“Kreativitas tumbuh di mana pun orang-orang diberi ruang untuk berkembang. Kreativitas itu mekar di tangan para pengrajin lokal, dalam imajinasi para pemuda, dan dalam kearifan masyarakat adat. Bakat ada di mana-mana. Kesempatan pun seharusnya demikian,” ujar Diana dalam sesi tersebut.
5 Hal yang Bisa Membuat Potensi Diri Makin Bersinar

- Pejabat perempuan dalam WCCE 2026 menekankan bahwa potensi berkembang melalui kesempatan adil, akses pendidikan, fasilitas, dan ruang berkarya bagi semua lapisan masyarakat.
- Kreativitas perlu dijaga secara konsisten agar ide menjadi karya berkelanjutan bernilai ekonomi, sambil berani melihat peluang dari keterampilan dan tradisi sehari-hari.
- Dukungan komunitas, koperasi, pembiayaan, jaringan, serta akses pasar membantu potensi lokal menjangkau pasar internasional dan menciptakan manfaat bersama melalui budaya, inovasi, dan teknologi.
Jakarta, IDN Times - Punya bakat atau ide yang menarik gak otomatis membuat seseorang bisa langsung berkembang. Ada proses belajar, kesempatan, dan dukungan yang dibutuhkan agar potensi tersebut bisa menghasilkan sesuatu yang berarti. Hal inilah yang menjadi salah satu pembahasan dalam sesi Blooming in Possibility di The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, yang berlangsung di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Dalam sesi tersebut, beberapa perwakilan pejabat perempuan dari berbagai kementerian Indonesia, turut membagikan pandangan mereka tentang bagaimana kreativitas dapat membuka peluang, memperkuat kemandirian, dan membawa karya lokal menjangkau lebih banyak orang. Lantas, apa saja yang perlu kita miliki agar potensi diri sendiri bisa berkembang lebih jauh?
1. Kesempatan yang adil untuk mengembangkan kemampuan

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang lebih merata agar kreativitas bisa berkembang (Youtube/Official WCCE Channel - Inclusively Creative) Setiap orang memiliki potensi, tetapi tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkannya. Ada yang memiliki akses terhadap pendidikan dan fasilitas, sementara yang lain masih kesulitan mendapatkan ruang untuk berkarya. Padahal, kemampuan seseorang gak seharusnya ditentukan hanya oleh tempat mereka berasal atau lingkungan tempat mereka tumbuh.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang lebih merata agar kreativitas bisa berkembang di berbagai lapisan masyarakat.
Hal ini mengingatkan kita bahwa potensi gak hanya ditemukan di kota besar atau lingkungan yang memiliki banyak fasilitas saja. Siapa pun bisa menghasilkan sesuatu yang berarti ketika mendapat ruang untuk mencoba dan mengembangkan kemampuannya.
2. Konsistensi untuk mengubah ide menjadi karya nyata

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie menjelaskan bahwa kreativitas perlu memiliki kesinambungan (Youtube/Official WCCE Channel - Inclusively Creative) Punya ide kreatif memang menyenangkan, tetapi bisa mempertahankannya sampai menghasilkan sesuatu yang nyata butuh sebuah proses. Sebuah gagasan perlu terus dikembangkan agar tidak berhenti sebagai ide sesaat saja, melainkan juga bisa menjadi karya yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjelaskan bahwa kreativitas perlu memiliki kesinambungan agar dapat berkembang menjadi nilai ekonomi.
“Pikiran kreatif membutuhkan keberlanjutan sehingga metode untuk menghasilkan ide kreatif tersebut dapat diulangi dan ditingkatkan skalanya menjadi sebuah nilai ekonomi,” ungkap Stella.
Mengembangkan potensi gak hanya berhenti di sebuah ide baru. Kita juga perlu belajar dari proses yang sudah dijalani, memperbaiki kekurangan, dan mencari cara agar hasilnya bisa terus berkembang. Dengan begitu, kreativitas gak berhenti pada satu pencapaian, tetapi bisa menjadi bernilai dalam jangka waktu yang panjang.
3. Keberanian melihat peluang dari hal-hal sederhana

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan mencontohkan bagaimana perempuan dapat mengubah keterampilan yang dimiliki menjadi kesempatan untuk berkembang (Youtube/Official WCCE Channel - Inclusively Creative) Terkadang, peluang muncul dari sesuatu yang sudah akrab dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, keterampilan yang diwariskan turun-temurun. Ini bukan hanya bagian dari tradisi, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan dan pengembangan kreativitas.
Menurut Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, “Saya sangat percaya bahwa kreativitas dimulai ketika kita melihat peluang di saat orang lain melihat keterbatasan. Lihatlah seorang perempuan yang menenun. Ia tidak hanya menciptakan kain yang indah, seperti yang saya kenakan ini. Ia mengubah budaya menjadi sebuah kesempatan.”
Veronica mencontohkan bagaimana perempuan dapat mengubah keterampilan yang dimiliki menjadi kesempatan untuk berkembang. Hal serupa juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak harus selalu memulai dari sesuatu yang baru. Kita juga bisa mengenali kemampuan yang sudah dimiliki dan menemukan cara untuk mengembangkannya sebagai langkah awal menuju peluang yang lebih besar.
4. Dukungan komunitas untuk memperluas peluang

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah menyoroti peran koperasi dalam membantu usaha berbasis masyarakat menembus pasar internasional (Youtube/Official WCCE Channel - Inclusively Creative) Sebuah usaha bisa berawal dari kemampuan satu orang, tetapi perkembangannya sering kali membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Akses pembiayaan, jaringan, dan pasar dapat membantu pelaku usaha mengembangkan produk sekaligus menjangkau lebih banyak konsumen.
Sebagai contoh, Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyebutkan koperasi yang turut berperan dalam membantu usaha berbasis masyarakat menembus untuk pasar internasional. “1,4 ton kopi yang diekspor oleh Agro Niaga Jagung adalah bukti nyata bagaimana usaha lokal dapat menjangkau hingga ke luar batas negara. Dari jantung komunitas kita, koperasi seperti Kriya Giri Sejahtera membawa produk kerajinan Indonesia ke pasar internasional, mengubah potensi lokal menjadi peluang global, serta menampilkan kekuatan ekonomi berbasis kerakyatan Indonesia,” jelas Farida.
Dukungan terhadap produk lokal ini pun membutuhkan kerja sama untuk membuka akses pasar yang lebih luas. Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri berikut ini.
“Kementerian Perdagangan terus bekerja sama dengan kementerian lain di seluruh negeri untuk memastikan bahwa produk buatan lokal kita dapat lebih diakui di pasar internasional,” ujar Dyah.
Kedua pandangan ini menggambarkan potensi lokal bisa berkembang lebih jauh ketika pelakunya tidak berjalan sendirian. Kolaborasi dapat membantu karya yang awalnya dikenal di lingkungan terbatas untuk memperoleh kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas.
5. Kreativitas yang bermanfaat bagi banyak orang

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan bahwa kreativitas memiliki kekuatan untuk menghubungkan berbagai potensi (Youtube/Official WCCE Channel - Inclusively Creative) Selain sebagai pencapaian pribadi, kreativitas juga harus memberikan dampak bagi sekitarnya. Sebuah karya bisa memperkenalkan budaya, menghubungkan orang-orang dari latar belakang berbeda, dan menciptakan peluang yang manfaatnya dirasakan bersama.
Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, menekankan bahwa kreativitas memiliki kekuatan untuk menghubungkan berbagai potensi dan melahirkan kesempatan baru.
“Berbeda dengan sumber daya alam di bawah tanah kita yang terbatas, kreativitas adalah sumber daya yang terus tumbuh dan dibagikan hari ini. Kreativitas mengubah warisan budaya kita menjadi peluang-peluang baru, tradisi kita menjadi inovasi, dan teknologi kita menjadi kekuatan yang menyambungkan hati manusia,” tutur Irene.
Di balik pengembangan suatu potensi, ada kemauan untuk terus belajar, keberanian melihat peluang, serta dukungan dan kesempatan yang membantu kita melangkah lebih jauh, sehingga hal tersebut bisa terjadi. Sebuah ide bisa menjadi awal dari banyak kemungkinan ketika diberi ruang untuk tumbuh. Karena terkadang, yang dibutuhkan agar potensi berkembang gak hanya kemampuan yang dimiliki, tetapi juga kesempatan untuk bisa menunjukkannya.























