“Biasanya kalau misalnya ibu-ibu belanja kan, pasti mereka lebih worry, kayak ‘Apakah ini aman? Apakah ini bagus?’ gitu. Nah, di sini kita ingin membawa konsep trusted itu, tapi at the same time kita ingin membawa konsep fun juga,” ujar Chrisanti saat media visit Lilla WonderWorld, Jumat (4/9/2026).
Bukan Sekadar Belanja, Lilla WonderWorld Ajak Ibu dan Anak Eksplorasi

- Lilla WonderWorld digelar di Fountain Atrium, Grand Indonesia, Jakarta, pada 3 September-4 Oktober 2026, menghadirkan pengalaman belanja kebutuhan ibu dan anak yang dikemas dengan permainan serta eksplorasi.
- Acara ini memungkinkan keluarga mencoba produk secara langsung, termasuk sleeping companion Dream Ocean dengan suara, sensor, lampu, dan animasi, agar orangtua dapat melihat fitur serta kualitasnya.
- Anak-anak mendapat area bermain dan trial seperti di Mideer, sementara Lilla menyoroti ibu Gen Z dan milenial yang makin kritis memilih produk berkualitas dengan nilai edukatif.
Jakarta, IDN Times - Berbelanja kebutuhan bayi dan anak biasanya identik dengan memilih produk yang sesuai kebutuhan. Namun, bagaimana jika aktivitas tersebut sekaligus menjadi momen bermain dan eksplorasi bersama si Kecil?
Konsep itulah yang coba dihadirkan Lilla melalui Lilla WonderWorld di Fountain Atrium, Grand Indonesia, Jakarta. Berlangsung pada 3 September hingga 4 Oktober 2026, acara ini gak hanya menghadirkan beragam produk kebutuhan ibu dan anak, tetapi juga mengajak keluarga bermain, mencoba, dan mengeksplorasi produk secara langsung. Alih-alih sekadar melihat produk di rak atau datang untuk berbelanja, pengunjung diajak masuk ke sejumlah dunia yang terinspirasi dari brand yang telah dikurasi Lilla.
1. Belanja kebutuhan anak dikemas lebih immersive

Chrisanti Indiana, CEO of Lilla, menjelaskan konsep baru yang lebih immersive "WonderWorld" dari Lilla. (IDN Times/Maura Thirza) Menurut CEO Lilla, Chrisanti Indiana, aktivitas berbelanja kebutuhan bayi dan anak biasanya juga diikuti kekhawatiran orangtua mengenai keamanan dan kualitas produk. Lewat Lilla WonderWorld, Lilla ingin menghadirkan pengalaman yang tetap memberikan rasa percaya, tetapi dengan suasana yang lebih menyenangkan bagi keluarga.
Konsep tersebut kemudian dituangkan dalam sejumlah “world” yang terinspirasi dari brand-brand yang dikurasi Lilla. Menurut Chrisanti, pendekatan ini dilakukan agar brand yang hadir gak sekadar menjadi produk yang dipajang, tetapi bisa terasa lebih dekat dengan pengunjung.
“Kita ingin membawa ini jadi hidup, jadi para parents dan anak-anak bisa experience brand-nya lebih dalam lagi,” ujar Chrisanti.
2. Pengunjung bisa mencoba produk secara langsung

Dream Ocean yang menghadirkan sleeping companion. (IDN Times/Maura Thirza) Salah satu hal yang membuat pengalaman di Lilla WonderWorld berbeda adalah kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan produk. Pengunjung gak hanya melihat barang dari kemasan atau rak, tetapi bisa mencoba fitur dan penggunaannya di area yang sudah disiapkan.
Chrisanti mencontohkan Dream Ocean yang menghadirkan sleeping companion. Produk berbentuk boneka tersebut dilengkapi suara, sensor, lampu, dan animasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman menenangkan bagi bayi.
“Contoh ini kan, Dream Ocean ini sebenarnya produknya adalah sleeping companion. Jadi, dia sebenarnya boneka, tapi dia ada sound semacam musiknya untuk menenangkan bayi, ada sensornya, ada lampunya, ada animasinya juga,” jelas Chrisanti.
Menurutnya, produk tersebut sebenarnya sederhana, tetapi Lilla ingin menghadirkan pengalaman yang membuat pengunjung dapat merasakan sisi magical-nya secara langsung.
“Produk ini sebenarnya simpel, cuma kita ingin membawa perasaan magical-nya itu. Jadi, anak-anak bisa cobain langsung, orangtua juga bisa melihat kualitasnya, dan juga lebih menyenangkan lah,” ujar Chrisanti.
3. Si kecil punya aktivitas sendiri saat ibu sedang berbelanja

Area coloring activity dari Mideer di Lilla WonderWorld. (IDN Times/Maura Thirza) Gak hanya orang tua yang bisa mengeksplorasi produk, anak juga memiliki ruang untuk bermain. Di area Mideer, misalnya, tersedia trial area dan playground yang dapat digunakan secara bebas.
“Di bagian belakang ada Mideer, di sana juga banyak sekali trial area, playground. Jadi ketika mamanya belanja, anak-anaknya juga bisa main. Mungkin ayahnya juga bisa menemani. Jadi, kita membuat pengalaman ini supaya mereka bisa experience, tapi juga bisa lebih seru,” jelas Chrisanti.
4. Ibu gen Z dan milenial dinilai makin kritis memilih produk

Di area Mideer tersedia EduArt Toys untuk aktivitas anak. (IDN Times/Maura Thirza) Chrisanti melihat ibu dari generasi milenial dan gen Z kini semakin kritis dalam menentukan produk untuk anak. Menurutnya, produk yang dicari bukan hanya yang memiliki fungsi dasar, tetapi juga menawarkan kualitas dan nilai tambahan.
Salah satunya terlihat dari tren mainan edukatif. Chrisanti mencontohkan Mideer dengan konsep EduArt Toys yang memadukan unsur edukasi dan seni.
“Mainan-mainan seperti ini tuh bukan cuma fun buat dimainkan, tapi juga mengasah banyak skill, motorik, sensori, dan lain-lain,” ujar Chrisanti.
Lewat Lilla WonderWorld, belanja kebutuhan ibu dan anak gak harus selalu terasa seperti sekadar mencari dan membeli barang. Moms bisa sambil mengeksplorasi berbagai produk, sementara si Kecil punya banyak hal untuk dimainkan dan dicoba. Jadi, pengalaman belanja pun bisa terasa lebih seru, tanpa mengesampingkan rasa aman yang tetap jadi pertimbangan orangtua.


![[QUIZ] Film Favoritmu Ungkap Hubungan Ibu dan Anak yang Kamu Impikan](https://image.idntimes.com/post/20240810/pexels-cottonbro-5493783-000251c4b6f52040ebb6807f5eed97f7-31726b6b00c6b6ec62cec5676be02362.jpg)



















