Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Langkah Jujur Saat Kamu Merasa Tindakan Orang Lain Menyakitimu

4 min read
5 Langkah Jujur Saat Kamu Merasa Tindakan Orang Lain Menyakitimu
potret dua sahabat sedang mengobrol (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Sampaikan bahwa ada hal penting demi menjaga nilai hubungan atau kerja sama, agar percakapan dimulai dengan tujuan positif, bukan langsung menyalahkan perilaku orang lain.
  • Jelaskan singkat tindakan yang menyakitkan, dampaknya pada perasaanmu, dan gunakan kata “saya” dengan tenang agar fokus tetap pada pengalaman pribadi.
  • Nyatakan kebutuhan spesifik ke depan, dengarkan respons mereka, lalu tegaskan pentingnya hubungan; langkah ini membantu membangun batasan sehat dan komunikasi yang lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kamu mungkin pernah merasa kurang dihargai atau tidak nyaman atas perilaku seseorang  terhadapmu. Bisa jadi ia sering kali memotong pembicaraanmu, terlalu sering minta tolong untuk membantu tugasnya, atau sering menggunakan barang-barang milikmu tanpa izin terlebih dahulu. Menyampaikan  secara langsung  bahwa tindakan seseorang sebenarnya menyakitimu memang  tidaklah mudah.

Kamu tidak ingin membuat orang ini merasa tidak nyaman. Apalagi, jika ia adalah teman yang kamu  sayangi, rasanya pasti  lebih tidak enak. Tapi, mengutarakan bahwa kamu tersakiti atas sikap seseorang, sebenarnya bisa sangat baik untuk kesehatan mentalmu. Selain itu, cara ini justru juga dapat membuat hubungan apa pun, termasuk pertemanan, menjadi lebih sehat dan erat. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk mengutarakan rasa sakit ini?

  1. 1. Mulai dari menjelaskan apa yang ingin kamu sampaikan itu penting

    cara berkata jujur kamu tersakiti atas sikap seseorang
    potret dua sahabat sedang mengobrol (pexels.com/Alexander Suhorucov)

    Saat kamu ingin menyatakan sesuatu yang memberatkan hatimu tentang orang lain, mulailah dari mengatakan bahwa kamu ingin menyampaikan sesuatu yang penting. Jangan langsung mencecar apa yang membuat sikap orang lain terasa mengganjal bagimu. Apalagi, langsung seakan-akan menjelek-jelekkan sikapnya tanpa memberi alasan yang jelas.

    Katakan bahwa, “Saya ingin menyampaikan sesuatu kepadamu, sebab menurut saya hubungan kita sangat berharga.” atau jika di lingkungan kerja, kamu juga bisa mengatakan, “Saya tahu jika kita bisa bekerja sama dengan baik, hasilnya pasti akan lebih optimal untuk mencapai goals bersama.”  Jadi, jelaskan terlebih dahulu tujuan positif yang kamu maksudkan agar orang tersebut lebih paham atas masalahnya.

  2. 2. Jelaskan secara singkat apa yang terjadi dan terasa menyakitkan untukmu

    cara berkata jujur kamu tersakiti atas sikap seseorang
    potret dua sahabat sedang mengobrol (pexels.com/Edmond Dantès)

    Kamu bisa menjelaskan apa yang membuatmu merasa kurang dihargai ini dengan kalimat singkat atau tidak bertele-tele. Sebaiknya, hindari menjelaskan kejadian kurang  mengenakan atas tindakan orang tersebut dengan panjang lebar atau mencoba memperhalus situasi, misalnya dengan mengatakan “Aku tahu kamu tidak bermaksud begitu.”

    Saat kamu berkata begitu, orang tersebut mungkin akan memotong pembicaraanmu  dan merasa perlu memberi penjelasan lebih. Jika situasi tersebut terjadi, katakan bahwa kamu ingin mendengarkan penjelasannya, tapi biarkan kamu berbicara sampai selesai terlebih dahulu. Sampaikan perkataan ini dengan tenang dan tanpa amarah, agar emosimu reda dan tidak memicu penolakan lebih lanjut.

  3. 3. Sampaikan bagaimana perilaku mereka memengaruhi perasaanmu dan dampaknya

    cara berkata jujur kamu tersakiti atas sikap seseorang
    potret dua orang sedang berbincang serius (pexels.com/Mike Jones)

    Langkah ini merupakan bagian krusial dari apa yang kamu sampaikan. Mereka tidak bisa mendebat perasaan yang muncul akibat tindakan mereka. Ungkapkan dengan jelas bahwa hal itu membuat kamu merasa seolah-olah apa yang kamu sampaikan tidak berharga. Akibatnya, kamu merasa marah, frustrasi, terluka, atau bahkan ingin menyerah.

    Pastikan bahwa saat berbicara kamu menggunakan kata ganti “Saya”. Jangan terlalu fokus atau menyalahkan mereka, seakan mereka adalah pribadi yang tidak peduli dan tidak peka. Fokus pada maksud perkataan ini adalah tentang bagaimana perasaan kamu saat mereka bersikap demikian, terlepas dari apa pun niat mereka sebenarnya.

  4. 4. Sampaikan apa yang kamu butuhkan ke depannya

    cara berkata jujur kamu tersakiti atas sikap seseorang
    potret dua sahabat sedang mengobrol (pexels.com/ArtHouse Studio)

    Selanjutnya, jangan memperdebatkan tentang siapa yang salah dan benar. Fokus mengenai apa yang kamu harapkan dari tujuan adanya pembicaraan ini. Misalnya, sampaikan secara spesifik jika masalahnya orang ini sering memotong pembicaraanmu. Katakan, kamu ingin bisa mengutarakan setiap pendapat sampai selesai. 

    Kamu ingin memberikan detail pembagian tugas yang lebih jelas dalam tim atau kamu akan lebih senang, jika sebelum pinjam barang, dia berbicara dulu padamu. Setelah itu, terimalah pendapat atau reaksi mereka. Artinya, setidaknya  mereka telah mendengarkan dengan baik apa yang kamu sampaikan. Bisa  jadi, untuk bereaksi terkait masalah ini mereka juga butuh waktu lebih lama.

  5. 5. Akhiri dengan menegaskan kembali alasan kamu memulai pembicaraan ini

    cara berkata jujur kamu tersakiti atas sikap seseorang
    potret dua rekan kerja sedang mengobrol (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Sampaikan sekali lagi mengapa kamu menganggap hubungan ini penting. Pastikan  kedua belah pihak merasa nyaman saat berbicara. Katakan juga, jika kamu ingin mereka memberitahumu jika ada tindakanmu yang kurang nyaman untuk mereka. Tapi, hindari secara  langsung  mengatakan kamu tidak nyaman, sebab khawatir dapat menciptakan jarak daripada kedekatan.

    Lalu, kumpulkan keberanian untuk menyampaikan reaksi dan permintaan kamu. Yakinlah, bahwa orang tersebut bisa berubah, meskipun perlu waktu. Jika hubungan dengan orang ini penting buat kamu, mengambil langkah-langkah ini penting untuk kamu.

    Saat kamu punya keberanian untuk menyatakan sikap terhadap orang lain yang menyakitimu, artinya kamu berhasil membangun batasan yang sehat. Kamu belajar memahami bahwa diri kamu berharga dan berhak mendapatkan penjelasan saat terluka akibat perbuatan orang lain. Hindari pemikiran bahwa menyampaikan perasaan tidak suka, tidak nyaman, atau merasa terluka atas tindakan seseorang adalah serangan pribadi. Sebaliknya, yakini bahwa sikap ini perlu dikembangkan agar kamu bisa menjaga hubungan baik dengan orang lain dan dirimu sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More