Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menanam Daun Mint di Gelas Bekas, Mudah dan Bisa Dipanen untuk Minuman
Ilustrasi tanaman mint (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Berkebun tidak selalu membutuhkan lahan luas atau pot mahal. Dengan memanfaatkan gelas bekas minuman, siapa pun bisa mulai menanam tanaman herbal di rumah, termasuk daun mint yang terkenal mudah tumbuh dan memiliki banyak manfaat untuk minuman segar maupun masakan.

Daun mint menjadi pilihan favorit bagi pemula karena perawatannya sederhana dan dapat berkembang biak dengan cepat. Selama mendapatkan sinar matahari yang cukup, media tanam yang baik, dan penyiraman yang tepat, tanaman ini bisa dipanen berkali-kali sehingga cocok dijadikan kebun mini di dapur atau balkon rumah.

1. Mengapa daun mint cocok ditanam di gelas bekas?

ilustrasi tanaman daun mint (freepik.com/arthurhidden)

Salah satu keunggulan daun mint adalah sistem perakarannya yang tidak terlalu dalam sehingga dapat tumbuh baik di wadah kecil, termasuk gelas plastik atau gelas bekas kopi berukuran sedang. Yang terpenting, bagian bawah gelas diberi beberapa lubang agar air tidak menggenang dan akar tetap sehat.

"Mint sangat penting, tetapi bisa menjadi tanaman yang sulit dikendalikan jika dibiarkan tumbuh liar di kebun," kata ahli hortikultura Anne Adam dikutip dari Royal Horticultural Society (RHS).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa mint merupakan tanaman yang kuat dan mudah dibudidayakan, bahkan oleh orang yang baru mulai berkebun. Karena sifatnya yang cepat berkembang, menanam mint di wadah terpisah justru sering disarankan agar pertumbuhannya tidak mengambil alih tanaman lain.

2. Persiapan alat dan media tanam

Ilustrasi membuat media tanam (pexels.com/Gary Barnes)

Untuk memulai, siapkan gelas bekas yang sudah dibersihkan, paku atau solder untuk membuat lubang drainase, campuran tanah gembur, kompos, dan sedikit sekam bakar atau pasir agar media lebih porous. Bibit dapat berupa stek batang mint yang sudah berakar atau dibeli dari toko tanaman.

Isi gelas sekitar tiga perempat dengan media tanam, lalu tanam bibit secara perlahan dan padatkan secukupnya. Setelah itu, siram hingga lembap dan letakkan di lokasi yang mendapat cahaya matahari pagi atau sinar terang tidak langsung.

 

3. Cara merawat mint agar cepat rimbun

ilustrasi daun mint (freepik.com/bearfotos)

Perawatan mint tergolong mudah. Siram ketika permukaan media mulai mengering, tetapi hindari membuat tanah terlalu basah karena dapat memicu pembusukan akar. Jika tanaman berada di luar ruangan saat musim hujan, pastikan drainasenya tetap lancar.

"Mint mudah ditanam di kompos berbasis tanah tanpa gambut di bawah sinar matahari atau tempat teduh sebagian. Siram dengan baik dan berikan pupuk cair rumput laut. Jika tanaman mulai terlihat agak layu di pertengahan musim panas, jangan ragu untuk memangkasnya dengan keras, mereka akan segera pulih dengan pertumbuhan baru," kata Anne.

Pemupukan ringan menggunakan kompos matang setiap beberapa minggu dapat membantu menjaga kesuburan tanaman. Selain itu, pangkas batang yang terlalu panjang agar pertumbuhan lebih merata dan tanaman tampak lebat.

4. Kapan daun mint bisa dipanen?

Ilustrasi tanaman mint (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Dalam kondisi yang baik, stek mint biasanya mulai tumbuh aktif dalam beberapa minggu. Setelah tanaman cukup rimbun, daun dapat dipetik sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan tanpa harus mencabut seluruh batangnya.

"Jika kamu membeli satu tanaman untuk semua keperluan, spearmint adalah pilihan yang bagus karena serbaguna di dapur juga, sedangkan mint Maroko secara tradisional digunakan untuk teh," kata Anne.

5. Ide memanfaatkan hasil panen untuk minuman segar

ilustrasi sparkling water dengan tambahan daun mint dan lemon (pixabay.com/RitaE)

Daun mint yang baru dipetik bisa langsung digunakan untuk membuat infused water dengan irisan lemon, jeruk nipis, atau mentimun. Kombinasi ini memberikan sensasi segar dan cocok diminum saat cuaca panas.

Selain infused water, daun mint juga dapat dicampurkan ke dalam es teh, jus buah, smoothies, atau dihias di atas minuman dingin. Dengan satu gelas bekas yang dimanfaatkan sebagai pot, kamu sudah bisa memiliki persediaan daun mint segar yang dapat dipanen berulang kali.

Menanam daun mint di gelas bekas merupakan langkah sederhana untuk memulai kebiasaan berkebun di rumah. Selain memanfaatkan barang yang tidak terpakai, cara ini juga hemat biaya dan tidak membutuhkan lahan luas sehingga cocok bagi pemula maupun penghuni rumah minimalis.

Editorial Team

Related Article