Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Belanjaan Makin Cantik, Kemasan Makanan Kini Ikut Jadi Dekor Dapur
ilustrasi dekorasi sederhana (unsplash.com/Brooke Lark)
  • Kemasan makanan kini kerap dipajang di countertop, rak terbuka, atau tray karena penataan rapi membuat kaleng dan botol menjadi bagian dari dekorasi dapur.
  • Ilustrasi, warna, tipografi, serta bentuk kemasan yang khas mengubah produk groceries dari sekadar pembungkus menjadi objek desain yang memengaruhi suasana ruang.
  • Konten grocery haul, kitchen tour, dan rutinitas memasak di media sosial membuat kemasan fotogenik penting bagi Gen Z dan milenial untuk mengekspresikan identitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ada saat ketika melihat kardus pasta, kaleng kacang, atau botol minyak berjejer di countertop mungkin membuat kita ingin segera memasukkannya ke dalam lemari. Kini, situasinya justru berbeda. Jika kemasannya cukup cantik, benda-benda tersebut malah sengaja dibiarkan terlihat.

Kemasan makanan sedang mengalami sedikit transisi. Ilustrasi yang menarik, warna yang cantik, hingga bentuk botol yang khas membuat groceries sehari-hari terasa lebih mirip aksesori dapur daripada sekadar barang belanjaan. Ketika makanan mulai ikut mempercantik rumah, ada beberapa perubahan yang terjadi di baliknya.

1. Dulu disembunyikan di lemari, sekarang malah dipajang

ilustrasi dekorasi dapur (pexels.com/Charlotte May)

Dulu, urusan groceries selesai begitu belanjaan masuk ke rumah. Kardus pasta, kaleng kacang, botol minyak, atau kemasan kopi biasanya langsung dipindahkan ke pantry atau kabinet agar dapur tetap terlihat rapi. Sekarang, beberapa di antaranya justru sengaja dibiarkan terlihat.

Dilansir RealSimple, Interior designer, Cathryn Erickson, menyarankan bahan makanan yang sering digunakan, seperti tomat kalengan atau tinned fish untuk ditata di open shelf atau tray. Pengelompokan tersebut, menurutnya, membuatnya tampak seperti bagian dari penataan yang disengaja atau hampir menyerupai still life, bukan sekadar barang yang membuat countertop terlihat penuh.

Dengan begitu, kaleng makanan atau botol minyak tidak lagi otomatis dianggap sebagai barang yang membuat dapur berantakan. Ketika ditata dengan rapi, benda-benda tersebut justru bisa menjadi bagian dari komposisi dapur.

2. Packaging makanan makin mirip aksesoris dapur

ilustrasi dekor dapur (pexels.com/zehra gör)

Kemasan makanan kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pembungkus. Ilustrasi yang playful, warna yang menarik, typography yang khas, hingga bentuk kaleng dan botol yang unik membuat produk sehari-hari terasa lebih seperti objek desain. Sebuah kemasan kini tidak hanya dirancang untuk menarik perhatian di rak supermarket, tetapi juga dibuat untuk tetap menarik ketika sudah sampai di rumah. 

Menurut Rion Harmon, co-founder studio branding asal Brooklyn, Day Job, “Orang-orang menghabiskan berbulan-bulan memandangi countertop, rak, dan kemasan yang sama, hingga mereka mulai menyadari bahwa benda-benda tersebut turut membentuk suasana sebuah ruangan,” dikutip dari Real Simple

Artinya, ketika kemasan terus-menerus terlihat di dapur, tampilannya ikut memengaruhi bagaimana sebuah ruang dapat terasa. Tak heran, jika packaging kini juga cukup cantik untuk dipajang di rumah. 

3. Semakin sering masuk kamera, semakin penting packaging terlihat bagus

ilustrasi kemasan sebagai dekorasi dapur (pexels.com/Magda Ehlers)

Media sosial bisa menjadi acuan cara kita melihat benda-benda di dapur. Lewat video grocery haul, kitchen tour, cooking content, hingga coffee routine di TikTok atau Instagram, kemasan makanan semakin sering ikut muncul dalam frame, entah sebagai bagian dari countertop, rak terbuka, maupun di meja dapur.

Brooke Gil dari Whole Foods Market mengatakan, “Bagi milenial dan gen Z yang tumbuh di era media sosial, brand bukan lagi sekadar produk, melainkan perpanjangan dari kepribadian dan identitas mereka di dunia maya. Dalam bahasa media sosial, setiap potret kehidupan sehari-hari, termasuk di dapur, menjadi kesempatan untuk mengekspresikan diri,” dilansir Real Simple

Perubahan ini dilihat sebagai bagian dari cara generasi muda mengekspresikan diri. Packaging pun kini perlu cukup fotogenik ketika sudah sampai di rumah. Botol olive oil dengan bentuk unik, kaleng kopi dengan ilustrasi yang khas, atau bungkus cereal yang penuh warna bisa menjadi detail kecil yang membuat sebuah video atau foto terasa lebih menarik.

Jadi, mungkin sudah waktunya melihat bahwa gak semua yang ada di dapur harus disembunyikan. Karena di era ketika bahkan kaleng kacang bisa punya personal style saja, belanjaan sehari-hari pun punya sedikit ruang untuk tampil. Dan tanpa sadar, ritual belanja groceries pun kini menjadi bagian kecil dari cara kita membentuk suasana rumah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article