Ilustrasi whimsy (pexels.com/cottonbro studio)
Dalam tren di kalangan gen Z, 'whimsy' tidak hanya sekadar kata benda, melainkan perilaku atau kebiasaan. Menjadi 'whimsy' berarti terhubung kembali dengan apa yang saat masih anak-anak tampak alami, seperti merasa kagum, berinovasi, dan untuk merayakan bahkan hal-hal terkecil.
Misalnya, gen Z suka menambahkan sentuhan 'whimsy' ke dalam kesehariannya. Baik itu menambahkan sprinkle ke kopi susu mereka atau mengenakan setelan piyama yang serasi saat tidur.
Gen Z mengadopsi kebiasaan dan hobi 'whimsical' ini untuk merasa lebih bahagia. Ini seperti menciptakan ruang-ruang keajaiban kecil dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika hidup sedang sulit.
Whimsy juga menjadi istilah yang merujuk pada sikap generasi muda yang meromantiskan setiap aspek kehidupan mereka. Istilah ini menunjukkan keringanan, fantasi, dan spontanitas, bukan hanya estetika, tetapi cara berbeda untuk menjalani hari-hari.
Karena generasi muda menghadapi banyak tantangan pribadi dan global saat memasuki usia dewasa, tidak sepenuhnya mengejutkan bahwa mereka mencari pelarian kecil untuk membuat kehidupan sehari-hari mereka terasa sedikit kurang menegangkan.