"Kita punya 3 fase didikan ke anak, namanya triple seven (7-7-7). Kita bagi 3 fase di usia anak, jadi 0-7 tahun kita ajarkan kasih sayang, pengertian, hidup yang indah-indah. Fase kedua, 7-14 tahun, kita mulai kasih disiplin, konsekuensi, sebab-akibat, do and dont's. Fase ketiga, 14-21 tahun, kita jadikan anak sebagai teman," ujar Jessica dalam Podcast CURHAT BANG Denny Sumargo pada (16/2/2026) dikutip Senin (13/7/2026).
Parenting Jessica Iskandar yang Bisa Ditiru Mama Papa Muda, Catat!

- Jessica Iskandar dan Vincent Verhaag menerapkan metode parenting 7-7-7 yang membagi fase tumbuh kembang anak menjadi tiga tahap: kasih sayang, disiplin, dan pertemanan hingga usia 21 tahun.
- Mereka menekankan pentingnya kasih sayang tanpa memanjakan anak, dengan tujuan membentuk kemandirian sejak dini agar anak siap menghadapi kehidupan dewasa secara mandiri.
- Pasangan ini juga mengajarkan tanggung jawab melalui sistem tugas rumah tangga yang dikaitkan dengan uang jajan, sehingga anak belajar nilai kerja keras dan konsekuensi dari setiap tindakan.
Sebagai seorang ibu, Jessica Iskandar dikenal punya cara parenting yang cukup terbuka dan reflektif, apalagi kalau soal mendidik anak-anaknya bareng sang suami, Vincent Verhaag. Salah satu momen yang bikin banyak orangtua muda relate adalah ketika Jedar dan Vincent membagikan pandangan mereka soal tumbuh kembang anak lewat sebuah trik yang mereka sebut 7-7-7 (triple seven).
Konsep ini dibahas dalam podcast Denny Sumargo pada Februari 2026 lalu, di mana Jedar dan Vincent menjelaskan bagaimana mereka membagi fase pengasuhan anak jadi tiga tahap berbeda, mulai dari usia 0 sampai 21 tahun. Buat mama papa muda yang lagi cari inspirasi parenting yang simpel tapi bermakna, yuk simak selengkapnya di bawah ini!
1. Menggunakan metode 7-7-7

Jedar dan Vincent punya cara unik dalam mendidik anak-anaknya, yaitu membagi masa tumbuh kembang jadi tiga fase besar yang mereka sebut triple seven atau 7-7-7. Konsep ini mengatur pendekatan parenting berdasarkan usia anak, mulai dari kasih sayang di masa kecil sampai menjadikan anak sebagai teman saat remaja.
Khusus di fase pertama, yaitu usia 0-7 tahun, Jedar dan Vincent menegaskan kalau pendekatan yang mereka pakai jauh dari kekerasan. Konsekuensi yang diberikan pun masih dalam batas wajar dan disesuaikan sama karakter masing-masing anak.
"(Usia 0-7 tahun) kalau mereka melakukan kesalahan, belum keras. Tapi, ini cara kita dengan karakter anak kita. Boleh ditiru, tapi disesuaikan. 0-7 tahun gak pakai kekerasan, tapi mungkin kalau anak karakternya keras, bisa disesuaikan. Memang belum ada hukuman, tapi lebih kayak 'no iPad, no games', ada konsekuensi. Konsekuensi akan muncul kalau tidak diikuti aturan," kata Vincent.
Dari sini, terlihat kalau Jedar dan Vincent gak menerapkan pola asuh yang kaku, melainkan lebih fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan tiap anak. Sambil tetap menanamkan pentingnya aturan dan konsekuensi sejak dini.
2. Tidak terlalu memanjakan anak-anak

Selain menerapkan metode 7-7-7, Jedar juga punya prinsip tersendiri soal kasih sayang ke anak-anaknya. Menurutnya, kasih sayang gak melulu soal memanjakan, tapi lebih ke gimana caranya mempersiapkan anak buat mandiri di masa depan.
"Kasih sayang kita beda, kasih sayang kita adalah biar anak mandiri di usia mereka siap melangkah jadi dewasa. Kalau dikasih manja-manja, takutnya ketergantungan. Tapi balik lagi, caranya berbeda-beda," ujar Jessica.
Prinsip ini menunjukkan kalau Jedar dan Vincent lebih memilih pendekatan yang membangun kemandirian sejak dini ketimbang membiasakan anak bergantung sama orangtua. Meski begitu, ia juga menekankan kalau setiap orangtua tetap punya cara masing-masing yang bisa disesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing.
3. Membagi tugas dalam mendisiplinkan anak

Gak cuma soal aturan dan konsekuensi, Jedar dan Vincent juga mengajarkan anak-anaknya soal tanggung jawab lewat sistem pembagian tugas rumah tangga. Caranya cukup unik, yaitu mengaitkan uang jajan sama tugas-tugas yang harus diselesaikan anak.
"Disiplin yang diberikan, contohnya pocket money. Kita tuh bagi tugas. Contohnya, oke kamu boleh jajan, tapi harus clean bedroom, nyapu, bantu jaga adik. Nanti ada pocket money, seminggu 200 ribu, misalnya. Ibaratnya kayak kerja. Apa yang kamu ingin, you have to work," jelas Jessica.
Lewat cara ini, Jedar dan Vincent secara gak langsung mengenalkan konsep kerja keras dan usaha ke anak-anaknya sejak dini. Anak jadi belajar kalau setiap keinginan butuh usaha buat mendapatkannya, bukan hanya diberikan begitu saja.
Demikian beberapa pola parenting yang diterapkan Jedar dan Vincent. Kamu bisa menyesuaikannya dengan mengenal karakter anak terlebih dahulu. Semoga bermanfaat!





















