Apakah Desil 6 Bisa Lolos KIP Kuliah? Simak Jawabannya di Sini

Salah satu faktor utama yang menentukan kelulusan penerima KIP Kuliah adalah kondisi ekonomi keluarga. Data ini menjadi dasar penilaian prioritas bagi calon mahasiswa yang telah lolos seleksi di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk jenjang D3 hingga S1. Penentuan kondisi ekonomi tersebut mengacu pada Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Melalui sistem ini, masyarakat dikelompokkan ke dalam beberapa desil sebagai acuan pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial, termasuk KIP Kuliah. Tak heran jika pertanyaan seperti apakah desil 6 bisa lolos KIP Kuliah sering muncul di kalangan calon pendaftar. Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
1. Apakah desil 6 bisa lolos KIP Kuliah?

Berdasarkan pedoman pendaftaran KIP Kuliah, penerima bantuan ini diprioritaskan berasal dari kelompok masyarakat miskin atau rentan, yaitu maksimal pada desil 3. Kelompok tersebut menjadi fokus utama dalam penyaluran bantuan pendidikan dibandingkan dengan desil yang lebih tinggi.
Artinya, peluang peserta yang berada di desil 6 cenderung lebih kecil untuk lolos seleksi KIP Kuliah. Hal ini karena desil 6 termasuk dalam kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan ekonomi pada kisaran 51–60 persen, sehingga dinilai lebih mampu dibandingkan kelompok yang menjadi prioritas utama.
2. Detail kategori desil

Desil adalah pembagian kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, dimulai dari yang paling miskin hingga paling sejahtera. Desil ini terbagi menjadi 10 tingkat dengan rincian sebagai berikut:
1. Desil 1: Sangat miskin, dengan pendapatan per bulan kurang dari Rp800.000
2. Desil 2: Miskin, masuk ke dalam kelompok 11-20 persen terendah dengan pendapatan per bulan mulai dari Rp800.000 - Rp1,2 juta.
3. Desil 3: Hampir miskin, masuk dalam 21-30 persen terendah tingkat kesejahteraanya, dengan pendapatan per kapita Rp1.000.000 - Rp1,2 juta.
4. Desil 4: Rentan miskin, masuk dalam kelompok 31-40 persen dengan pendapatan per bulan Rp1,2 juta - Rp2,5 juta
5. Desil 5: Pas-pasan, pendapatan per bulannya sekitar Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta
6. Desil 6-10: Menengah ke atas, dengan pendapatan per bulan paling rendahnya, yaitu Rp3,5 juta dan paling tingginya mencapai lebih dari Rp20 juta. Untuk yang termasuk dalam kelompok ini maka tidak menjadi prioritas dalam menerima KIP Kuliah.
3. Faktor pendukung kelolosan meski desil tinggi

Berikut adalah faktor pendukung kelolosan meski desil tercatat tinggi, yaitu:
1. Pembaruan data riil (verval)
Jika terjadi penurunan kondisi ekonomi secara mendadak, misalnya terkena PHK maka segera verifikasi ke desa/dinas sosial, agar status ekonomi bisa segera diperbarui.
2. Komponen keluarga
Adanya anggota keluarga yang masuk dalam kategori rentan, seperti lansia, disabilitas atau anak sekolah masih dapat menjadi pertimbangan.
3. Ketidaksesuaian data lapangan
Adanya error pada data, seperti kepemilikan aset lama yang sudah dijual namun belum update di sistem, dapat dibenarkan melalui verifikasi lapangan.
4. Perubahan kondisi usaha atau pekerjaan
Usaha yang tutup, bangkrut atua pindah pekerjaan dengan penghasilan yang lebih rendah bisa menjadi faktor pendukung kelolosan
5. Desil 1-3 sudah memenuhi kuota
Pada beberapa program bantuan daerah, desil 4-5 biasanya masih menjadi pertimbangan jika kuota di desil 1-3 sudah terpenuhi.
Demikian penjelasan mengenai apakah desil 6 bisa lolos KIP Kuliah. Semoga informasi di atas dapat menjawab pertanyaan yang kamu miliki dan memberikan gambaran yang lebih jelas. Semoga bermanfaat.