Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Meal Prep Ramadan: dari Belanja sampai Penyimpanan Biar Gak Mubazir

Ilustrasi meal prep
Ilustrasi meal prep (Unsplash/Garreth Hubbard)
Intinya sih...
  • Siapkan rencana belanja dan master plan menu sebelum puasa.
  • Buat jadwal menu mingguan, masak dalam jumlah banyak, gunakan alat seperti rice cooker atau oven untuk meal-prep yang praktis.
  • Teknik penyimpanan makanan agar tahan lama, simpan protein di freezer, sayuran di kulkas, dan karbohidrat dalam wadah kedap udara.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bulan Ramadan jadi bulan penuh berkah sekaligus tantangan soal atur waktu dan bahan makanan. Dengan meal prep yang rapi, kamu bisa lebih fokus ibadah, hemat waktu, dan pastinya gak mubazir karena makanan yang basi atau terbuang.

Meal prep atau menyiapkan bahan makanan jauh hari sebelum dibutuhkan bikin sahur dan buka puasa jadi lebih efisien. Tinggal angetin aja, bukan mulai dari nol lagi. Coba check list agenda-agenda di bawah ini deh, pastikan semuanya sudah kamu praktikkan agar lebih efisien dalam menjalani puasa.

1. Rencana belanja

Ilustrasi daftar belanja
Ilustrasi daftar belanja (Freepik/freepik)

Sebelum mulai puasa, bikin dulu daftar belanja dan master plan menu yang akan kamu siapkan setiap minggunya. Ini bikin belanja lebih fokus dan mencegahmu beli bahan yang gak perlu. Misalnya:

Karbohidrat

  • Beras
  • Roti
  • Pasta

Protein

  • Ayam (bagian dada dan paha)
  • Daging sapi/ayam cincang
  • Ikan fillet/frozen fish
  • Telur

Sayur & Buah

  • Sayur hijau (bayam, sawi)
  • Wortel/kentang
  • Tomat/paprika
  • Pisang/kurma/apel

Dairy & Lainnya

  • Susu/yogurt
  • Keju
  • Minyak goreng
  • Bumbu dasar: bawang putih, bawang merah, cabe, rempah

Catat jumlah yang diperlukan berdasarkan menu mingguanmu biar gak berlebihan dan mengurangi food waste.

2. Tips meal-prep biar praktis dan hemat waktu

Ilustrasi bumbu putih
Ilustrasi bumbu putih (Freepik/KamranAydinov)

Buatlah jadwal menu mingguan atau kalender menu untuk sahur dan buka puasa selama seminggu. Dengan menu yang sudah terencana, kamu akan tahu bahan apa yang harus dimasak hari ini, besok, atau minggu depan.

Masaklah dalam jumlah banyak sekaligus. Misalnya:

  • Masak nasi untuk 2–3 hari
  • Buat sup, sayur tumis, atau lauk utama yang bisa dihangatkan kembali
  • Bagi ke dalam porsi kecil supaya gak terlalu banyak sekaligus harus dihangatkan
  • Gunakan alat seperti rice cooker atau oven supaya kamu bisa multitasking

3. Teknik penyimpanan yang bikin bahan tahan lama

Ilustrasi menyimpan makanan
Ilustrasi menyimpan makanan (Freepik/freepik)

Bagian ini penting banget biar bahan makananmu gak cepat basi dan tetap enak saat dimasak nanti.

Tips pertama, simpan makanan atau bahan yang sudah dipotong atau dimasak dalam wadah kedap udara. Ini membantu menjaga tekstur dan mencegah terkontaminasi bahan lainnya.

Kedua, tulis tanggal pada setiap wadah biar kamu tahu mana yang sebaiknya dimakan duluan, ini mencegah makanan yang terlupakan jadi basi.

Ketiga, simpan beberapa bahan-bahan ini di kulkas dan freezer:

  • Protein seperti ayam, daging, dan ikan di freezer kalau gak diolah dalam 2-3 hari
  • Sayuran yang sudah dicuci dalam wadah zip-lock atau container tertutup di kulkas
  • Nasi atau karbo lain dalam wadah kedap udara sampai 2-3 hari

4. Bonus tips biar gak gampang bosan dengan menu mingguan

Ilustrasi memasak bersama
Ilustrasi memasak bersama (Freepik/freepik)

Cobalah untuk memvariasikan menu, bukan berarti setiap hari menu baru, tapi cukup ubah bumbu atau cara olahannya. Jangan lupa menyiapkan bumbu dasar seperti bumbu bawang, bumbu kuning, ataupun sambal dalam jumlah banyak agar siap pakai. Selain itu, pilih protein dan karbohidrat yang bisa tahan lama atau frozen friendly agar meal-prep lebih efisien.

Meal-prep Ramadan bukan sekadar masak banyak, tapi juga merupakan perencanaan cerdas dari belanja sampai penyimpanan. Dengan daftar belanja yang rapi, strategi penyimpanan yang baik, dan sedikit kreativitas, kamu bisa menghemat waktu saat sahur dan buka puasae, mengurangi makanan yang mubazir, hingga menikmati menu yang bergizi dan variatif. Semua ini memungkinkan kamu untuk fokus pada ibadah dan keluarga tanpa stres soal masak tiap hari.

Selamat menyambut bulan puasa, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

7 Dekorasi Imlek ala Paramount Gading Serpong, Ada Sepanjang Februari

19 Feb 2026, 13:30 WIBLife