“Teori warna pada blush on mengambil prinsip-prinsip dasar teori warna, yaitu undertone, saturasi, dan value, lalu menerapkannya pada pemilihan warna dan penempatan blush on. Tujuannya adalah menciptakan harmoni, memilih warna yang sesuai dengan rona dasar dan kedalaman warna kulit sehingga hasilnya terlihat seperti rona kemerahan alami, atau menempatkannya secara sengaja untuk memberikan efek mengangkat dan membentuk kontur wajah,” ujar Sam Michalska.
Cara Menentukan Warna Blush On Pakai Color Theory, Makeup Makin Fresh!

- Pemilihan blush on perlu mempertimbangkan undertone, saturasi, dan kedalaman warna kulit agar rona pipi terlihat selaras serta alami dalam pencahayaan sehari-hari.
- Undertone dingin cocok dengan merah muda atau mawar, undertone hangat dengan persik atau koral, sementara undertone netral dapat mencoba pilihan hangat maupun dingin.
- Kulit lebih gelap memerlukan pigmentasi lebih kuat; aplikasikan bertahap, pilih formula mudah dibaurkan, dan padukan warna gelap-terang untuk definisi serta dimensi pipi.
Warna blush on yang cantik di kemasan belum tentu memberikan hasil yang sama saat diaplikasikan ke pipi. Agar wajah terlihat segar dan merona alami, kamu perlu mempertimbangkan rona dasar serta kedalaman warna kulit. Salah satu caranya adalah menerapkan color theory atau teori warna saat memilih blush on.
Teori warna gak cuma digunakan dalam seni dan desain, tetapi juga bisa membantu menentukan warna makeup yang sesuai dengan tampilan yang kamu inginkan. Mulai dari memilih warna berdasarkan undertone hingga memadukan dua warna untuk memberikan dimensi pada pipi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yuk, simak cara menentukan warna blush on menggunakan color theory berikut ini!
1. Kenali undertone kulit sebelum memilih warna

ilustrasi menggunakan blush on (pexels.com/ronlach) Sebelum membeli blush on, kenali dulu undertone atau rona dasar kulit yang cenderung tetap meskipun warna permukaan kulit berubah. Secara umum, undertone terbagi menjadi cool (dingin), warm (hangat), neutral (netral), dan olive (zaitun). Mengenalinya bisa membantumu memilih warna blush on yang selaras dengan kulit.
Sam Michalska, Direktur Eksekutif Pendidikan Global di Ilia Beauty, dikutip dari Vogue, menjelaskan bahwa teori warna pada blush on mempertimbangkan undertone, saturasi, dan nilai warna (value) saat memilih serta menentukan penempatan produk. Jadi, jangan hanya mengikuti tren, tetapi sesuaikan warna dengan karakteristik kulitmu. Jika masih bingung, coba beberapa warna langsung di pipi dan amati hasilnya dalam pencahayaan alami.
2. Sesuaikan warna blush on dengan undertone kulit

ilustrasi wanita memegang blush on krim (pexels.com/ronlach) Kulit dengan undertone dingin cocok dengan blush on merah muda dingin atau mawar (cool rose), sedangkan undertone hangat bisa memilih warna persik (peach) atau koral. Jika undertone kamu netral, coba warna hangat maupun dingin sesuai tampilan makeup yang diinginkan.
Sofia Tilbury, Direktur Artistik Global Charlotte Tilbury Beauty, dikutip dari Vogue, menjelaskan bahwa pemilihan blush on perlu mempertimbangkan hasil akhir yang diinginkan. Warna yang selaras dengan undertone memberi kesan alami, sedangkan warna kontras menciptakan tampilan lebih berani. Namun, panduan ini gak mutlak sehingga kamu tetap bisa bereksperimen dengan warna lain.
“Jika kamu menginginkan rona kemerahan yang alami, sesuaikan warna blush on dengan rona dasar kulitmu. Kulit dengan rona dasar dingin akan terlihat cantik dengan blush on bernuansa merah muda atau mawar yang dingin, sedangkan kulit dengan rona dasar hangat akan tampak bercahaya dengan warna persik atau koral. Namun, makeup gak selalu harus menyatu dengan warna kulit! Jika ingin blush on terlihat menonjol, cobalah memilih warna yang berlawanan,” ujar Sofia Tilbury.
3. Pertimbangkan kedalaman warna kulit dan pigmentasi

ilustrasi wanita menggunakan blush on (pexels.com/martproduction) Selain undertone, kedalaman warna kulit turut memengaruhi seberapa jelas blush on terlihat setelah diaplikasikan. Kulit yang lebih gelap biasanya membutuhkan warna dengan pigmentasi atau saturasi lebih kuat, sedangkan kulit cerah bisa mencoba warna lembut dengan hasil transparan. Meski begitu, hasil akhirnya juga bergantung pada formula, jumlah produk, dan cara membaurkannya.
Jangan langsung menghindari blush on merah muda terang atau beri gelap hanya karena terlihat mencolok di kemasan. Sofia Tilbury menjelaskan bahwa warna yang tampak kuat, bisa terlihat berbeda ketika diaplikasikan tipis dan dibaurkan dengan baik. Karena itu, mulailah dengan sedikit produk, lalu tambahkan secara bertahap hingga mendapatkan intensitas yang diinginkan.
4. Padukan dua warna untuk memberikan dimensi

ilustrasi blush on (pexels.com/ronlach) Ingin pipi terlihat lebih berdimensi? Coba padukan blush on dengan dua tingkat warna berbeda, yaitu warna gelap di sepanjang tulang pipi untuk memberikan definisi lembut dan warna terang pada bulatan pipi agar area tersebut lebih menonjol. Baurkan keduanya hingga menyatu supaya hasilnya gak terlihat seperti dua warna yang terpisah.
Menurut Sam Michalska, dalam teori warna, warna gelap cenderung tampak menjauh, sedangkan warna terang terlihat lebih menonjol ke depan. Prinsip ini bisa membantumu menentukan penempatan blush on untuk menciptakan efek yang diinginkan tanpa teknik kontur yang rumit. Namun, gunakan produk secukupnya dan sesuaikan penempatannya dengan bentuk wajah serta gaya makeup kamu.
“Dalam teori warna, warna yang lebih gelap cenderung tampak menjauh, sedangkan warna yang lebih terang terlihat menonjol ke depan. Karena itu, menempatkan blush on yang lebih gelap di sepanjang tulang pipi dapat memberikan definisi yang lembut, sementara warna yang lebih terang pada bulatan pipi membuat area tersebut lebih menonjol dan memberikan efek terangkat,” ujar Sam Michalska.
5. Pilih formula yang mudah dibaurkan dan aplikasikan bertahap

ilustrasi wanita menggunakan blush on (pexels.com/martproduction) Warna yang tepat akan lebih mudah menghasilkan tampilan sesuai keinginan jika formulanya mudah dibaurkan. Blush on dengan pigmentasi lembut cocok untuk kamu yang ingin mengatur intensitas warna secara bertahap, terutama untuk makeup sehari-hari. Sementara itu, blush on berpigmen kuat tetap bisa digunakan asalkan diaplikasikan sedikit demi sedikit.
Perhatikan juga keseluruhan riasan agar warna pipi gak bertabrakan dengan makeup mata atau bibir. Jika menggunakan lipstik mencolok atau riasan mata yang kuat, mulailah dengan blush on tipis supaya tampilan wajah tetap seimbang. Ingat, kamu selalu bisa menambahkan produk, jadi gak perlu langsung mengaplikasikannya terlalu banyak.
Memilih blush on berdasarkan color theory bisa membantumu menemukan warna yang sesuai dengan karakteristik kulit dan hasil makeup yang diinginkan. Jadi, jangan terpaku pada tren atau warna yang terlihat cantik di kemasan karena kuncinya adalah mencoba, membaurkan, dan menemukan kombinasi yang paling cocok untukmu.
























