Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Malam Nuzulul Qur'an? Diperingati Pada Tanggal 17 Ramadan

Apa Itu Malam Nuzulul Qur'an? Diperingati Pada Tanggal 17 Ramadan
ilustrasi membaca Al-Qur'an (unsplash.com/Indra Projects)
Intinya Sih
  • Nuzulul Qur'an adalah peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, yang menandai awal kerasulan dan menjadi pedoman hidup umat Islam.
  • Peringatan Nuzulul Qur'an jatuh pada 17 Ramadan, bertepatan dengan hari Furqan saat kemenangan Perang Badar, ketika surat Al-Alaq ayat 1–5 pertama kali diturunkan di Gua Hira.
  • Malam Nuzulul Qur'an diyakini penuh keberkahan, pengampunan dosa, keselamatan, serta penetapan takdir tahunan; umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan membaca Al-Qur'an pada malam ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan Ramadan adalah salah satu bulan yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain merupakan bulan penuh ampunan, pada bulan Ramadan juga terdapat banyak keistimewaan, salah satunya adalah malam Nuzulul Qur'an. Singkatnya, Nuzulul Qur'an adalah sebuah peristiwa bersejarah dalam Islam yang berkaitan dengan peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad, melalui Malaikat Jibril.

Al-Qur'an merupakan kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam dalam menjalani kehidupan berdasarkan tuntunan Allah SWT dan nabi Muhammad sebagai teladannya. Lantas, apakah arti dari malam Nuzulul Qur'an yang diperingati pada 17 Ramadan dan apa saja keistimewaannya? Berikut IDN Times telah merangkumnya dari berbagai sumber.

1. Arti malam Nuzulul Qur'an

ilustrasi orang membaca Al-Qur'an
ilustrasi orang membaca Al-Qur'an (pexels.com/Michael Burrows)

Seperti dikutip dari Sumsel.kemenag.go.id, Nuzul Qur'an adalah peristiwa diturunkannya Al-Qur'an secara utuh dari Lauhul Mahmud di langit ke tujuh ke Baitul Izzah di langit dunia. Peristiwa ini juga sekaligus menandai diutusnya Nabi Muhammad sebagai Rasul.

Dilansir laman Nu online, Kalam (Allah) yang merupakan mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang tertulis di dalam mushaf, yang diriwayatkan secara mutawir, serta membacanya dinilai ibadah. Untuk itulah, selama bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk membaca dan memperdalam Al-Qur'an di sela-sela puasanya. Allah menurunkan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup umat-Nya agar mereka tahu mana hal yang baik dan buruk, serta senantiasa berada di jalan yang diridai-Nya.

2. Awal mula malam Nuzulul Qur'an

Ilustrasi membaca Al-Qur'an
Ilustrasi membaca Al-Qur'an (freepik.com/freepik)

Nuzulul Qur'an diperingati pada hari ke-17 Ramadan. Di tahun 2026, peringatan Nuzulul Qur'an jatuh pada hari Jum'at (6/3/2026). Penetapan ini mengacu pada penjelasan dari surat Al-Anfal yang artinya :

"Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) pada hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan." (QS Al-Anfal 8:41)

Ayat tersebut menerangkan bahwa Nuzulul Qur'an terjadi pada hari Furqan yang terjadi pada hari ke-17 Ramadan, yakni hari di mana umat Islam berhasil memenangkan Perang Badar. Tanggal ini diperingati sebagai momen turunnya ayat yang membedakan antara yang baik dan yang buruk.

Dikutip dari NU online, Syekh M Ali As- Shabuni bercerita, bahwa Al-Qur'an pertama kali turun pada tanggal 17 Ramadan, saat usia Rasulullah mencapai 40 tahun. Ketika Rasulullah sedang mengasingkan diri dan berdoa di Gua Hira, tiba-tiba datanglah Malaikat Jibril yang membawa wahyu. Jibril memeluk, lalu melepaskan Rasulullah SAW. Hal ini dilakukannya sebanyak tiga kali

Sembari memeluk, Jibril selalu menyebutkan "iqra!", yang artinya "bacalah!". Namun Rasulullah kemudian menjawab, "Saya tak mengenal bacaan (tidak bisa membaca)". Maka, Malaikat Jibril memberikan wahyu berupa surat Al-Alaq ayat 1-5.

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajar pada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-Alag ayat 1-5)

Surat ini menjadi wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, sekaligus dimulainya penyebaran agama Islam. Di mana Al-Qur'an akan menjadi penyempurna dari kitab-kitab suci sebelumnya, yakni Taurat, Injil, dan Zabur.

3. Keistimewaan malam Nuzulul Qur'an

ilustrasi membaca Al-Qur'an
ilustrasi membaca Al-Qur'an (pexels.com/ Michael Burrows)

Seperti yang sudah kita ketahui, malam Nuzulul Qur'an merupakan malam diturunkannya Al-Qur'an dan menjadi pedoman penuntun umat Islam dalam mejalani kehidupan sehari-hari. Jadi, tak mengherankan bila malam Nuzulul Qur'an memiliki banyak keistimewaan, selain keberadaannya di antara bulan Ramadan yang penuh ampunan.

Dilansir laman ruangdoa.com, ada empat keistimewaan malam Nuzulul Qur'an, yakni:

  • Malam penuh keberkahan
    Allah SWT menetapkan kemuliaan malam ini dalam surat Ad-Dhukan ayat 3 yang berbunyi:

"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, kamilah yang memberi peringatan."

Keberkahan ini mencangkup segala aspek kehidupan, terutama bagi mereka yang beribadah pada malam Nuzulul Qur'an. Maka, pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.

  • Momentum pengampunan dosa
    Malam ini juga menjadi saat yang tepat bagi umat Islam untuk membersihkan diri dari dosa. Dari hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah, Rasullulah SWT bersabda, barang siapa mendirikan salat pada malam Lailatul Qadar (yang berkaitan erat dengan turunnya Al-Qur'an) dengan dasar iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya terdahulu akan diampuni.
  • Malam keselamatan dan kesejahteraan
    Keistimewaan malam Nuzulul Qur'an digambarakan secara jelas pada surat Al-Qadr ayat 4-5. Dijelaskan, pada malam itu para malaikat dan Malaikat Jibril turun ke bumi dengan izin Allah. Maka, malam itu pada malam itu suasana akan diselimuti dengan keselamatan dan kedamaian hingga esok harinya.

"Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." (QS Al-Qadr ayat 4-5)

  • Penetapan takdir tahunan yang penuh hikmah
    Merujuk pada surat Ad-Dhukan ayat 4 yang mengatakan:

"Pada malam itu dijelaskan (ditetapkan) segala urusan yang penuh hikmah."

Pada momentum ini, Allah menetapkan berbagai ketentuan bagi makhluk-Nya selama satu tahun ke depan, mulai dari urusan rezeki, hidup, mati, hingga ketetapan lainnya.

4. Bagaimana jika seseorang meninggal pada malam Nuzulul Qur'an?

Ilustrasi Al-Qur'an
Ilustrasi Al-Qur'an (pexels.com/GR Stocks)

Malam Nuzulul Qur'an tahun ini berdekatan dengan kabar duka yang datang dari dunia musik tanah air. Penyanyi solo, Oxavia Aldiano, atau lebih dikenal dengan nama Vidi Aldiano, meninggal dunia pada hari Sabtu (7/3/2026) setelah berjuang melawan sakit kanker ginjal sejak tahun 2019.

Lantas, apakah keistimewaan yang didapat oleh seseorang yang berpulang saat malam Nuzulul Qur'an? Dikutip dari suara.com, Habib Jafar mengatakan bahwa wafatnya Vidi Aldiano pada bulan Ramadan dan pada saat Nuzulul Qur'an adalah sebagai pertanda baik.

"Beliau kembali kepada Allah bersama Al-Qur'an yang dibacanya di bulan Al-Qur'an dan di harinya Al-Qur'an. Karena beliau selalu mengupdate bagaimana ibadanya, bacaan Al-Qur'an-nya kepada saya," kata habib Jafar pada awak media, Minggu (8/3/2026) di TPU Tanah Kusir.

Bila dikaitkan dengan keistimewaan malam Nuzulul Qur'an yang merupakan malam penuh keberkaan, pengampunan dosa, dan keselamatan, maka berpulangnya penyanyi Vidi Aldiano bisa saja sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Habib Jafar. Mengingat, bahwa bulan Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan.

Itu tadi penjelasan singkat mengenai malam Nuzulul Qur'an, arti, serta keistimewaannya. Sebagai bagian dari sejarah besar umat Islam, malam Nuzulul Qur'an bisa menjadi pengingat untuk selalu berpedoman pada Al-Qur'an dan hadis. Tak hanya membaca dan menghafalkannya saja, tapi juga pelan tapi pasti mengamalkannya di kehidupan sehari-hari.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us