ilustrasi serangga dan bunga (pexels.com/Steve Arnold)
Bunga yang muncul belum tentu berkembang menjadi buah apabila proses penyerbukan tidak terjadi dengan baik. Banyak tanaman bergantung pada bantuan serangga, seperti lebah, kupu-kupu, maupun angin untuk memindahkan serbuk sari ke kepala putik. Jika proses tersebut terganggu, peluang terbentuknya buah akan menurun meskipun tanaman tampak sehat.
Beberapa faktor seperti cuaca ekstrem, minimnya populasi penyerbuk, atau penanaman hanya satu varietas tertentu juga dapat memengaruhi keberhasilan penyerbukan. Pada beberapa tanaman budidaya, penyerbukan buatan bahkan dilakukan untuk meningkatkan hasil panen. Oleh karena itu, menjaga keberadaan serangga penyerbuk dan memahami kebutuhan penyerbukan setiap tanaman menjadi langkah penting dalam meningkatkan produktivitas.
Tanaman yang sulit berbuah tidak selalu disebabkan oleh faktor usia atau kualitas bibit. Kesalahan dalam pencahayaan, pemupukan, penyiraman, pemangkasan, hingga penyerbukan sering menjadi penyebab utama yang luput dari perhatian. Dengan memperbaiki aspek tersebut, peluang untuk memperoleh bunga dan buah yang lebih banyak akan semakin besar.