Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Kesalahan Saat Membersihkan Cermin yang Bikin Hasilnya Justru Bercak
ilustrasi membersihkan kaca (pexels.com/karolinagrabowska)
  • Artikel menjelaskan tujuh kesalahan umum saat membersihkan cermin, seperti tidak menghapus debu dulu, memakai kain yang salah, dan menyemprot cairan secara berlebihan.
  • Para ahli kebersihan menekankan pentingnya penggunaan kain microfiber bersih serta teknik penyemprotan dan pengelapan yang tepat agar hasil bebas noda.
  • Ditekankan juga perlunya tahap akhir pengeringan dan pengecekan dari berbagai sudut untuk memastikan cermin benar-benar bersih tanpa bercak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sudah susah payah membersihkan cermin, tapi pas dilihat lagi malah penuh garis dan noda? Rasanya pasti menyebalkan, apalagi kalau bercaknya baru kelihatan saat terkena cahaya. Tanpa disadari, cara membersihkan yang kelihatan benar justru bisa jadi penyebab utamanya.

Supaya hasilnya gak zonk lagi, penting untuk tahu kebiasaan apa saja yang sebaiknya dihindari. Yuk, cek beberapa kesalahan saat membersihkan cermin yang sering bikin hasilnya malah bercak lewat artikel berikut!

1. Tidak membersihkan debu terlebih dahulu

ilustrasi membersihkan cermin (pexels.com/karolinagrabowska)

Langsung menyemprotkan cairan pembersih ke cermin memang terasa praktis. Namun, debu yang masih menempel bisa ikut terseret saat dilap dan justru membuat permukaan jadi kotor. Bahkan, partikel kecil ini bisa meninggalkan goresan halus jika terus digesek.

Dikutip dari Real Simple, Melissa Maker, kreator Clean My Space sekaligus pemilik perusahaan kebersihan di Toronto, menjelaskan bahwa jika cermin dalam kondisi kotor, sebaiknya debu dihilangkan terlebih dahulu dengan kain microfiber kering agar tidak menempel saat terkena cairan. Ini membantu proses pembersihan jadi lebih maksimal.

“Kesalahan terbesar yang sering saya lihat adalah orang menggunakan terlalu banyak produk, melewatkan tahap membersihkan debu terlebih dahulu, dan memakai tisu atau kain katun yang justru menyebarkan serat ke mana-mana,” ujar Jacqueline Stein, seorang profesional kebersihan sekaligus pemilik Home Reimagined di Austin, dikutip dari Southern Living.

2. Menggunakan kain yang salah

ilustrasi membersihkan kaca (pexels.com/karolinagrabowska)

Masih banyak yang menggunakan tisu atau kain biasa untuk membersihkan cermin. Padahal, bahan ini mudah meninggalkan serat halus yang membuat kaca tampak kotor. Saat terkena cahaya, bekasnya jadi semakin terlihat jelas.

Jacqueline Stein menjelaskan, bahwa kain microfiber menjadi pilihan yang lebih efektif karena mampu menangkap debu dan menyerap cairan dengan baik. Selain itu, kain ini tidak meninggalkan serat di permukaan kaca. Pastikan juga kain dalam kondisi bersih agar tidak memindahkan kotoran.

Microfiber menangkap debu dan kelembapan, tidak meninggalkan serat, dan bisa digunakan berulang kali,” jelasnya.

“Sementara tisu justru meninggalkan serat yang terlihat saat terkena cahaya, membuat kaca tampak buram,” tambahnya.

3. Menyemprotkan cairan secara tidak tepat

ilustrasi membersihkan jendela (pexels.com/martproduction)

Cara menyemprot cairan pembersih sering dianggap sepele, padahal berpengaruh besar pada hasil akhir. Cairan yang tidak merata bisa membuat beberapa bagian terlalu basah, sementara bagian lain masih kotor. Kondisi ini memicu munculnya bercak setelah kering.

Selain itu, cairan yang berlebihan bisa menetes dan membawa kotoran ke area lain. Akibatnya, noda justru semakin menyebar di permukaan cermin. Karena itu, penting untuk mengontrol jumlah dan cara penyemprotan.

“Cairan cenderung tertinggal di permukaan dan tidak menguap secara merata. Akibatnya, setelah kering akan muncul garis atau noda,” Alicia Sokolowski,  Spesialis Pembersihan Ramah Lingkungan dan Presiden serta co-CEO AspenClean, dikutip dari Martha Stewart.

4. Menggunakan terlalu banyak atau terlalu sedikit produk

ilustrasi membersihkan menggunakan lap (pexels.com/cottonbro)

Banyak orang berpikir semakin banyak cairan pembersih, hasilnya akan semakin bersih. Padahal, penggunaan berlebihan justru bisa meninggalkan bekas tetesan dan membuat kaca sulit kering. Hal ini membuat permukaan terlihat belang dan tidak merata.

Di sisi lain, menggunakan terlalu sedikit produk juga tidak efektif mengangkat kotoran. Noda bisa tetap menempel dan justru menyebar saat dilap. Gunakan secukupnya agar hasil tetap bersih tanpa meninggalkan residu.

5. Mengelap dengan gerakan melingkar

ilustrasi membersihkan kaca rumah (pexels.com/olly)

Gerakan melingkar sering jadi pilihan karena terasa cepat dan mudah. Namun, cara ini justru bisa menyebarkan kotoran ke area yang sudah dibersihkan. Akibatnya, garis halus tetap muncul di permukaan cermin.

Menggunakan pola “S” atau satu arah lebih disarankan agar hasil lebih merata. Teknik ini membantu mengangkat kotoran tanpa menyebarkannya kembali. Selain itu, risiko munculnya bercak juga jadi lebih kecil.

6. Tidak mengeringkan dengan kain bersih

ilustrasi membersihkan dapur (pexels.com/cottonbro)

Setelah membersihkan, banyak orang langsung berhenti tanpa tahap akhir. Padahal, sisa cairan yang tidak dikeringkan bisa meninggalkan bekas saat mengering. Inilah yang sering membuat cermin tampak berbercak setelah beberapa waktu.

Dikutip dari Real Simple, menurut Brandon Pleshek, petugas kebersihan generasi ketiga sekaligus kreator Clean That Up!, banyak orang hanya membersihkan cermin sekali saja, lalu merasa sudah cukup. Padahal, meski awalnya terlihat bersih, beberapa saat kemudian cermin bisa kembali tampak buram karena masih ada sisa kelembapan yang tertinggal.

Karena itu, ia menyarankan menggunakan dua kain, satu untuk membersihkan kotoran, dan satu lagi untuk mengeringkan agar tidak meninggalkan bercak. Menggunakan kain microfiber kering untuk mengelap ulang bisa jadi solusi. Proses ini membantu menghilangkan sisa kelembapan sekaligus membuat permukaan lebih mengilap.

7. Tidak mengecek hasil akhir

ilustrasi membersihkan jendela (pexels.com/mastercowley)

Sering kali proses membersihkan selesai tanpa mengecek ulang hasilnya. Padahal, beberapa noda hanya terlihat dari sudut atau pencahayaan tertentu. Jika tidak diperhatikan, bercak tersebut bisa terlewat begitu saja.

Coba lihat cermin dari berbagai sudut atau dengan cahaya yang lebih terang. Cara ini membantu memastikan tidak ada garis yang tertinggal. Dengan langkah sederhana ini, hasil akhir bisa jauh lebih maksimal.

Membersihkan cermin ternyata bukan sekadar mengelap permukaan saja. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kamu bisa mendapatkan hasil yang benar-benar bersih dan bebas bercak. Jadi, gak perlu lagi kesal karena cermin tetap terlihat kotor setelah dibersihkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team