebun herbal mini yang tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga menyediakan daun segar untuk memasak. Tidak perlu halaman luas karena beberapa tanaman herbal dapat tumbuh dengan baik di dalam pot dan ditempatkan dekat jendela.

Kebun herbal mini juga bisa menjadi proyek berkebun yang cocok untuk pemula. Tanaman seperti basil, mint, kucai, parsley, oregano, dan thyme termasuk beberapa jenis yang dapat dicoba untuk ditanam di dalam ruangan.

1. Pilih herbal yang cocok untuk dapur

ilustrasi memanen daun basil (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Langkah pertama adalah menentukan tanaman yang ingin ditanam. Pilih herbal yang memang sering digunakan dalam masakan agar kebun mini tidak hanya menjadi dekorasi. Basil bisa digunakan untuk berbagai hidangan, sementara daun mint cocok untuk minuman dan makanan penutup.

Kamu juga bisa mencoba kucai, mint, parsley, oregano, atau thyme. Untuk pemula, ada baiknya kamu jangan langsung memilih terlalu banyak jenis. Mulailah dengan dua atau tiga tanaman yang kebutuhan perawatannya relatif mudah.

"Menurut saya, tanaman herbal adalah salah satu pilihan terbaik bagi pemula yang ingin mencoba berkebun," ujar Krista Quinn, penyuluh hortikultura dikutip dari University of Arkansas Division of Agriculture.

2. Gunakan pot kecil dengan drainase baik

Menanam bunga dalam pot kecil yang lucu (Pixaby.com/milivigerova)

Setelah memilih tanaman, siapkan wadah yang sesuai. Kamu bisa menggunakan pot kecil berbahan tanah liat, keramik, atau pot plastik yang memiliki lubang drainase. Ukuran pot tidak perlu terlalu besar karena kebun herbal mini memang dirancang untuk menghemat tempat di dapur.

Lubang drainase menjadi bagian penting karena air yang menggenang dapat membuat media terlalu basah dan meningkatkan risiko akar membusuk. University of Minnesota Extension menegaskan bahwa semua wadah untuk tanaman herbal, baik di dalam maupun luar ruangan, sebaiknya memiliki lubang drainase.

Media tanam juga sebaiknya memiliki kemampuan mengalirkan air dengan baik. Pilih media tanam yang ringan dan memiliki drainase baik untuk herbal dalam wadah. University of Maryland Extension menyarankan campuran dua bagian soilless potting mix dengan satu bagian perlite untuk penanaman herbal di dalam ruangan.

"Saat menanam, campurkan dua bagian media tanam tanpa tanah dengan satu bagian perlit. Wadah harus memiliki lubang drainase yang memadai," dikutip dari University of Maryland Extension.

3. Atur posisi kebun herbal agar mendapat cahaya

ilustrasi daun mint (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Setelah tanaman ditanam, pilih lokasi yang mendapatkan cahaya cukup. Area dekat jendela yang terang biasanya menjadi pilihan praktis untuk kebun herbal di dapur. Namun, jangan hanya mengandalkan kedekatan dengan jendela karena intensitas cahaya yang diterima tanaman bisa berbeda-beda.

Sebagian besar herbal membutuhkan setidaknya enam jam sinar matahari penuh setiap hari. Jika cahaya alami di dapur tidak mencukupi, penggunaan grow light bisa menjadi alternatif.

"Sebagian besar tanaman herbal membutuhkan setidaknya enam jam sinar matahari langsung setiap hari; paparan sinar matahari penuh menghasilkan pertumbuhan terbaik," saran University of Minnesota.

4. Buat susunan yang rapi dan estetik

Ilustrasi mini garden (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

Kebun herbal mini tidak harus terlihat seperti deretan pot biasa. Kamu bisa menggunakan beberapa pot dengan ukuran dan warna yang senada agar tampak lebih rapi. Tambahkan label kecil berisi nama tanaman sehingga kamu tidak perlu menebak ketika hendak mengambil daun untuk memasak.

Jika ruang di dapur terbatas, gunakan rak bertingkat atau letakkan beberapa pot dalam satu nampan. Nampan juga dapat membantu menampung sisa air setelah penyiraman sehingga permukaan meja atau ambang jendela tidak mudah basah. Pastikan tetap ada ruang di antara tanaman agar sirkulasi udara tidak terlalu buruk.

5. Rawat dan panen herbal secara berkala

Ilustrasi tanaman mint (pexels.com/Sutee Vichaporn)

Perawatan utama kebun herbal mini adalah penyiraman yang tepat. Jangan menyiram tanaman hanya berdasarkan jadwal karena kebutuhan air setiap jenis herbal dapat berbeda. Sebelum menyiram, periksa kondisi media dengan menyentuh permukaannya. Jika masih lembap, penyiraman bisa ditunda.

"Siramlah secara teratur dan jangan biarkan tanaman sampai layu. Lakukan pemanenan sepanjang musim dengan memotong daun dan batang sesuai kebutuhan," dikutip dari University of Minnesota.

Tanaman herbal dalam ruangan sebaiknya disiram ketika media mulai kering sekitar setengah inci di bawah permukaan. University ini juga mengingatkan bahwa media yang terus-menerus basah dapat mendorong terjadinya busuk akar.

Saat tanaman sudah cukup rimbun, kamu bisa mulai memanen daunnya sedikit demi sedikit. Potong bagian ujung batang menggunakan gunting yang bersih agar tanaman terdorong untuk menghasilkan percabangan baru.

"Cara terbaik untuk memanen sebagian besar tanaman herbal adalah dengan memotong ujung batangnya beserta beberapa helai daun yang melekat. Tindakan ini merangsang tanaman untuk lebih banyak bercabang serta membuang bunga dan kuncup bunga yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan membuat rasa sebagian tanaman herbal menjadi pahit," kata Krista Quinn.

DIY kebun herbal mini di dapur bisa menjadi cara sederhana untuk menghadirkan tanaman hijau sekaligus membuat bahan masakan lebih mudah dijangkau. Mulailah dengan beberapa herbal yang sesuai, gunakan pot dengan drainase baik, letakkan di area yang mendapat cahaya cukup, lalu rawat dengan penyiraman dan pemangkasan yang tepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article