"Perjelas tujuan kariermu dengan mengidentifikasi apa yang menjadi keahlianmu dan apa yang benar-benar kamu nikmati. Dari sana, kamu bisa membangun fondasi agar berkembang dalam kariermu," jelas Penny de Valk, seorang kepala eksekutif dari konsultan karier dan ketenagakerjaan Fairplace Cedar, dikutip dari The Guardian.
Cara Membuat Career Vision Board dalam 3 Langkah, biar Kariermu Gak Mandek

Pernah gak sih kamu merasa kerja terus tiap hari, tapi sebenarnya gak tahu arah kariermu mau ke mana? Kalau iya, mungkin kamu butuh yang namanya career vision board. Bukan sekadar tempelan gambar aesthetic, tapi ini bisa jadi alat bantu untuk memperjelas tujuan dan bikin kamu tetap fokus.
Career vision board adalah kolase visual berisi gambar, kata-kata, atau kutipan inspiratif yang menggambarkan impian kariermu. Bisa dibuat secara manual dari potongan majalah atau versi digital pakai template online. Yang penting, setiap elemen di dalamnya mewakili apa yang benar-benar kamu inginkan dalam perjalanan kariermu. Berikut ini cara membuatnya!
1. Fokus ke karier, bukan cuma pekerjaan saat ini

Banyak orang terlalu fokus pada pekerjaan yang sedang dijalani sekarang, seperti deadline, target, dan rutinitas harian sampai lupa memikirkan langkah berikutnya. Padahal, karier itu perjalanan panjang, bukan sekadar posisi yang kamu pegang saat ini.
Dengan career vision board, kamu diajak untuk melihat gambaran besar. Gak cuma soal promosi berikutnya, tapi juga kemungkinan karier di masa depan, pindah industri, bahkan sampai tujuan akhir seperti punya bisnis sendiri atau mencapai kebebasan finansial (financial independence). Ini penting supaya kamu gak terjebak di zona nyaman yang ternyata bikin stagnan.
2. Masukkan semua hal yang kamu inginkan dari pekerjaan

Vision board yang efektif bukan cuma soal “ingin jadi apa”, tapi juga “ingin hidup seperti apa”. Makanya, isi career vision board sebaiknya mencakup semua aspek yang kamu harapkan dari pekerjaanmu.
Misalnya, kalau kamu ingin kerja sambil traveling, tambahkan gambar destinasi impian. Kalau ingin lebih dikenal di kantor, masukkan visual orang yang sedang presentasi di depan banyak orang. Bahkan kamu bisa mengedit wajahmu ke gambar tersebut supaya terasa lebih personal dan nyata.
Selain itu, pikirkan juga soal hasil dari pekerjaanmu. Mau penghasilan lebih tinggi? Tambahkan simbol kekayaan menurut versimu. Mau kerja fleksibel dari mana saja? Visualisasikan ruang kerja impianmu, entah itu di rumah atau di pinggir pantai. Kalau kamu mendambakan lingkungan kerja yang suportif, jangan lupa sertakan gambar kebersamaan dengan tim atau komunitas.
"Visualization bisa membantu meningkatkan performa karena saat seseorang membayangkan dirinya melakukan suatu aktivitas, otak bekerja hampir sama seperti ketika aktivitas itu benar-benar dilakukan, baik dalam olahraga, belajar, maupun pekerjaan," ujar Roselyn Smith, seorang psikolog berlisensi, hipnoterapis, dan konsultan manajemen, dikutip dari The Muse.
3. Jadikan sebagai pengingat yang terus kamu evaluasi

Setelah jadi, jangan cuma disimpan ya. Letakkan career vision board di tempat yang sering kamu lihat, seperti meja kerja atau kamar. Tujuannya supaya kamu selalu ingat apa yang sedang kamu kejar.
Selain itu, luangkan waktu untuk mengevaluasi vision board secara berkala, misalnya setiap beberapa bulan. Siapa tahu ada tujuan yang sudah tidak relevan atau justru muncul impian baru. Dengan begitu, kamu bisa terus menyesuaikan arah kariermu tanpa kehilangan fokus.
Meskipun career vision board bisa jadi sumber motivasi, itu saja gak cukup kalau tanpa tindakan nyata. Visualisasi memang penting, tapi tetap harus dibarengi dengan langkah konkret. Pada akhirnya, career vision board bukan sekadar hiasan, tapi alat untuk mengenal arah hidupmu dengan lebih jelas.


















