"Cara terbaik agar handuk gak menimbulkan bau apek adalah membiarkannya bernapas. Setelah digunakan, saya selalu menyarankan untuk menggantung handuk dalam keadaan terbuka penuh, bukan terlipat, agar udara bisa bersirkulasi dengan baik," ujar Ashley Kidder, pakar laundry dan pendiri Mountains of Laundry, dikutip dari Real Simple.
5 Kesalahan Menggantung Handuk yang Bikin Cepat Bau Apek, Hentikan!

- Bau apek pada handuk bukan hanya karena jarang dicuci, tapi juga akibat cara menggantung yang salah sehingga kelembapan terjebak dan memicu pertumbuhan bakteri serta jamur.
- Kesalahan umum termasuk menggantung handuk terlipat, di belakang pintu tertutup, atau menumpuk beberapa handuk sekaligus yang menghambat sirkulasi udara dan memperlambat pengeringan.
- Agar tetap segar, handuk sebaiknya dikibaskan sebelum digantung terbuka di area berventilasi baik agar cepat kering, tidak lembap, dan lebih awet digunakan.
Gak sedikit orang yang mengira masalah handuk bau apek hanya disebabkan oleh jarang mencucinya. Padahal, cara menggantung handuk setelah digunakan juga berperan besar dalam menentukan apakah handuk bisa kering sempurna atau justru menjadi sarang bakteri dan jamur. Jika kelembapan terjebak terlalu lama di dalam serat kain, bau tidak sedap pun akan lebih mudah muncul.
Karena digunakan hampir setiap hari, handuk seharusnya mendapatkan perhatian yang sama seperti peralatan kebersihan lainnya. Sayangnya, masih banyak kebiasaan sederhana yang tanpa disadari membuat handuk cepat lembap, sulit kering, dan akhirnya berbau apek. Yuk, ketahui beberapa kesalahan yang sebaiknya kamu hindari.
1. Menggantung handuk dalam keadaan terlipat

Banyak orang terbiasa melipat handuk jadi dua sebelum menggantungnya di rak atau batang handuk. Cara ini mungkin terlihat lebih rapi dan hemat tempat, tapi sebenarnya justru membuat sebagian permukaan kain tidak terkena aliran udara secara maksimal. Akibatnya, bagian tengah handuk cenderung tetap lembap lebih lama dibandingkan bagian luar.
Saat kelembapan terjebak di dalam serat kain, bakteri dan jamur bisa lebih besar untuk berkembang. Jika dilakukan terus-menerus, handuk bisa saja mulai mengeluarkan bau apek meski baru digunakan beberapa kali. Selain itu, proses pengeringan yang gak merata juga dapat membuat kualitas handuk lebih cepat menurun.
2. Menggantung handuk di belakang pintu yang tertutup

Bagian belakang pintu sering kali jadi lokasi favorit untuk menggantung handuk karena praktis dan gak memakan banyak ruang. Namun, area ini biasanya memiliki sirkulasi udara yang sangat terbatas sehingga handuk butuh waktu lebih lama untuk mengering. Semakin lama handuk berada dalam kondisi lembap, semakin besar pula risiko munculnya bau tak sedap.
Masalah ini akan semakin terasa jika kamar mandi berukuran kecil atau minim ventilasi. Meskipun handuk terlihat kering di permukaan, bagian dalam serat kain bisa saja masih menyimpan kelembapan. Karena itu, penting untuk memilih tempat yang memiliki aliran udara cukup agar handuk benar-benar kering setelah digunakan.
"Kesalahan lainnya adalah membiarkan handuk lembap tergantung pada kait di belakang pintu yang tertutup, karena area tersebut memiliki sangat sedikit pergerakan udara," ujar Gerardo Mellado, ahli kebersihan dan brand director Clean Cult, dikutip dari Real Simple.
3. Menumpuk beberapa handuk dalam satu gantungan

Di rumah yang dihuni banyak anggota keluarga, gak jarang beberapa handuk digantung berdekatan atau bahkan saling menumpuk. Sekilas hal ini tampaknya sepele, tetapi kebiasaan ini membuat udara sulit menjangkau seluruh permukaan kain. Akibatnya, kelembapan akan terperangkap di antara handuk yang saling menempel.
Saat satu handuk belum benar-benar kering lalu tertutup oleh handuk lain, proses pengeringannya jadi jauh lebih lambat. Kondisi lembap yang lama inilah yang sering jadi sebab munculnya bau apek. Jika memungkinkan, setiap anggota keluarga sebaiknya punya gantungan sendiri agar handuk bisa mengering lebih optimal.
"Jika ada beberapa orang dalam satu rumah, menumpuk atau menggumpalkan handuk bersama-sama akan memerangkap kelembapan dan menjadi jalan tercepat menuju bau tak sedap," ujar Ashley Kidder.
4. Langsung menggantung handuk tanpa mengibaskannya terlebih dahulu

Setelah mandi, kebanyakan orang langsung menggantung handuk begitu saja tanpa melakukan langkah tambahan apa pun. Padahal, serat-serat kain yang masih saling menempel karena basah bisa menghambat aliran udara saat proses pengeringan. Hal ini menimbulkan beberapa bagian handuk jadi lembap lebih lama dibandingkan bagian lainnya.
Mengibaskan handuk selama beberapa detik sebelum menggantungnya dapat membantu membuka dan memisahkan serat-serat yang menempel. Cara sederhana ini membuat udara lebih mudah mengalir ke seluruh permukaan kain sehingga handuk bisa kering lebih cepat dan merata. Meski terlihat sepele, kebiasaan kecil ini cukup efektif untuk membantu mencegah bau apek.
5. Menggantung handuk di area yang terlalu lembap

Gak semua sudut kamar mandi ideal untuk dijadikan tempat menggantung handuk. Area yang terlalu dekat dengan pancuran atau sumber uap air biasanya memiliki tingkat kelembapan tinggi sepanjang hari. Jika handuk terus-menerus berada di lingkungan seperti ini, proses pengeringannya akan terganggu.
Handuk yang belum benar-benar kering akan lebih mudah mengeluarkan bau tidak sedap dan terasa kurang segar saat digunakan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat membuat serat kain lebih cepat rusak dan kehilangan daya serapnya. Karena itu, usahakan menggantung handuk di area yang memiliki ventilasi baik atau dekat dengan sumber aliran udara.
Mencuci handuk secara rutin memang penting, tetapi itu saja gak cukup untuk menjaganya tetap segar. Cara menggantung handuk yang tepat bisa membantu mengurangi kelembapan, mencegah bau apek, dan membuat handuk lebih awet digunakan dalam jangka panjang.

















