ilustrasi kotak bekal (unsplash.com/Katerina Holmes)
Untuk menjaga keamanan, kotak bekal dan botol minum anak perlu diganti setelah beberapa waktu tertentu. Chen menyebut, kotak makan sebaiknya diganti setelah satu sampai dua tahun pemakaian. Namun, jika sudah rusak sebelum waktunya, orangtua perlu langsung mengganti kotak makan anak agar makanan gak mudah rusak atau basi.
“Kotak bekal makan siang harus diganti ketika lapisan isolasinya rusak (robek atau mengelupas), jamur gak dapat dihilangkan, bau tetap ada setelah dibersihkan, atau ketika ritsletingnya rusak,” kata Ruderfer.
Kemudian, untuk botol air frekuensi penggantinya bisa berbeda-beda tergantung pada bahannya. Berikut ketentuannya:
Botol air plastik: ganti setiap enam bulan hingga satu tahun, karena bahan ini mudah tergores dan rusak, menciptakan retakan mikro tempat bakteri dapat bersembunyi.
Botol air minum berbahan stainless steel: ganti setiap satu hingga dua tahun. Lapisan dalam botol jenis ini dapat aus atau penyok seiring waktu.
Botol air minum kaca: dua hingga tiga tahun. Kaca gak melepaskan bahan kimia atau menyimpan bau, yang menjadikannya pilihan paling tahan lama selama tidak retak atau pecah.
Selain batas waktu tersebut, botol juga perlu diganti jika sudah menunjukan kerusakan. Ruderfer mengatakan, ganti botol minum anak jika terdapat retakan atau goresan yang dalam, karena hal itu dapat menyebabkan pertumbuhan jamur lebih cepat. Selain itu, jika terdapat kerusakan pada corong atau segel, sebaiknya botol gak lagi digunakan.
Dengan cara membersihkan yang sesuai jenis bahan, wadah bekal anak dapat tetap bersih, awet, dan nyaman digunakan. Pastikan juga wadah benar-benar kering sebelum disimpan agar gak menjadi tempat berkembangnya bakteri dan bau tak sedap.