Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Cara Atasi Bau Apek di Lemari Buku, Wajib Dicoba!

6 Cara Atasi Bau Apek di Lemari Buku, Wajib Dicoba!
ilustrasi lemari buku (ariyonainterior.com)
Intinya Sih

  • Rutin buka lemari dan beri sirkulasi udara untuk mengurangi kelembapan dan bau apek

  • Gunakan silica gel atau penyerap kelembapan di dalam lemari untuk menjaga kekeringan

  • Bersihkan lemari secara menyeluruh dan jangan letakkan lemari menempel langsung ke dinding lembap

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernah gak sih kamu buka lemari buku dengan niat mau baca santai, tapi malah disambut aroma apek yang bikin hidung langsung berkerut? Padahal bukunya masih rapi, tersusun manis, tapi baunya bikin suasana jadi kurang nyaman. Bau apek di lemari buku memang sering muncul tanpa sadar, apalagi kalau ruangannya lembap atau jarang dibuka. Lama-lama, bukan cuma mengganggu penciuman, tapi juga bisa merusak kondisi bukumu. Sayang banget kan kalau koleksi favorit jadi ikut terdampak?

Buku itu bukan cuma tumpukan kertas, tapi juga investasi ilmu dan kenangan. Ada yang kamu beli dari hasil nabung, ada yang hadiah dari orang tersayang, bahkan ada yang penuh coretan penting. Kalau lemari buku mulai bau apek, itu tanda ada masalah pada sirkulasi udara atau kelembapan. Kabar baiknya, kamu gak perlu langsung panik atau ganti lemari baru. Ada beberapa cara simpel yang bisa kamu lakukan supaya lemari buku kembali segar dan nyaman.

1. Rutin buka lemari dan beri sirkulasi udara

ilustrasi lemari
ilustrasi lemari (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Salah satu penyebab utama bau apek adalah udara yang terjebak terlalu lama di dalam lemari. Apalagi kalau lemari jarang dibuka dan posisinya menempel di dinding yang lembap. Udara pengap akan membuat kelembapan meningkat dan memicu munculnya bau gak sedap. Coba biasakan membuka pintu lemari buku setiap hari, meskipun hanya beberapa menit. Biarkan udara segar masuk dan menggantikan udara lama di dalamnya.

Kalau memungkinkan, kamu juga bisa sesekali memindahkan buku dan mengangin-anginkannya. Jangan langsung dijemur di bawah matahari terik, cukup di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik. Cara ini membantu mengurangi kelembapan yang menempel pada kertas. Semakin rutin kamu melakukannya, semakin kecil kemungkinan bau apek muncul lagi. Sederhana, tapi sering banget dilupakan.

2. Gunakan silica gel atau penyerap kelembapan

ilustrasi lemari
ilustrasi lemari (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Kelembapan adalah musuh utama buku dan lemari kayu. Untuk mengatasinya, kamu bisa menaruh silica gel atau produk penyerap kelembapan di dalam lemari. Benda kecil ini bekerja dengan menyerap uap air di udara sehingga bagian dalam lemari tetap kering. Kamu bisa meletakkannya di sudut-sudut lemari atau di sela rak buku. Pastikan juga untuk menggantinya secara berkala sesuai petunjuk pemakaian.

Kalau gak punya silica gel, kamu bisa pakai alternatif seperti arang aktif atau kapur barus khusus lemari. Namun, pilih yang aromanya gak terlalu menyengat agar gak mengganggu. Dengan kelembapan yang lebih terkontrol, bau apek akan berkurang perlahan. Bukumu pun jadi lebih aman dari risiko jamur. Yuk cek, sudah ada penyerap kelembapan di lemari bukumu belum?

3. Bersihkan lemari secara menyeluruh

ilustrasi lemari
ilustrasi lemari (pexels.com/Alina Vilchenko)

Kadang bau apek muncul karena debu dan kotoran menumpuk di sudut-sudut lemari. Tanpa sadar, partikel kecil itu bercampur dengan kelembapan dan memicu aroma tak sedap. Luangkan waktu untuk mengeluarkan semua buku dari lemari, lalu lap bagian dalamnya dengan kain kering atau sedikit lembap. Kamu juga bisa menggunakan campuran air dan cuka secukupnya untuk membantu menghilangkan bau. Pastikan lemari benar-benar kering sebelum buku dimasukkan kembali.

Membersihkan lemari secara rutin juga membantumu mengecek kondisi buku satu per satu. Kalau ada yang mulai berjamur atau lembap, bisa segera ditangani. Jangan menunggu sampai baunya makin parah dan menyebar ke seluruh koleksi. Dengan lemari yang bersih, suasana membaca pun jadi lebih nyaman. Rasanya beda banget saat buka lemari dan yang tercium justru aroma segar.

4. Jangan letakkan lemari menempel langsung ke dinding lembap

ilustrasi lemari
ilustrasi lemari (pexels.com/Pixabay)

Posisi lemari ternyata juga berpengaruh besar, lho. Kalau lemari bukumu menempel langsung ke dinding yang lembap, risiko bau apek akan lebih tinggi. Dinding yang sering terkena rembesan atau kurang ventilasi bisa memindahkan kelembapan ke kayu lemari. Lama-lama, bagian belakang lemari jadi lembap dan memicu bau gak sedap. Coba beri sedikit jarak antara lemari dan dinding agar ada ruang sirkulasi udara.

Selain itu, pastikan ruangan tempat lemari berada punya ventilasi yang cukup. Kalau perlu, gunakan kipas angin atau dehumidifier untuk membantu mengurangi kelembapan ruangan. Lingkungan sekitar yang kering dan bersih akan membantu menjaga kondisi lemari tetap prima. Jangan anggap sepele posisi furnitur, karena dampaknya bisa jangka panjang. Kamu bisa mulai cek kondisi dinding di belakang lemari sekarang juga.

5. Manfaatkan bahan alami pengharum lemari

ilustrasi sepatu  di lemari
ilustrasi sepatu di lemari (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Kalau kamu ingin cara yang lebih natural, coba gunakan bahan alami sebagai pengharum lemari. Misalnya, letakkan kantong kecil berisi kopi bubuk atau baking soda di dalam lemari. Kedua bahan ini dikenal mampu menyerap bau gak sedap. Kamu juga bisa menaruh daun pandan kering atau potongan kayu manis untuk aroma yang lebih segar. Selain wangi, tampilannya juga estetik kalau dikemas rapi.

Pastikan bahan alami tersebut diganti secara berkala agar tetap efektif. Jangan biarkan terlalu lama sampai justru lembap dan menimbulkan bau baru. Dengan tambahan aroma ringan, membuka lemari buku jadi lebih menyenangkan. Kamu pun bisa membaca dengan suasana yang lebih nyaman. Siapa sangka, bahan di dapurmu bisa jadi solusi untuk lemari buku yang apek?

6. Periksa dan pisahkan buku yang sudah terlanjur berjamur

ilustrasi rak buku
ilustrasi rak buku (pexels.com/Karl Solano)

Kalau bau apek sudah cukup kuat, bisa jadi ada buku yang mulai berjamur. Jamur biasanya muncul sebagai bercak putih atau kehitaman di permukaan kertas. Jangan langsung panik, tapi segera pisahkan buku tersebut dari koleksi lainnya. Bersihkan bagian luarnya dengan kain kering dan simpan di tempat yang lebih kering. Langkah cepat ini penting agar jamur gak menyebar.

Kalau kondisinya cukup parah, pertimbangkan untuk menjemur buku di tempat teduh dan kering beberapa jam. Pastikan gak terkena matahari langsung agar kertas gak rusak. Buku yang sudah terlanjur lembap memang butuh perhatian ekstra. Namun dengan penanganan cepat, kamu masih bisa menyelamatkannya. Intinya, jangan abaikan tanda-tanda kecil yang muncul.

Sejatinya, mengatasi bau apek di lemari buku itu soal konsistensi dan perhatian kecil. Kamu gak perlu alat mahal atau renovasi besar-besaran. Cukup jaga sirkulasi udara, kontrol kelembapan, dan rutin membersihkan. Buku-buku kesayangan pun bisa tetap awet dan nyaman disimpan. Rasanya pasti lebih lega saat membuka lemari tanpa gangguan aroma tak sedap.

Sekarang coba ingat, sudah berapa lama kamu gak mengecek kondisi lemari buku di rumah? Jangan tunggu sampai baunya makin kuat dan sulit dihilangkan. Dengan enam cara tadi, kamu bisa mulai langkah sederhana hari ini juga. Lemari segar, buku aman, suasana membaca pun jadi makin menyenangkan. Yuk, rawat koleksi bukumu mulai sekarang!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Life

See More