Dua kata ini pasti sudah tidak familiar lagi di telinga kita, karena dua kata ini sering dihubungkan dengan kesuksessan seseorang. Di dalam pergaulan, keluarga, atau mungkin juga di bangku-bangku pendidikan, kita tentu sering mendengar istilah 'optimis' dan 'pesimis'.
Secara sederhana, optimis adalah seseorang yang cenderung mampu melihat sebuah harapan, walau dalam masalah sekalipun. Kendati demikian, bagaimana sebenarnya sifat tersebut berlangsung pada diri kita? adakah tanda-tandanya yang dapat kita pahami?
Dalam ilmu psikologi Explanatory Style, ada 3 aspek yang dapat menunjukan tanda sifat optimistis atau pesimistis seseorang. Hal ini berkaitan dengan cara seseorang ketika merespon masalah atau peristiwa tidak menyenangkan yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang aspek-aspek tersebut!
