Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jenis Pakaian yang Sebaiknya Tidak Direndam, Cek agar Tidak Kendur

Jenis Pakaian yang Sebaiknya Tidak Direndam, Cek agar Tidak Kendur
ilustrasi mencuci baju (freepik.com/freepik)
Share Article

Setiap jenis pakaian memerlukan cara perawatan khusus yang sesuai dengan karakteristik bahannya. Memahami metode perawatan berdasarkan material menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas pakaian, mulai dari mempertahankan serat, warna, hingga bentuknya agar tetap awet.

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan adalah merendam pakaian terlalu lama. Padahal, tidak semua jenis kain aman dibiarkan terbenam dalam air atau larutan pembersih dalam waktu yang lama.

Pada beberapa material, kebiasaan ini justru dapat merusak serat, memudarkan warna, atau mengubah bentuk pakaian. Karena itu, kenali jenis-jenis bahan yang sebaiknya tidak direndam agar pakaian tetap terjaga kualitasnya.

1. Pakaian berbahan alami seperti sutra dan wol

ilustrasi mencuci baju di hotel (vecteezy.com/studio2013)
ilustrasi mencuci baju di hotel (vecteezy.com/studio2013)

Kain sutra memiliki tekstur yang sangat halus karena berasal dari bahan alami. Jika merendam kain sutra dapat merusak lapisan protein yang membuat warna menjadi lebih pudar dan serat kain lebih rapuh. Kain sutra sebaiknya dicuci dengan air tanpa mengucek atau diperas.

Selain kain sutra, pakaian berbahan wol yang berasal dari serat hewani juga tidak direkomendasikan untuk direndam. Terlebih, pada suhu panas ekstrem. Merendam dalam air panas dapat merusak material kain wol sehingga membuatnya menyusut. Sebaiknya mencuci dengan metode dry clean menggunakan detergen khusus wol.

Prinsip yang sama juga diterapkan untuk pakaian berbahan kulit dan suede. Jika terkena kelembapan air dapat merusak tekstur atau warna aslinya. Hasilnya dapat menimbulkan jamur, kerusakan, dan wana yang pudar.

2. Jas atau gaun dengan bahan khusus

Gaun Hian Tjen. (instagram.com/hiantjen)
Gaun Hian Tjen. (instagram.com/hiantjen)

Pakaian seperti jas atau gaun dengan konstruksi khusus biasanya menggunakan material spesifik untuk menciptakan konstruksi tertentu. Misalnya pada jas, terdapat lapisan bantalan di bahu yang terbuat dari bahan foam. Elemen pakaian ini tidak bisa menyerap air secara berlebihan karena dapat merusak volume.

Sama halnya dengan gaun yang memiliki bentuk spesifik karena konstruksi yang rumit dan detail. Misalnya terdapat payet atau manik-manik, detail semacam ini tidak sebaiknya direndam terlalu lama karena bisa terkelupas dan rusak. Untuk itu, perawatan seperti dry clean lebih direkomendasikan supaya kualitas busana tetap terjaga.

3. Baju olahraga

ilustrasi baju olahraga (freepik.com/ freepik)
ilustrasi baju olahraga (freepik.com/ freepik)

Baju olahraga memiliki material khusus dengan serat yang dirancang tipis namun memiliki kemampuan menyerap keringat. Pada dasarnya, boleh saja merendam baju olahraga selama tidak dilakukan terlalu lama. Maksimal merendam baju olahraga selama 30 menit pada air yang telah dicampur detergen untuk membunuh bakteri.

Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa baju olahraga tidak boleh direndam semalaman karena bisa merusak kelenturan bahan, terlebih untuk material spandeks dan poliester. Hal ini juga perlu diperhatikan untuk baju renang yang umumnya menggunakan bahan spandeks atau nilon. Merendam baju renang dengan detergen dapat merusak elastisitas baju sehingga membuatnya kendur.

Itulah beberapa jenis bahan pakaian yang sebaiknya tidak direndam terlalu lama. Perawatan yang tepat sesuai karakteristik kain dapat membantu menjaga kualitas pakaian sehingga tetap awet dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

Anak Bertanya soal Disabilitas? Begini Cara Menjawabnya

26 Jun 2026, 18:09 WIBLife