Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kamar Mandi dan Toilet Rumah di Jepang Terpisah? Ini Manfaatnya
Toilet dan kamar mandi terpisah (pexels.com/Rana Matloob Hussain)

Kalau kamu sering menonton drama Jepang atau pernah berkunjung ke Negeri Sakura, kamu mungkin menyadari satu hal unik dalam desain rumah mereka. Apalagi kalau bukan desain kamar mandi (area mandi/wastafel) dan toilet hampir selalu berada di ruangan yang berbeda.

Di Indonesia, kita terbiasa dengan konsep "kamar mandi dalam" di mana bak mandi, pancuran, dan kloset berada dalam satu ruangan yang sama. Lantas, mengapa orang Jepang memilih untuk memisahkannya?

Ternyata, ada alasan budaya, kesehatan, hingga fungsionalitas di baliknya. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai alasan dan kelebihan pemisahan toilet dan kamar mandi ala Jepang yang menarik untuk kamu pahami!

1. Konsep bersih dan kotor dalam budaya Jepang

Toilet dan kamar mandi terpisah (pexels.com/Pușcaș Adryan)

Alasan paling mendasar adalah filosofi budaya. Dalam budaya Jepang, terdapat konsep "Kegare" (kotor/najis) dan "Kiyome" (suci/bersih).

Toilet dianggap sebagai tempat yang "kotor" karena berfungsi untuk membuang limbah tubuh. Sebaliknya, area mandi (ofuro) dianggap sebagai tempat untuk membersihkan diri dan menyucikan tubuh. Mencampurkan keduanya dalam satu ruangan dianggap tidak selaras dengan prinsip kebersihan mereka.

2. Efisien karena bisa digunakan bersamaan

Ilustrasi toilet (unsplash.com/43 clicks north)

Kebanyakan dari kita pasti pernah berada dalam situasi harus menahan buang air karena ada anggota keluarga lain yang sedang menggunakan kamar mandi? Di Jepang, masalah ini jarang terjadi.

Dengan memisahkan toilet dan kamar mandi, dua orang bisa menggunakan fasilitas tersebut di waktu yang bersamaan tanpa mengganggu privasi satu sama lain. Satu orang bisa menikmati ritual berendam air hangat, sementara yang lain bisa menggunakan toilet dengan tenang. Hal ini sangat efektif bagi keluarga yang memiliki banyak anggota.

3. Menjaga kelembapan dan kebersihan

Toilet (unsplash.com/alex tyson)

Kamar mandi yang digunakan untuk mandi atau berendam cenderung sangat lembap dan penuh uap air. Jika toilet berada di ruangan yang sama, tisu toilet dan dudukan kloset akan sering menjadi basah atau lembap.

Dengan memisahkannya, area toilet akan tetap kering, higienis, serta bisa mengurangi risiko tumbuhnya jamur di area toilet. Selain itu, tisu toilet tidak akan lembap, dan perangkat elektronik pada toilet canggih Jepang (Washlet) akan lebih terlindungi dari uap air.

4. Ritual mandi sebagai bentuk relaksasi

Toilet dan kamar mandi terpisah (pexels.com/Rana Matloob Hussain)

Bagi orang Jepang, mandi bukan sekadar membersihkan badan, melainkan ritual relaksasi yang disebut Ofuro. Mereka terbiasa berendam di bathtub setelah membersihkan tubuh di area pancuran.

Bayangkan kamu sedang berendam dengan lilin aromaterapi atau garam mandi untuk melepas stres, namun harus melihat kloset. Tentu suasana rileksnya akan berkurang, bukan? Pemisahan ini menjaga atmosfer kamar mandi tetap tenang dan nyaman bak spa pribadi.

5. Lebih gampang dibersihkan

Toilet dan kamar mandi terpisah (unsplash.com/upgraded points)

Memisahkan area basah dan area kering (toilet) membuat proses pembersihan jauh lebih praktis. Anda bisa menyikat area mandi sepuasnya tanpa takut membuat area toilet becek. Sebaliknya, area toilet cukup dibersihkan dengan cara di-pel atau dilap tanpa perlu menyiramkan banyak air.

Pemisahan antara kamar mandi dan toilet di rumah-rumah Jepang bukan sekadar masalah gaya, melainkan kombinasi cerdas antara penghormatan terhadap budaya kebersihan, efisiensi waktu, dan kenyamanan penghuninya.

Konsep ini mulai banyak diadaptasi di hunian modern di berbagai negara, termasuk Indonesia, terutama bagi mereka yang mengutamakan privasi dan higienitas maksimal di dalam rumah. Apakah kamu tertarik menerapkan konsep ini di rumah impianmu?

Curated For You

Editorial Team

Related Article