7 Tips Mengecat Ulang Furnitur Lama agar Terlihat Baru

- Pilih furnitur yang masih layak dicat
- Bersihkan permukaan secara menyeluruh
- Amplas agar cat menempel lebih baik
Furnitur lama sering kali masih kokoh, tapi tampilannya sudah kusam atau warnanya tidak lagi sesuai selera. Daripada langsung beli yang baru, mengecat ulang furnitur lama bisa jadi solusi yang lebih hemat dan memuaskan. Dengan sedikit usaha, furnitur lama bisa terlihat segar dan terasa seperti baru lagi.
Proses mengecat furnitur sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Akan tetapi, ada beberapa langkah penting yang sering dilewatkan sehingga hasil akhirnya kurang maksimal. Dengan persiapan yang tepat, hasil cat bisa lebih rata, awet, dan enak dilihat. Supaya tidak salah langkah, yuk, kita lihat tips mengecat ulang furnitur lama agar terlihat baru!
1. Pilih furnitur yang masih layak dicat

Pertama-tama, kamu perlu tahu dulu bahwa tidak semua furnitur lama cocok untuk dicat ulang. Periksa dulu kondisinya, apakah masih kokoh dan tidak lapuk. Jika rangkanya sudah rapuh, cat baru pun tidak akan banyak membantu. Furnitur dari kayu solid biasanya lebih mudah diperbaiki dan dicat ulang dibandingkan yang berbahan partikel atau MDF tipis.
2. Bersihkan permukaan secara menyeluruh

Sebelum mengecat, pastikan permukaan furnitur benar-benar bebas dari debu, minyak, dan kotoran. Lap dengan kain lembap, lalu keringkan. Untuk noda membandel, gunakan sabun ringan atau pembersih khusus kayu. Langkah ini sering dianggap sepele, padahal permukaan yang kotor bisa membuat cat sulit menempel dan hasil cat jadi tidak rata.
3. Amplas agar cat menempel lebih baik

Setelah dibersihkan, furnitur perlu diamplas sebelum dicat. Pengamplasan berfungsi untuk membuka pori-pori permukaan furnitur. Tidak perlu sampai mengelupas seluruh cat lama, cukup buat permukaannya sedikit kasar. Setelah diamplas, bersihkan sisa debu amplas. Permukaan yang rata dan bersih akan membuat cat lebih halus dan tahan lama.
4. Gunakan cat yang sesuai

Tidak semua cat itu sama. Memilih cat yang tepat sangat penting untuk menentukan hasil akhir. Cat kayu berbasis air lebih ramah digunakan di dalam ruangan, sementara cat berbasis minyak biasanya lebih tahan lama. Selain jenis cat, warna juga berpengaruh besar. Warna terang memberi kesan bersih dan modern, sedangkan warna gelap terlihat lebih elegan dan tegas.
5. Cat tipis dan bertahap

Mengaplikasikan cat tidak boleh buru-buru agar hasilnya sempurna. Misalnya, mengaplikasikan cat langsung tebal justru sering membuat hasilnya tidak rata. Lebih baik aplikasikan cat tipis-tipis dan ulangi beberapa kali. Beri waktu kering di antara lapisan agar cat tidak menggumpal. Kesabaran di tahap ini sangat berpengaruh pada hasil akhir.
6. Perhatikan detail kecil

Bagian sudut, kaki furnitur, dan sambungan kerap luput dari perhatian. Padahal, detail kecil inilah yang membuat furnitur terlihat rapi atau tidak. Untuk mempermudah pengecatan, gunakan kuas kecil untuk area yang sulit dijangkau. Meski butuh waktu lebih lama, hasilnya biasanya jauh lebih memuaskan.
7. Biarkan kering dan mengeras sempurna

Setelah selesai mengecat, biarkan furnitur kering dengan sempurna sebelum digunakan kembali. Jangan langsung memindahkan atau meletakkan barang di atasnya. Cat yang belum benar-benar kering mudah tergores dan meninggalkan bekas. Menunggu lebih lama akan membuat hasil akhir lebih awet.
Mengecat ulang furnitur lama agar terlihat baru bukan hanya soal tampilan, tapi juga kepuasan melihat barang lama kembali "hidup". Dengan langkah yang tepat dan sedikit kesabaran, furnitur lama bisa tampil lebih segar tanpa harus keluar biaya besar.



















