Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Hal di Kamar yang Diam-diam Bikin Gerah saat Cuaca Panas

5 min read
 7 Hal di Kamar yang Diam-diam Bikin Gerah saat Cuaca Panas
ilustrasi kamar dengan wallpaper unik (pexels.com/cottonbro)
Share Article

Cuaca panas gak cuma bikin tubuh cepat gerah, tetapi juga membuat kamar tidur terasa lebih pengap dari biasanya. Tanpa disadari, beberapa benda di dalam kamar justru bisa memerangkap panas atau menghambat sirkulasi udara sehingga ruangan terasa makin gak nyaman.

Padahal, ada beberapa hal sederhana yang bisa kamu ubah untuk membantu kamar terasa lebih sejuk. Mulai dari selimut tebal, perangkat elektronik, hingga posisi furnitur, yuk cek apa saja yang diam-diam bikin kamar tidur terasa lebih panas saat cuaca panas!

  1. 1. Selimut dan perlengkapan tidur yang terlalu tebal

    ilustrasi membersihkan tempat tidur (pexels.com/cottonbro)
    ilustrasi membersihkan tempat tidur (pexels.com/cottonbro)

    Selimut tebal memang terasa nyaman saat malam dingin, tetapi bisa jadi kurang cocok digunakan ketika cuaca sedang panas. Bahan yang terlalu tebal dapat memerangkap panas tubuh saat kamu tidur sehingga tubuh lebih sulit melepaskan panas secara alami. Akibatnya, meski suhu kamar sebenarnya cukup nyaman, tempat tidur tetap bisa terasa gerah.

    “Selimut tebal dan comforter berat memerangkap panas tubuh saat kamu tidur sehingga tubuh menjadi jauh lebih sulit mendinginkan dirinya secara alami,” ujar Josh Mitchell, ahli HVAC dan pendiri AirConditionerLab, dikutip dari Homes & Gardens.

    Saat cuaca panas, coba ganti perlengkapan tidur dengan seprai berbahan katun ringan atau linen yang lebih mudah bernapas. Simpan dulu selimut dan comforter tebal hingga suhu kembali lebih sejuk agar panas dan kelembapan lebih mudah keluar. Cara sederhana ini juga bisa membuat tempat tidur terasa lebih nyaman tanpa harus langsung menurunkan suhu AC.

  2. 2. Kasur memory foam

    ilustrasi kasur dan bantal (pexels.com/castorlystock)
    ilustrasi kasur dan bantal (pexels.com/castorlystock)

    Kasur memory foam dikenal mampu mengikuti bentuk tubuh dan memberikan bantalan yang nyaman saat tidur. Namun, jenis kasur ini juga dapat menahan panas tubuh lebih banyak dibandingkan kasur yang memungkinkan aliran udara lebih bebas. Kondisi tersebut bisa membuat permukaan kasur terasa semakin panas, terutama ketika suhu kamar sedang tinggi.

    Kalau belum ingin mengganti kasur, kamu bisa menggunakan mattress topper atau pelindung kasur yang memiliki sirkulasi udara lebih baik. Pilih bahan yang lebih breathable agar panas gak terlalu lama terperangkap di sekitar tubuh saat tidur. Dengan begitu, kamu tetap bisa menggunakan kasur yang ada tanpa membuat tempat tidur terasa semakin pengap.

  3. 3. Perangkat elektronik dan charger yang terus menyala

    ilustrasi charger handphone
    ilustrasi charger handphone (pexels.com/sash2s)

    Laptop, televisi, ponsel, hingga charger yang tetap terhubung ke listrik dapat menghasilkan panas. Jika beberapa perangkat menyala dalam waktu lama di kamar, panas tersebut bisa menambah beban panas dan membuat ruangan semakin gak nyaman.

    Saat cuaca terik, matikan perangkat yang gak digunakan dan cabut charger jika gak diperlukan. Mengisi daya beberapa perangkat di area lain juga bisa membantu mengurangi panas sekaligus konsumsi listrik yang gak perlu.

  4. 4. Furnitur menghalangi ventilasi atau aliran udara

    ilustrasi kamar tidur (pexels.com/jvdm)
    ilustrasi kamar tidur (pexels.com/jvdm)

    Penempatan furnitur ternyata juga berpengaruh terhadap sirkulasi udara di kamar, terutama jika kamu menggunakan AC. Tempat tidur, lemari, atau furnitur besar yang berada tepat di depan ventilasi bisa menghalangi udara dingin menyebar ke seluruh ruangan. Akibatnya, AC mungkin sudah bekerja dengan baik, tetapi bagian kamar tertentu tetap terasa panas.

    “Udara dingin gak bisa bersirkulasi ke seluruh ruangan sehingga area tempat tidur tetap jauh lebih hangat dibandingkan suhu yang ditunjukkan thermostat,” ujar Josh Mitchell.

    Karena itu, coba periksa apakah ada furnitur yang menutupi ventilasi atau jalur keluarnya udara dari AC. Beri ruang yang cukup agar udara bisa bergerak bebas dan menjangkau area tempat tidur. Penataan ulang yang sederhana ini dapat membantu membuat pendinginan ruangan bekerja lebih efektif.

    “Posisi furnitur sama pentingnya dengan material yang kamu pilih dalam menjaga rumah tetap nyaman selama cuaca panas. Banyak pemilik rumah mempertahankan tata letak furnitur yang sama sepanjang tahun tanpa menyadari seberapa besar pengaruhnya terhadap sirkulasi udara,” ujar Marie Goodwin, kepala desainer di Prestigious Textiles, dikutip dari House Beautiful.

  5. 5. Jendela yang langsung terkena sinar matahari

    ilustrasi membersihkan jendela (pexels.com/gantas)
    ilustrasi membersihkan jendela (pexels.com/gantas)

    Sinar matahari yang masuk melalui jendela memang membuat kamar lebih terang, tetapi panasnya juga bisa meningkatkan suhu ruangan. Panas tersebut diserap lantai, dinding, furnitur, dan benda lain sebelum dilepaskan kembali ke udara. Proses yang disebut solar heat gain ini membuat kamar lebih cepat terasa panas, terutama pada siang hari.

    Untuk mengurangi panas yang masuk, tutup tirai, blind, atau penutup jendela ketika sinar matahari sedang terik. Kalau kamar memiliki awning di bagian luar jendela, gunakan untuk menghalangi paparan sinar matahari langsung. Mencegah panas masuk sejak awal bisa membantu mengurangi beban kerja AC ketika kamu mencoba mendinginkan kamar.

  6. 6. Kipas plafon berputar ke arah yang salah

    ilustrasi kipas angin (unsplash.com/delaneyvan)
    ilustrasi kipas angin (unsplash.com/delaneyvan)

    Kipas plafon gak cuma bergantung pada kecepatan putarannya, tetapi juga arahnya. Saat cuaca panas, atur kipas berputar berlawanan arah jarum jam agar udara terdorong ke bawah dan menciptakan hembusan yang lebih sejuk. Kalau kipas terasa kurang efektif, coba periksa kembali arah putarannya.

    “Jika kamu memiliki kipas plafon, pastikan kipas tersebut berputar berlawanan arah jarum jam selama musim panas,” ujar Ryan Osterkamp, pemilik Quality Comfort Home Services, dikutip dari Homes & Gardens.

    Untuk mengeceknya, berdirilah tepat di bawah kipas dan rasakan apakah ada aliran udara ke bawah. Jika gak terasa, periksa sakelar pengubah arah setelah kipas benar-benar berhenti. Perlu diingat, kipas membantu tubuh terasa sejuk lewat pergerakan udara, bukan menurunkan suhu ruangan secara langsung.

  7. 7. Filter AC yang kotor

    ilustrasi kamar tidur
    ilustrasi kamar tidur (pexels.com/artbovich)

    Filter AC yang sudah penuh debu dapat menghambat aliran udara sehingga udara dingin gak bisa bergerak secara optimal. Akibatnya, AC mungkin harus bekerja lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan, tetapi kamar tetap terasa kurang sejuk. Masalah ini juga bisa luput dari perhatian karena orang biasanya langsung mengira suhu AC yang perlu diturunkan.

    Karena itu, periksa kondisi filter secara rutin, terutama saat cuaca panas ketika AC digunakan lebih sering. Josh Mitchell menyarankan pemeriksaan filter setiap bulan dan penggantian setiap satu hingga tiga bulan, tergantung jenis filter dan kondisi rumah. Filter yang bersih membantu menjaga aliran udara tetap lancar sehingga sistem pendingin dapat bekerja lebih efektif.

    Kamar tidur yang terasa gerah saat cuaca panas gak selalu berarti suhu AC perlu diturunkan. Coba periksa kembali perlengkapan tidur, perangkat elektronik, posisi furnitur, jendela, kipas, hingga filter AC agar kamar terasa lebih nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More