Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Amalan Malam 1 Suro 2026, Sesuai Sunnah Islam!
8 Amalan Malam 1 Suro 2026, Sesuai Sunnah Islam! - ilustrasi malam (pexels.com/Genaro Servín)

  • 1 Suro 2026 jatuh pada Selasa, 16 Juni, bertepatan dengan 1 Muharram yang dianggap bulan mulia dalam Islam dan dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah.
  • Terdapat delapan amalan utama malam 1 Suro seperti sedekah, salat sunah, membaca Al-Ikhlas, puasa sunah, silaturahmi, potong kuku, memohon ampun, dan menjenguk orang sakit.
  • Artikel menekankan bahwa umat Islam sebaiknya fokus mengejar pahala di bulan Muharram daripada mempercayai hal mistis yang sering dikaitkan dengan malam 1 Suro.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahun ini, 1 Suro (dalam kalender Jawa Islam) atau 1 Muharram (dalam kalender Islam) akan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Pada pandangan orang Jawa, 1 Suro lebih identik kepercayaan tentang makhluk halus. Menurut pandangan Islam, karena Muharram termasuk bulan yang diharamkan oleh Allah SWT, justru kita dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah.

Hal ini juga dikatakan oleh ulama Sufyan Ats Tsauri dalam Kitab Latho-if Al Ma'arif. Beliau mengatakan bahwa bulan Haram merupakan waktu terbaik untuk mengerjakan amal. Maka, untuk menyambutnya, kita dianjurkan untuk lebih fokus mengejar pahala. Berikut 8 amalan malam satu Suro yang bisa kamu amalkan.

1. Bersedekah

Keutamaan sedekah pada bulan Muharram merupakan hadis riwayat Sufyan bin Uyainah RA yang dikutip dari Buku 12 Bulan Mulia-Amalan Sepanjang Tahun. Buku tersebut merupakan karangan Abdurrahman Ahmad As.

Bunyinya adalah jika kita sedekah, terutama pada hari Asyura (hari ke-10 bulan Muharram), niscaya kita akan dilapangkan dengan berbagai kemudahan dan rezeki. Yuk, kita sedekah!

2. Memperbanyak salat

ilustrasi shalat (pexels/Monstera)

Di samping salat wajib yang kamu lakukan, tidak ada salahnya pada satu Suro, kamu mulai mengerjakan salat sunah lainnya. Salat sunah tersebut bisa kamu laksanakan sesuai dengan kondisi.

Misalnya, kalau tidak kesulitan bangun tengah malam, kamu bisa salat tahajud. Atau, kamu bisa mengerjakan salat sunah sebelum atau sesudah salat wajib yang kamu kerjakan.

3. Baca Surat Al-Ikhlas

Kamu ingin bebas dari azab dari Allah SWT? Kamu bisa amalkan membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.

Niscaya, kamu dijamin dibebaskan dari segala azab dari Allah SWT. Amalan ini juga bisa dilakukan oleh perempuan yang haid pada saat bulan tersebut agar tetap mendapatkan pahala.

4. Berpuasa sunah

Memang, puasa ini hukumnya sunah. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk dicoba jika niat dan mampu.

Adapun, puasa yang dilakukan pada bulan Muharram antara lain Puasa Tasua (9 dan 11 Muharram) dan Puasa Asyura (10 Muharram). Puasa ini tidak harus dilakukan selama 3 hari berturut-turut, tapi, boleh satu atau 2 hari saja.

Selain, itu ada juga puasa sunah lainnya yakni, puasa Ayyamul Bidh. Waktunya berlangsung pada tanggal 13, 14, dan 15 Muharram.

5. Silaturahmi

Silaturahmi merupakan ajaran sunah dari Rasullah. Kita dianjurkan untuk bersilaturahmi kepada semua orang, seperti keluarga dan teman.

Bentuk silaturahminya tidak ada ketentuan khusus. Pelaksanaannya sama saja seperti bulan lainnya dan bisa dilakukan sesederhana hangout, meeting, dan lainnya.

6. Memotong kuku

Menjelang Idul Adha, apalagi yang berniat untuk berkurban, dilarang untuk memotong kuku. Akan tetapi, potong kuku menjelang Muharram justru merupakan amalan yang disunahkan.

Potong kuku merupakan bagian dari menjaga kebersihan. Bahkan, jika melaksanakannya, justru dapat keberkahan.

7. Memohon ampun

Bulan Muharram ini bisa jadi sarana kita untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Kita bisa juga membaca zikir. Hal ini terdapat pada Surah Al-Azhab ayat 41-42 sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا (42) 

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

Ini sekaligus sebagai bentuk introspeksi diri terhadap banyaknya dosa akibat kesalahan kita selama ini. Inilah kesempatanmu untuk lebih dekat dengan Allah. Diharapkan, kamu melakukannya dengan ikhlas sehingga kita bisa jadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

8. Jenguk orang sakit

Jika ada orang yang dikenal atau ada berita orang sakit yang terjadi pada bulan Muharram, sebisa mungkin sempatkan jenguk orang itu. Hal ini juga termasuk salah satu sunnah Nabi.

Meskipun begitu, kamu juga harus memperhatikan etika menjenguk orang sakit ya! Ada etika seperti tidak datang dengan membawa banyak orang, tidak mengganggu (berisik atau iseng), membawa buah tangan jika mampu (bisa makanan atau minuman), dan yang pasti izin kepada yang bersangkutan.

Bagi yang sudah terbiasa melakukannya, tetap lanjutkan. Bagi yang baru mencoba, kamu bisa jadikan bulan Muharram ini sebagai momen dimulainya memperbanyak amal ibadah. Jadi, ketimbang memikirkan setan dan makhluk halus, kamu sebagai umat Islam disarankan memperbanyak pahala.

Penulis: Amanda Rayta Putri

FAQ Seputar Amalan Malam 1 Suro 2026

Apa makna spiritual utama di balik dianjurkannya berbagai amalan pada malam satu Suro?

Makna spiritual utamanya adalah sebagai bentuk penyucian diri dan sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, di mana momen pergantian tahun ini dimanfaatkan masyarakat untuk merenungi perbuatan masa lalu sekaligus memohon perlindungan dari segala mara bahaya di tahun yang baru.

Amalan keagamaan apa saja yang sering dilakukan oleh umat Muslim saat memasuki malam satu Suro?

Umat Muslim umumnya mengisi malam ini dengan melakukan ibadah keagamaan seperti menunaikan salat sunah hajat atau tahajud, memperbanyak zikir, membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an, serta melantunkan doa awal dan akhir tahun demi mengharap keberkahan serta ampunan.

Bagaimana bentuk tradisi laku prihatin yang dijalankan oleh masyarakat penganut budaya Jawa pada malam tersebut?

Masyarakat penganut budaya Jawa biasanya melakoni ritual laku prihatin seperti tapa bisu atau mengunci mulut dari berbicara hal tidak penting, melakukan tirakatan dengan tidak tidur semalam suntuk, hingga berjalan kaki mengelilingi benteng atau area sakral tanpa bersuara sebagai simbol mawas diri.

Mengapa edukasi mengenai amalan malam satu Suro ini penting untuk dipahami oleh generasi muda?

Edukasi ini sangat penting agar generasi muda dapat memahami esensi positif dari malam satu Suro secara rasional dan spiritual, sehingga mereka tidak sekadar melihat momen ini sebagai hal yang mistis, melainkan sebagai warisan budaya luhur yang sarat akan nilai disiplin diri dan nilai religius.

Editorial Team

Related Article