“Untuk mempercepat waktu pengeringan, gulung sweater dalam handuk bersih dan tekan untuk menghilangkan kelembapan berlebih sebelum membentuk ulang dan membentangkannya hingga kering,” ujar Mary Gagliardi, laundry expert di Clorox, dikutip dari Martha Stewart.
Tak Semua Cucian Cocok Dijemur, Ini Barang yang Perlu Perhatian Khusus

Menjemur pakaian di bawah sinar matahari sudah menjadi kebiasaan banyak orang karena dianggap lebih hemat energi dan praktis. Selain membantu mengurangi penggunaan listrik, cara ini juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan menggunakan mesin pengering. Namun, tidak semua jenis cucian cocok dijemur dengan cara yang sama.
Beberapa bahan justru bisa berubah bentuk, menjadi kaku, atau bahkan menimbulkan bau apek jika dikeringkan secara kurang tepat. Karena itu, penting untuk mengetahui jenis cucian yang memerlukan perhatian khusus. Jangan sampai niat merawat pakaian justru membuatnya lebih cepat rusak. Yuk, cari tahu barang apa saja yang sebaiknya tidak asal dijemur.
1. Sweater tebal mudah melar jika digantung saat basah

Sweater tebal, terutama yang berbahan wol atau rajut, cenderung menyerap banyak air saat dicuci. Ketika digantung dalam kondisi basah, berat air dapat menarik serat kain sehingga bentuk sweater berubah dan menjadi melar. Akibatnya, pakaian favoritmu bisa kehilangan bentuk aslinya.
Agar tetap awet, sweater sebaiknya dikeringkan dengan cara dibentangkan di atas permukaan datar atau rak berjaring. Sebelum dikeringkan, tekan perlahan menggunakan handuk bersih untuk mengurangi kelebihan air tanpa merusak serat kain. Cara ini membantu pakaian kering lebih merata sekaligus menjaga bentuknya tetap rapi.
2. Barang berbahan down bisa menggumpal dan bau apek

Jaket, comforter, atau sleeping bag berbahan down membutuhkan perhatian ekstra saat dikeringkan. Jika hanya dijemur, isi bulunya berisiko menggumpal dan tidak bisa mengembang kembali seperti semula. Hal ini dapat mengurangi kenyamanan sekaligus fungsi insulasinya dalam menjaga kehangatan.
Karena itu, barang berbahan down umumnya lebih disarankan dikeringkan menggunakan mesin pengering dengan bantuan dryer balls. Metode ini membantu bulu tetap mengembang merata dan memastikan bagian dalam benar-benar kering. Dengan begitu, risiko bau apek maupun jamur juga bisa diminimalkan.
“Bukan hanya isi bulunya akan tetap menggumpal jika tidak dikeringkan menggunakan mesin pengering, tetapi barang tersebut juga kemungkinan akan menimbulkan bau apek,” ujar Mary Gagliardi.
3. Denim bisa terasa kaku setelah dijemur

Banyak orang memilih menjemur jeans untuk menjaga warnanya tetap awet. Namun, kandungan katun yang tinggi pada denim membuat bahan ini cenderung terasa lebih kasar dan kaku setelah mengering di udara. Apalagi jika proses pengeringannya berlangsung terlalu lama.
Jika ingin jeans terasa lebih lembut, gunakan mesin pengering dengan pengaturan panas rendah atau tanpa panas. Jangan lupa periksa label perawatan sebelum mengeringkannya agar terhindar dari risiko penyusutan. Dengan perawatan yang tepat, jeans bisa tetap nyaman dipakai dalam jangka panjang.
4. Selimut rajut tebal membutuhkan perlakuan ekstra

Selimut rajut tebal bisa menyerap banyak air saat dicuci, sehingga bobotnya jadi jauh lebih berat dari biasanya. Kalau dijemur dengan cara digantung, beban air tersebut bisa membuat benang rajut tertarik dan akhirnya melar atau berubah bentuk. Selain itu, proses pengeringannya juga cenderung memakan waktu lebih lama dan kurang merata.
Untuk menjaga bentuknya tetap rapi, Sarah McAllister, ahli kebersihan, dikutip dari Martha Stewart menyarankan, selimut rajut lebih aman dikeringkan dengan cara dibentangkan di permukaan datar. Jika menggunakan mesin pengering, pilih pengaturan panas rendah sesuai petunjuk pada label perawatan, tekstur selimut tetap lembut dan nyaman digunakan.
5. Sarung bantal kursi perlu dipasang saat masih lembap

Sarung bantal kursi sering terlihat seperti kain biasa, tapi cara mengeringkannya ternyata tidak bisa sembarangan, lho. Kalau dibiarkan sampai benar-benar kering sebelum dipasang kembali, sarung bisa menyusut dan jadi lebih sulit untuk dipasangkan ke bantalan. Akibatnya, tampilan bantal pun jadi kurang rapi dan tidak lagi pas seperti bentuk awalnya.
Mary Gagliardi menyarankan agar sarung dipasang kembali saat kondisi kain masih sedikit lembap. Cara ini membantu kain menyesuaikan bentuk bantalan sekaligus mengurangi risiko penyusutan setelah dicuci. Setelah itu, pastikan bantal tetap mendapat sirkulasi udara yang baik supaya proses pengeringan selesai sempurna sebelum digunakan.
“Jika kamu tinggal di daerah dengan kelembapan tinggi, pertimbangkan menggunakan dehumidifier untuk mempercepat proses pengeringan,” ujar Mary Gagliardi.
Pada akhirnya, tidak semua cucian bisa diperlakukan dengan cara yang sama saat dikeringkan. Dengan memahami karakter setiap bahan, kamu bisa menjaga pakaian dan perlengkapan rumah tangga tetap awet sekaligus nyaman digunakan lebih lama.

















![[QUIZ] Dari Pemain Piala Dunia 2026, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20260611/kenapa-juara-piala-dunia-sulit-mempertahankan-gelarnya-ekspektasi_4b3222bc-f27e-4fd7-93eb-0d653de9c32f.jpg)
