Mengikuti short course di luar negeri bisa menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, sekaligus membangun koneksi internasional. Durasi program yang relatif singkat membuat short course menarik bagi mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin mempelajari bidang tertentu tanpa harus menempuh pendidikan penuh di luar negeri. Selain mendapatkan ilmu baru, pengalaman belajar di lingkungan internasional juga dapat menjadi nilai tambah dalam CV dan portofolio.
Namun, banyaknya pilihan program terkadang justru membuat calon peserta bingung menentukan pilihan. Jangan sampai hanya tergiur oleh nama kampus, negara tujuan, atau foto promosi yang menarik, tetapi ternyata programnya tidak sesuai dengan kebutuhanmu. Agar investasi waktu, tenaga, dan biaya tidak sia-sia, berikut 5 tips memilih program short course luar negeri agar nggak salah pilih
