ilustrasi kemasan sebagai dekorasi dapur (pexels.com/Magda Ehlers)
Media sosial bisa menjadi acuan cara kita melihat benda-benda di dapur. Lewat video grocery haul, kitchen tour, cooking content, hingga coffee routine di TikTok atau Instagram, kemasan makanan semakin sering ikut muncul dalam frame, entah sebagai bagian dari countertop, rak terbuka, maupun di meja dapur.
Brooke Gil dari Whole Foods Market mengatakan, “Bagi milenial dan gen Z yang tumbuh di era media sosial, brand bukan lagi sekadar produk, melainkan perpanjangan dari kepribadian dan identitas mereka di dunia maya. Dalam bahasa media sosial, setiap potret kehidupan sehari-hari, termasuk di dapur, menjadi kesempatan untuk mengekspresikan diri,” dilansir Real Simple.
Perubahan ini dilihat sebagai bagian dari cara generasi muda mengekspresikan diri. Packaging pun kini perlu cukup fotogenik ketika sudah sampai di rumah. Botol olive oil dengan bentuk unik, kaleng kopi dengan ilustrasi yang khas, atau bungkus cereal yang penuh warna bisa menjadi detail kecil yang membuat sebuah video atau foto terasa lebih menarik.
Jadi, mungkin sudah waktunya melihat bahwa gak semua yang ada di dapur harus disembunyikan. Karena di era ketika bahkan kaleng kacang bisa punya personal style saja, belanjaan sehari-hari pun punya sedikit ruang untuk tampil. Dan tanpa sadar, ritual belanja groceries pun kini menjadi bagian kecil dari cara kita membentuk suasana rumah.