Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Kamar Mandi Cepat Kotor dan Lembap? Ini Penyebabnya!

ilustrasi membersihkan dinding kamar mandi
ilustrasi membersihkan dinding kamar mandi (pexels.com/karolinagabrowska)
Intinya sih...
  • Ventilasi yang buruk membuat kamar mandi lembap dan berbau apek
  • Sisa air dan cipratan yang dibiarkan meninggalkan noda dan memicu pertumbuhan jamur
  • Handuk basah, kerak sabun, nat, dan kebiasaan sehari-hari juga menyebabkan kamar mandi cepat kotor
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamar mandi seharusnya menjadi area paling bersih di rumah, tetapi nyatanya justru sering terlihat kotor dan lembap. Padahal, ruangan ini sudah dibersihkan secara rutin dan digunakan setiap hari. Jika kamu sering mengalaminya, mungkin ada penyebab yang selama ini tidak kamu sadari.

Masalahnya bukan selalu soal malas bersih-bersih, melainkan kebiasaan kecil dan detail yang kerap terlewat. Hal-hal sepele inilah yang membuat kamar mandi cepat kusam dan lembap tanpa disadari. Yuk, simak alasan lengkap kenapa kamar mandi mudah kotor dan apa saja yang perlu diperhatikan.

1. Ventilasi yang buruk

iilustrasi kamar mandi
iilustrasi kamar mandi (pexels.com/heyho)

Ventilasi yang tidak optimal membuat uap air terjebak di dalam kamar mandi setelah mandi atau mencuci tangan. Akibatnya, udara lembap bertahan lebih lama dan menciptakan lingkungan ideal bagi jamur serta bakteri. Inilah alasan mengapa dinding, langit-langit, dan sudut kamar mandi sering terasa basah dan berbau apek.

Dikutip dari Real Simple, menurut Jimmy Hiller, pakar plumbing dan HVAC, kelembapan tidak menciptakan kotoran, tetapi membuat partikel debu dan kotoran menempel lebih cepat di permukaan. Jika ventilasi buruk, kotoran akan semakin sulit dibersihkan karena sudah bercampur dengan uap air. Tanpa sirkulasi udara yang baik, kamar mandi akan selalu terasa lembap meski terlihat bersih sekilas.

2. Sisa air dan cipratan yang dibiarkan

ilustrasi seorang anak berada di depan wastafel
ilustrasi seorang anak berada di depan wastafel (pexels.com/gustavofring)

Cipratan air di wastafel, lantai, dan dinding sering dianggap sepele karena terlihat bening. Namun, air yang mengering bisa meninggalkan noda air sadah dan residu sabun yang membuat permukaan tampak kusam. Lama-kelamaan, noda ini menumpuk dan memberi kesan kamar mandi jarang dibersihkan.

Selain merusak tampilan, genangan air juga memicu pertumbuhan jamur di area tersembunyi. Jika tidak dibiasakan untuk mengelap setelah digunakan, kamar mandi akan cepat terlihat kotor meski baru dibersihkan beberapa hari lalu. Kebiasaan kecil ini sering menjadi penyebab utama kamar mandi tampak selalu kusam.

3. Handuk dan keset yang selalu basah

ilustrasi anak menggantung handuk
ilustrasi anak menggantung handuk (pexels.com/gustavofring)

Handuk dan keset basah yang dibiarkan menggantung atau tergeletak menjadi sumber kelembapan tambahan. Tekstil yang lembap menyerap air dan menahannya lebih lama dibandingkan permukaan keras. Kondisi ini mempercepat munculnya bau apek dan bakteri.

Sofia Martinez, pakar kebersihan dan pendiri Sparkly Maid Austin, dikutip dari The Spruce, mengatakan, tekstil lembap adalah tempat favorit bakteri dan jamur untuk berkembang, terutama di kamar mandi yang minim sirkulasi udara. Jika handuk dan keset jarang dicuci atau dikeringkan dengan benar, kamar mandi akan terasa lembap meski lantainya sudah dipel.

4. Kerak sabun dan residu produk perawatan diri

ilustrasi membersihkan bathup
ilustrasi membersihkan bathup (pexels.com/gustavofring)

Sampo, sabun mandi, kondisioner, hingga skincare sering meninggalkan sisa di dinding dan lantai kamar mandi. Residu ini bersifat lengket sehingga mudah menangkap debu dan kotoran. Akibatnya, permukaan kamar mandi terlihat cepat kotor dan sulit dibersihkan.

Selain mengganggu estetika, kerak sabun juga membuat lantai menjadi licin dan tidak higienis. Jika dibiarkan menumpuk, pembersihan akan membutuhkan tenaga ekstra dan produk khusus. Inilah alasan kamar mandi bisa tampak kotor meski dibersihkan secara rutin.

5. Nat dan caulking yang sudah menua

ilustrasi pria membersihkan rumah
ilustrasi pria membersihkan rumah (freepik.com/freepik)

Nat ubin dan caulking yang mulai menguning atau retak sering disalahartikan sebagai noda membandel. Padahal, perubahan warna ini terjadi karena usia material dan paparan air terus-menerus. Meski area sekitarnya bersih, nat yang kusam bisa membuat seluruh kamar mandi tampak kotor.

Caulking yang menguning atau retak bisa langsung membuat kamar mandi tampak kotor dan kurang terawat," kata Sofia Martinez.

Menurut Farook Member, pakar desain kamar mandi dan direktur di QS Supplies, dikutip dari The Spruce, nat yang tidak rata atau berubah warna dapat membuat ubin terlihat kotor, meskipun sebenarnya bersih. Inilah detail kecil yang sering terlewat, tetapi sangat memengaruhi kesan visual. Tanpa perawatan atau penggantian, kamar mandi akan selalu terlihat kurang terawat.

6. Kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele

ilustrasi mengisi bath up untuk mandi busa
ilustrasi mengisi bath up untuk mandi busa (pexels.com/sorashimazaki)

Kebiasaan seperti tidak menutup toilet saat menyiram atau jarang membersihkan gagang pintu juga berkontribusi pada kondisi kamar mandi. Area yang sering disentuh mudah menumpuk bakteri, debu, dan residu sabun. Jika diabaikan, kamar mandi akan terlihat cepat kusam dan tidak higienis.

Kebersihan kamar mandi bukan hanya soal seberapa sering dibersihkan, tetapi juga bagaimana kebiasaan sehari-hari dijalankan. Detail kecil justru menentukan apakah kamar mandi terasa bersih dan kering lebih lama. Tanpa perubahan kebiasaan, kamar mandi akan terus terasa lembap meski rajin dibersihkan.

Kamar mandi yang cepat kotor dan lembap ternyata bukan hanya soal frekuensi membersihkan, tetapi juga kebiasaan kecil dan detail yang sering terabaikan. Dengan memperbaiki sirkulasi udara, menjaga area tetap kering, dan lebih peka pada perawatan rutin, kamar mandi bisa terasa bersih dan nyaman lebih lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Tips Mengatur Jam Tidur buat Pekerja Remote, anti Insomnia

02 Feb 2026, 19:58 WIBLife