Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mau Tanaman Cepat Berakar? Ini Cara Menggunakan Hormon Akar

7 min read
Mau Tanaman Cepat Berakar? Ini Cara Menggunakan Hormon Akar
ilustrasi tanaman hias di meja (pexels.com/kseniachernaya)

Memperbanyak tanaman sendiri bisa menjadi cara praktis untuk menambah koleksi di rumah tanpa harus membeli tanaman baru. Caranya, kamu cukup memanfaatkan potongan batang, daun, atau akar dari tanaman yang sudah ada. Namun, beberapa jenis tanaman membutuhkan waktu lebih lama untuk menumbuhkan akar sehingga proses perbanyakannya tidak selalu mudah.

Untuk membantu proses tersebut, kamu bisa menggunakan hormon perangsang akar yang tersedia dalam bentuk bubuk, cair, dan gel. Produk ini dapat mempercepat pertumbuhan akar, asalkan digunakan dengan tepat sesuai karakteristik tanaman. Yuk, simak cara memilih dan menggunakan hormon perangsang akar agar proses perbanyakan tanaman lebih optimal!

  1. 1. Apa itu hormon perangsang akar?

    ilustrasi menanam tanaman (pexels.com/rocketmannprod)
    ilustrasi menanam tanaman (pexels.com/rocketmannprod)

    Sama seperti manusia, tanaman juga memiliki hormon yang mengatur berbagai proses dalam tubuhnya. Salah satunya adalah auksin (auxins), yaitu zat kimia yang membantu mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan memicu pembentukan akar.

    Hormon perangsang akar yang dijual di pasaran umumnya tersedia dalam bentuk bubuk, cair, dan gel. Produk ini mengandung auksin alami atau senyawa sintetis yang dapat diaplikasikan pada potongan tanaman untuk merangsang pertumbuhan akar selama proses perbanyakan.

  2. 2. Kapan harus menggunakan hormon perangsang akar?

    ilustrasi daun tanaman sehat (pexels.com/rocketmannprod)
    ilustrasi daun tanaman sehat (pexels.com/rocketmannprod)

    Banyak tanaman sebenarnya dapat berkembang biak secara alami. Jika mendapatkan kondisi dan perawatan yang tepat, stek tanaman bisa menumbuhkan akar dengan memanfaatkan hormonnya sendiri. Namun, sebagian orang memilih menggunakan hormon perangsang akar untuk mempercepat proses tersebut atau membantu tanaman yang sebelumnya terbukti sulit diperbanyak.

    "Ini merupakan pilihan pribadi. Hormon perangsang akar dapat membantu menghasilkan hasil yang lebih baik, tetapi penggunaannya tidak wajib," kata Nadine Kremblas, ahli hortikultura konservatori di Marie Selby Botanical Gardens, dikutip dari Martha Stewart.

    Tanaman yang mudah diperbanyak, seperti sukulen, umumnya tidak membutuhkan hormon perangsang akar. Sebaliknya, tanaman yang sulit menumbuhkan akar, seperti jeruk, bisa mendapat manfaat dari produk ini. Namun, penggunaannya hanya disarankan selama proses perbanyakan karena dapat merusak akar tanaman dewasa.

  3. 3. Jenis stek yang mendapatkan manfaat dari hormon perangsang akar

    ilustrasi memeriksa akar tanaman (pexels.com/cottonbro)
    ilustrasi memeriksa akar tanaman (pexels.com/cottonbro)

    Hormon perangsang akar dapat digunakan pada berbagai jenis tanaman, tetapi manfaatnya lebih terasa pada tanaman yang sulit berakar. Menurut Andrew Bunting, wakil presiden bidang hortikultura di Pennsylvania Horticultural Society, dikutip dari Martha Stewart, banyak tanaman hias dalam ruangan dan tanaman ornamental sebenarnya bisa tumbuh akar tanpa bantuan produk ini.

    "Namun, penggunaannya dapat mempercepat proses dan meningkatkan tingkat keberhasilan perbanyakan tanaman. Tanaman yang sangat mudah berakar, seperti tanaman herbal, coleus, pothos, dan spider plant, mungkin tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan ketika menggunakan hormon perangsang akar," jelasnya.

    Sebaliknya, tanaman hias berkayu (woody ornamental plants) bisa mendapatkan manfaat yang lebih besar. Bunting juga menyarankan penggunaannya untuk beberapa tanaman, seperti mawar, hydrangea, viburnum, dan lilac yang dapat diperbanyak melalui stek. Selain itu, hormon ini bisa membantu tanaman yang lambat atau sulit berakar, seperti African violet dan daun jade plant.

    Meski begitu, penggunaan hormon perangsang akar secara tepat tidak akan membahayakan tanaman. Produk ini juga bisa menjadi pilihan bagi pemula yang ingin meningkatkan peluang keberhasilan perbanyakan, terutama saat mencoba menumbuhkan akar pada tanaman yang lebih sulit diperbanyak.

    "Pada akhirnya, semuanya bergantung pada jenis tanaman tertentu dan tingkat pengalamanmu. Jika kamu masih ragu atau baru mulai berkebun, hormon perangsang akar bisa menjadi semacam langkah pengaman untuk membantu stek tanaman yang lebih sulit diperbanyak," kata Bunting.

  4. 4. Memilih jenis hormon perangsang akar yang tepat

    ilustrasi tanaman giok (unsplash.com/dbmartin00)
    ilustrasi tanaman giok (unsplash.com/dbmartin00)

    Hormon perangsang akar tersedia dalam tiga bentuk, yaitu bubuk, cair, dan gel. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan jenis tanaman dan tingkat pengalamanmu dalam berkebun.

    1. Bentuk bubuk (powdered)

    Menurut Bunting, hormon perangsang akar berbentuk bubuk mudah diaplikasikan dan cocok untuk pemula. Namun, penggunaannya bisa menghasilkan lebih banyak debu atau membuat area kerja lebih berantakan dibandingkan bentuk lainnya. Perhatikan tingkat konsentrasi atau kekuatan produknya karena setiap produk bubuk dapat memiliki kadar bahan aktif yang berbeda-beda.

    2. Bentuk cair (liquid)

    Hormon perangsang akar berbentuk cair memungkinkan pengaplikasian yang lebih presisi. Menurut Bunting, jenis ini cocok digunakan untuk stek berukuran kecil, tanaman yang rapuh, hingga tanaman semak dan pohon. Konsentrasinya juga bisa disesuaikan dengan cara mengencerkan cairan tersebut.

    "[Penggunaan hormon perangsang akar berbentuk cair] mengharuskan kamu mencelupkan stek ke dalam cairan. Hal ini berpotensi memasukkan patogen yang tidak diinginkan jika tidak dilakukan dengan hati-hati," kata Bunting.

    3. Bentuk gel (gel)

    Menurut Bunting, hormon perangsang akar berbentuk gel dapat menempel dengan baik pada stek yang lembap. Meskipun harganya sedikit lebih mahal, jenis ini cocok untuk stek akar yang tipis, berukuran kecil, atau memiliki sudut pemotongan yang sulit dijangkau. Selain itu, penggunaannya juga tidak terlalu berantakan.

  5. 5. Cara menggunakan hormon perangsang akar pada stek batang, daun, atau akar

    ilustrasi menanam tanaman (pexels.com/garybarnes)
    ilustrasi menanam tanaman (pexels.com/garybarnes)

    Hormon perangsang akar dapat diaplikasikan pada stek batang, akar, maupun daun. Namun, setiap jenis stek membutuhkan cara penanganan yang sedikit berbeda. Berikut panduan mengambil stek, mengaplikasikan hormon perangsang akar, dan menanam kembali setiap jenis potongan tanaman tersebut.

    1. Stek batang (stem cuttings)

    "Pilih batang yang sehat dan tidak sedang berbunga, kemudian potong secara diagonal tepat di bawah buku daun (leaf node) menggunakan pisau tajam atau gunting pangkas. Panjang stek sebaiknya sekitar 3–5 inci atau 7,6–12,7 cm," kata Bunting.

    Berikut langkah-langkah menggunakan hormon perangsang akar pada stek batang menurut Bunting:

    1. Buang daun-daun yang berada di bagian bawah batang, kemudian potong daun yang tersisa menjadi dua bagian.
    2. Basahi bagian bawah batang, lalu celupkan ke dalam hormon perangsang akar.
    3. Tanam stek tersebut ke dalam media tanam atau campuran tanah untuk tanaman pot yang lembap.
    4. Letakkan tanaman di tempat yang hangat dan memiliki kelembapan tinggi hingga akar baru mulai tumbuh.

    2. Stek daun (leaf cuttings)

    Tidak semua tanaman dapat diperbanyak melalui stek daun. Oleh karena itu, pastikan terlebih dahulu bahwa tanaman yang ingin kamu perbanyak memang bisa dikembangbiakkan menggunakan metode tersebut sebelum mulai memotong daunnya.

    Bunting menyarankan beberapa langkah berikut untuk menggunakan hormon perangsang akar pada stek daun:

    1. Jika tanaman bisa diperbanyak melalui stek daun, pilihlah daun yang sehat dan sudah matang.
    2. Potong daun tersebut dari bagian pangkalnya menggunakan pisau atau gunting pangkas yang steril. Jika daun memiliki tangkai, buang sebagian tangkainya.
    3. Celupkan bagian daun yang dipotong ke dalam hormon perangsang akar, kemudian tanam secara dangkal pada media tanam yang lembap.
    4. Simpan tanaman di tempat yang hangat dan memiliki kelembapan tinggi hingga tunas atau pertumbuhan baru mulai muncul.

    3. Stek akar (root cuttings)

    Menurut Bunting, stek akar merupakan jenis stek yang paling jarang dilakukan. Metode ini juga kemungkinan tidak membutuhkan bantuan tambahan dari hormon perangsang akar. Namun, jika kamu tetap ingin menggunakannya, ikuti langkah-langkah berikut:

    1. Gali dan keluarkan akar tanaman yang sehat secara hati-hati. Pilih akar dengan ketebalan kurang lebih sebesar pensil, kata Bunting.
    2. Potong akar tersebut sepanjang 2–3 inci atau sekitar 5–7,6 cm menggunakan pisau steril.
    3. Tanam kembali potongan akar secara horizontal ke dalam media tanam yang lembap dengan kedalaman sekitar 1 inci atau 2,5 cm.
    4. Simpan tanaman di tempat yang hangat dan memiliki kelembapan tinggi hingga tunas atau pertumbuhan baru mulai muncul.

  6. 6. Tips mengaplikasikan hormon perangsang akar

    ilustrasi menanam tanaman (pexels.com/garybarnes)
    ilustrasi menanam tanaman (pexels.com/garybarnes)

    Bunting menyarankan agar kamu memperhatikan jumlah hormon perangsang akar yang digunakan. Produk ini tidak perlu diaplikasikan secara berlebihan untuk membantu pertumbuhan akar. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar penggunaannya lebih tepat:

    1. Jangan mencelupkan stek langsung ke dalam kemasan produk

    Saat ingin mengaplikasikan hormon perangsang akar, hindari memasukkan bagian stek yang sudah dipotong langsung ke wadah aslinya. Sebaiknya, tuangkan sedikit hormon ke dalam wadah yang lebih kecil, kemudian celupkan stek ke dalamnya. Cara ini membantu mencegah penyebaran penyakit.

    2. Celupkan bagian yang dipotong dalam waktu singkat

    Jika menggunakan hormon perangsang akar berbentuk bubuk atau cair, cukup celupkan bagian stek yang dipotong sebentar saja. Setelah itu, ketuk perlahan untuk menghilangkan bubuk atau tetesan cairan yang berlebihan.

    "Dalam penggunaan hormon perangsang akar, semakin sedikit justru semakin baik," kata Bunting.

    3. Cukup gunakan lapisan tipis

    Jangan mengaplikasikan hormon perangsang akar secara berlebihan pada stek batang, daun, maupun akar. Lapisan tipis sudah cukup untuk membantu proses pembentukan akar.

    "Untuk semua jenis stek, baik batang, daun, maupun akar, kamu hanya membutuhkan lapisan tipis. Usahakan agar hormon menempel secara merata dan ringan, bukan sampai membasahi stek secara berlebihan," jelas Bunting.

    4. Jangan memasukkan kembali sisa hormon ke wadah aslinya

    Jika masih ada hormon perangsang akar yang tersisa setelah digunakan, jangan menuangkannya kembali ke kemasan utama. Langkah ini penting untuk menghindari kontaminasi pada produk yang belum digunakan.

    Dengan memahami jenis tanaman, memilih hormon yang tepat, dan mengaplikasikannya secara benar, proses memperbanyak tanaman bisa menjadi lebih mudah. Namun, ingat bahwa hormon perangsang akar bukan keharusan karena beberapa tanaman tetap mampu tumbuh dengan baik tanpa bantuan tambahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More
Mau Tanaman Cepat Berakar? Ini Cara Menggunakan Hormon Akar