Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Rutinitas yang Harus Konsisten Dilakukan pada Tahun 2026

ilustrasi rutinitas
ilustrasi rutinitas (pexels.com/Mikhail Nilov)
Intinya sih...
  • Mulai kebiasaan baru dengan habit tracker sederhana
  • Memulai pagi tanpa langsung scroll media sosial
  • Merapikan ruangan dan perangkat digital secara rutin
  • Menjaga jam tidur yang konsisten
  • Menulis jurnal untuk meluapkan isi pikiran
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahun baru selalu datang dengan janji perubahan, tetapi kenyataannya banyak resolusi berhenti di minggu kedua. Masalahnya sering bukan soal niat, melainkan kebiasaan yang terlalu besar dan tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari. Tahun baru seharusnya dipakai untuk membangun rutinitas kecil yang masuk akal dan bisa dijalani tanpa drama produktivitas.

Bukan soal siapa paling sibuk atau paling disiplin, melainkan siapa yang mampu bertahan melakukan hal sederhana secara konsisten. Perubahan yang realistis justru lebih mungkin bertahan dibanding target ambisius yang cepat ditinggalkan. Berikut lima rutinitas yang harus konsisten dilakukan pada tahun 2026.

1. Mulai kebiasaan baru dengan habit tracker sederhana

ilustrasi habit tracker
ilustrasi habit tracker (pexels.com/Bich Tran)

Banyak kebiasaan gagal bertahan karena tidak pernah dicatat secara nyata. Habit tracker berfungsi sebagai pengingat, bukan alat kontrol aktivitas berlebihan. Bentuknya tidak harus aplikasi, buku tulis atau catatan sederhana sudah cukup. Dengan mencatat, kebiasaan terasa lebih konkret karena ada jejak yang bisa dilihat setiap hari.

Catatan ini membantu memahami pola, kapan kebiasaan sering terlewat dan kapan paling mudah dilakukan. Tidak perlu target sempurna karena bolong satu dua hari bukan kegagalan. Konsistensi tumbuh dari proses, bukan dari target yang sulit dijaga.

2. Memulai pagi tanpa langsung scroll media sosial

ilustrasi jogging
ilustrasi jogging (pexels.com/Kate Trifo)

Kebiasaan membuka media sosial sesaat setelah bangun sering dianggap sepele, padahal dampaknya terasa sepanjang hari. Pagi menjadi waktu pertama pikiran dibanjiri informasi yang belum tentu dibutuhkan. Membatasi gawai di satu jam pertama membantu hari dimulai dengan lebih tenang. Melihat jam atau mematikan alarm tidak masalah, selama tidak berlanjut ke scroll tanpa tujuan.

Waktu pagi bisa diisi aktivitas ringan seperti olahraga 20–30 menit, membaca buku, atau bersiap-siap yang tidak tergesa. Rutinitas ini bukan tentang menjadi produktif sejak pagi, melainkan memberi ruang sebelum hari benar-benar berjalan. Hari terasa lebih tertata tanpa harus mengikuti standar hidup orang lain.

3. Merapikan ruangan dan perangkat digital secara rutin

ilustrasi merapikan ruangan
ilustrasi merapikan ruangan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Ruangan yang rapi bukan soal estetika, tetapi soal kemudahan menjalani aktivitas harian. Barang yang menumpuk sering membuat waktu terbuang hanya untuk mencari hal sepele. Merapikan ruangan tidak perlu menunggu kondisi berantakan parah, cukup dilakukan sedikit demi sedikit. Kebiasaan kecil ini membuat aktivitas sehari-hari berjalan lebih efisien.

Perangkat digital juga perlu perhatian yang sama. Aplikasi yang tidak terpakai, chat lama, dan email spam sering menumpuk tanpa disadari. Membersihkannya membantu fokus pada hal yang benar-benar dibutuhkan. Hidup terasa lebih ringan ketika ruang fisik dan digital tidak penuh distraksi.

4. Menjaga jam tidur yang konsisten

ilustrasi tidur
ilustrasi tidur (pexels.com/Miriam Alonso)

Tidur sering dikorbankan atas nama kesibukan, padahal dampaknya terasa di banyak aspek hidup. Masalahnya bukan hanya kurang tidur, tetapi jam tidur yang tidak menentu. Tidur dan bangun di waktu yang relatif sama membantu tubuh bekerja lebih teratur. Konsistensi jauh lebih penting daripada sekadar tidur lama di akhir pekan.

Menjaga jam tidur tidak berarti harus tidur sangat pagi. Yang dibutuhkan adalah jadwal yang masuk akal dan bisa dijaga setiap hari. Mengurangi aktivitas sebelum tidur membantu proses ini berjalan lebih mudah. Setelah beberapa minggu, perubahan ini terasa nyata dalam keseharian.

5. Menulis jurnal untuk meluapkan isi pikiran

ilustrasi menulis jurnal
ilustrasi menulis jurnal (pexels.com/Karola G)

Journaling sering disalahpahami sebagai kegiatan menulis panjang dan penuh makna. Padahal, intinya hanya menuangkan apa pun yang ada di kepala. Banyak pikiran menumpuk karena tidak pernah dikeluarkan secara jujur. Jurnal menjadi tempat aman untuk menulis tanpa takut dinilai.

Tidak ada aturan soal topik atau panjang tulisan. Bisa berupa keluhan sederhana, hal yang mengganggu, atau kejadian kecil yang ingin dicatat. Kebiasaan ini membantu pikiran terasa lebih lega dari hari ke hari. Menulis secara rutin membuat isi kepala tidak menumpuk.

Menjalani tahun baru tidak harus diawali dengan perubahan besar yang melelahkan. Rutinitas yang harus konsisten dilakukan pada tahun 2026 bisa dipraktikkan untuk kebaikanmu sepanjang tahun. Dari lima rutinitas ini, mana yang paling realistis untuk mulai dijalani sekarang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

Kenapa Penting Meminta Maaf kepada Anak?

07 Jan 2026, 23:54 WIBLife