Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Tanaman Dapur yang Bisa Tumbuh dari Sisa Batang dan Akar, Gampang!

6 min read
6 Tanaman Dapur yang Bisa Tumbuh dari Sisa Batang dan Akar, Gampang!
ilustrasi tanaman mini garden (freepik.com/mrsiraphol)
  • Enam tanaman dapur yang bisa ditumbuhkan kembali ialah daun bawang, seledri, sawi, serai, bawang putih, dan kemangi, dengan memanfaatkan pangkal, batang, akar, atau siung yang masih sehat.
  • Sebagian tanaman diawali dalam air di tempat terang, dengan air diganti rutin; setelah akar atau tunas berkembang, pindahkan ke pot bertanah subur dan berdrainase baik.
  • Menanam ulang sisa bahan masakan dapat mengurangi sampah organik, menjadi aktivitas keluarga, dan mengenalkan perawatan tanaman, meski hasil pertumbuhan bergantung pada kondisi bahan serta perawatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak kamu membuang sisa daun bawang, seledri, atau serai setelah selesai memasak? Padahal, beberapa bagian tanaman tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman baru, loh. Kamu gak harus membeli bibit atau memiliki halaman luas untuk mulai berkebun di rumah. Cukup manfaatkan sisa bahan masakan yang masih segar, siapkan wadah sederhana, lalu amati pertumbuhannya.

Selain mengurangi sampah dapur, menanam ulang sisa tanaman juga bisa menjadi kegiatan menyenangkan bersama keluarga. Kamu dapat mengenalkan anak pada proses pertumbuhan tanaman sekaligus mengajarkan pentingnya memanfaatkan bahan makanan secara bijak. Meski begitu, gak semua sisa tanaman bisa tumbuh kembali dengan baik karena keberhasilannya bergantung pada kondisi bahan dan perawatan. Nah, berikut enam tanaman dapur yang bisa kamu coba tanam kembali di rumah!

  1. 1. Daun bawang, paling mudah untuk pemula

    Ilustrasi daun bawang
    Ilustrasi daun bawang (pexels.com/Merve Nazlı Meral)

    Daun bawang menjadi salah satu tanaman yang relatif mudah ditanam ulang karena bagian pangkalnya masih bisa menumbuhkan akar dan daun baru. Saat memasak, kamu mungkin terbiasa memotong bagian putih yang memiliki akar, lalu membuangnya begitu saja. Kali ini, sisakan sekitar 3–5 sentimeter bagian pangkal daun bawang yang masih segar. Bagian tersebut bisa menjadi awal percobaan berkebun sederhana di rumah.

    Letakkan pangkal daun bawang dalam gelas berisi sedikit air, lalu pastikan akarnya terendam tanpa menenggelamkan seluruh batang. Simpan di tempat terang dan ganti air setiap hari agar tetap bersih. Setelah tunas baru tumbuh, pindahkan ke pot berisi tanah subur supaya tanaman memperoleh nutrisi yang cukup. Daun bawang yang tumbuh sehat nantinya bisa kamu manfaatkan sebagai pelengkap telur dadar, sup, atau nasi goreng.

  2. 2. Seledri, cocok untuk ditanam di pot kecil

    ilustrasi daun seledri
    ilustrasi daun seledri (freepik.com/KamranAydinov)

    Seledri sering digunakan sebagai pelengkap sup, bakso, dan berbagai hidangan berkuah. Jika kamu membeli seledri dalam bentuk ikatan, perhatikan bagian pangkalnya sebelum dibuang karena bagian tersebut berpotensi menumbuhkan daun baru. Potong pangkal sekitar 3–5 sentimeter dan letakkan dalam wadah dangkal berisi sedikit air. Pastikan bagian bawahnya menyentuh air, tetapi jangan sampai seluruh pangkal terendam.

    Tempatkan wadah di lokasi yang terang dan ganti air secara berkala agar gak keruh atau berbau. Dalam beberapa hari hingga satu atau dua minggu, kamu mungkin melihat daun kecil mulai muncul dari bagian tengahnya. Ketika akar sudah berkembang, pindahkan seledri ke pot berisi media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik. Perlu diingat, hasilnya bisa berbeda-beda dan tanaman mungkin gak serimbun seledri yang tumbuh dari benih.

  3. 3. Sawi, manfaatkan pangkal sayuran

    ilustrasi sawi
    ilustrasi sawi (freepik.com/mrsiraphol)

    Sawi hijau dan pakcoy termasuk sayuran yang bisa kamu coba tumbuhkan kembali dari pangkalnya. Setelah mengambil daun untuk dimasak, sisakan bagian bawah sekitar 3–5 cm yang masih sehat dan memiliki titik tumbuh. Letakkan pangkal tersebut dalam wadah dangkal berisi sedikit air, kemudian simpan di tempat yang mendapatkan cahaya terang. Cara ini memungkinkan kamu mengamati apakah tunas baru mulai berkembang dari bagian tengah tanaman.

    Jika daun baru mulai muncul dan akar berkembang, kamu bisa memindahkannya ke pot berisi tanah subur. Pastikan titik tumbuh berada di atas permukaan tanah agar daun muda dapat berkembang dengan baik. Siram secukupnya dan letakkan tanaman di lokasi yang memperoleh cahaya memadai. Namun, jangan berharap semua pangkal sawi menghasilkan tanaman besar karena keberhasilannya bergantung pada kondisi awal dan perawatan.

  4. 4. Serai, bumbu dapur yang bisa tumbuh kembali

    Ilustrasi tanaman serai
    Ilustrasi tanaman serai (pexels.com/Irfan halim)

    Serai merupakan bumbu dapur yang banyak digunakan untuk memasak ayam, ikan, dan aneka hidangan berkuah. Batangnya yang masih segar dan memiliki pangkal sehat bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan akar baru. Pilih batang serai yang gak kering atau membusuk, kemudian letakkan bagian pangkalnya dalam gelas berisi air secukupnya. Pastikan hanya bagian bawah batang yang terendam agar bagian lainnya tetap berada di atas permukaan air.

    Simpan serai di tempat terang dan ganti air secara berkala sambil menunggu akar baru tumbuh. Setelah akarnya cukup berkembang, pindahkan ke pot yang relatif besar karena serai membutuhkan ruang untuk membentuk rumpun. Gunakan tanah subur dengan drainase baik dan letakkan pot di tempat yang mendapatkan cukup sinar matahari. Kamu memang perlu bersabar sebelum bisa memanen batangnya, tetapi tanaman ini cukup bermanfaat untuk persediaan bumbu di rumah.

  5. 5. Bawang putih, tumbuhkan dari siung yang tersisa

    ilustrasi bawang putih
    ilustrasi bawang putih (pexels.com/Isabella Mendes)

    Bawang putih sebenarnya lebih tepat ditanam kembali dari siungnya, bukan dari sisa batang atau akar. Kamu bisa memanfaatkan siung yang masih padat, sehat, dan belum berjamur untuk memulai percobaan sederhana. Pisahkan satu siung dari bonggolnya tanpa merusak bagian pangkal, lalu siapkan pot berisi tanah yang gembur. Tanam siung sedalam sekitar 2–3 cm dengan bagian runcing menghadap ke atas.

    Siram tanah secukupnya dan letakkan pot di tempat yang mendapatkan cahaya matahari memadai. Dalam beberapa waktu, tunas hijau akan muncul jika kondisi tanam mendukung pertumbuhan. Daun mudanya bisa dimanfaatkan sebagai pelengkap masakan, tetapi jangan memetik semuanya agar tanaman tetap dapat tumbuh. Jika ingin menghasilkan bonggol baru, kamu perlu memberikan waktu lebih lama karena pembentukannya dipengaruhi kondisi iklim dan perawatan.

  6. 6. Kemangi, perbanyak melalui stek batang

    ilustrasi daun kemangi
    ilustrasi daun kemangi (freepik.com/Mateus Andre)

    Kemangi dikenal sebagai lalapan yang cocok disajikan bersama sambal, ikan goreng, atau ayam bakar. Jika kamu membeli kemangi dalam bentuk ikatan, pilih batang yang masih segar dan cukup panjang untuk ditanam kembali. Potong batang menggunakan gunting bersih, lalu buang daun pada bagian bawah yang nantinya akan terendam air. Sisakan beberapa helai daun di bagian atas agar batang tetap dapat melakukan fotosintesis.

    Masukkan bagian bawah batang ke dalam wadah berisi air bersih dan letakkan di tempat terang yang terlindung dari panas berlebihan. Ganti air secara teratur dan tunggu sampai akar baru mulai tumbuh, yang bisa memerlukan beberapa hari hingga beberapa minggu. Setelah akar cukup berkembang, pindahkan stek ke pot berisi tanah gembur dan siram secukupnya. Jika tanaman tumbuh sehat, kamu bisa memetik pucuknya secara bertahap untuk membantu merangsang pertumbuhan cabang baru.

    Menanam ulang sisa tanaman dapur bisa menjadi cara sederhana untuk mengurangi sampah organik sekaligus menambah penghijauan di rumah. Kamu gak perlu langsung membuat kebun besar atau membeli banyak perlengkapan untuk memulainya. Cukup pilih satu tanaman yang paling mudah ditemukan, seperti daun bawang, lalu amati pertumbuhannya secara bertahap. Jika percobaan pertama berhasil, kamu bisa melanjutkan ke tanaman lain dengan metode yang berbeda.

    Meski gak semua sisa tanaman akan tumbuh sempurna, kegiatan ini tetap memberikan pengalaman berharga tentang cara merawat makhluk hidup. Kamu juga bisa mengajak anak mencatat pertumbuhan daun, mengamati akar, atau membandingkan tanaman yang dirawat dengan cara berbeda. Dari kegiatan sederhana tersebut, kebiasaan berkebun dan memanfaatkan bahan makanan bisa mulai terbentuk. Jadi, sebelum membuang sisa batang atau pangkal sayuran, periksa dulu kondisinya karena mungkin masih ada kesempatan untuk menumbuhkannya kembali!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More