ilustrasi manipulasi keadaan (pexels.com/Timur Weber)
Gaslighting
Gaslighting merupakan bentuk manipulasi psikologis yang membuat seseorang mempertanyakan ingatan, perasaan, atau persepsi terhadap suatu kejadian. Pelaku sering kali menyangkal fakta, memutarbalikkan keadaan, atau membuat korban merasa bahwa apa yang dipikirkan dan dirasakannya tidak benar.
Dilansir Time, Elisa Martinez, psikoterapis yang berbasis di California, mengatakan, "Tujuan gaslighting sebenarnya adalah untuk menimbulkan kebingungan dan memunculkan keraguan." Akibatnya perilaku gaslighting, korban dapat mulai meragukan dirinya sendiri dan bergantung pada sudut pandang pelaku.
Playing victim
Playing victim merupakan perilaku ketika seseorang terus-menerus memosisikan dirinya sebagai korban, meskipun ia juga memiliki peran dalam suatu permasalahan. Sikap ini sering dilakukan untuk menghindari tanggung jawab, memperoleh simpati, atau mengalihkan perhatian dari kesalahan yang telah diperbuat.
Guilt tripping
Guilt tripping adalah bentuk manipulasi emosi yang dilakukan dengan membuat orang lain merasa bersalah agar mengikuti keinginan pelaku. Rasa bersalah dimanfaatkan sebagai alat untuk memengaruhi keputusan atau perilaku seseorang. Dilansir pyschcentral.com, Liza Gold, pekerja sosial sekaligus Pendiri dan Direktur Gold Therapy NYC, menjelaskan, "Guilt tripping merupakan bentuk dari manipulasi emosional yang dilakukan secara sengaja untuk memunculkan rasa bersalah pada orang lain."