Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Rekomendasi Buku Favorit Aktor Cha Woo Min, Wajib Masuk Booklist!
potret Cha Woo Min (instagram.com/_imnnin)
  • Cha Woo Min, aktor muda Korea Selatan, dikenal gemar membaca meski jadwalnya padat dan mampu menuntaskan 3–4 buku setiap bulan dari berbagai genre.
  • Empat buku favoritnya meliputi The Metamorphosis karya Franz Kafka, The Good Earth karya Pearl S. Buck, A Dream Within a Dream karya Edgar Allan Poe, dan Socrates Express karya Eric Weiner.
  • Pilihan bacaan Cha Woo Min mencerminkan minatnya pada tema kemanusiaan, refleksi diri, serta filsafat yang ringan namun bermakna bagi pembaca muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Disela kesibukan akting, salah aktor muda Korea Selatan yang namanya sedang naik daun, yakni Cha Woo Min juga menyukai buku. Meskipun memiliki jadwal yang padat, nyatanya Cha Woo Min selalu menyempatkan diri untuk membaca buku favorit dirinya. Hal ini diungkapkan dari beberapa wawancara dan postingan media sosial.

Dalam wawancara bersama GQ Korea, Cha Woo Min mengungkapkan bahwa dirinya bisa membaca 3-4 buku dalam waktu sebulan. Buku yang sering dibaca Cha Woo Min juga beragam, mulai dari novel, puisi, filsafat, dan lainnya. Berikut ini ada rekomendasi buku yang sering dibaca oleh aktor yang terkenal dengan peran villain atau jahat. Penasaran? Check this out!

1. The Metamorphosis karya dari Franz Kafka

cover buku The Metamorphosis karya Franz Kafka (amazon.com)

Aktor yang terkenal dengan karakter villain atau peran jahat ini mengungkapkan suka membaca buku yang berjudul The Metamorphosis karya dari Franz Kafka. Buku ini menceritakan kisah seorang penjual kain yang bernama Gregor Samsa yang mengalami metamorfosis dalam kehidupannya. Dia mengorbankan seluruh waktunya untuk keluarga dan jarang memikirkan dirinya sendiri.

Buku ini mengajak pembaca agar tidak selalu membuat orang lain bahagia hingga mengorbankan diri sendiri. Tidak masalah jika ingin membantu dan membuat orang lain bahagia. Tapi perlu diingat, buatlah diri kamu sendiri bahagia dan hargai diri kamu sendiri. Jangan sampai karena ingin menyenangkan orang lain, kamu berubah dan tidak menjadi diri kamu sendiri.

2. The Good Earth karya dari Pearl S. Buck

Buku The Good Earth merupakan novel karya dari Pearl S. Buck yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1931. Novel ini mengisahkan kehidupan seorang petani di Cina bernama Wang Lung dan keluarganya dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Melalui kisah ini, Pearl S. Buck berhasil menggambarkan secara detail budaya, tradisi, dan nilai-nilai masyarakat Cina pada masa itu.

Mengangkat isu sosial berupa ketimpangan gender dan perubahan sosial, Pearl S. Buck mengajak pembaca untuk merenungkan nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan keadilan sosial. The Good Earth juga menjadi refleksi atas kompleksitas kehidupan manusia dan perjuangan mereka dalam menghadapi perubahan zaman.

3. A Dream Within A Dream karya dari Edgar Allan Poe

A Dream Within a Dream adalah sebuah puisi karya dari Edgar Allan Poe, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1849. Puisi ini mengungkapkan keraguan dan ketidakpastian tentang hakikat realitas, mempertanyakan apakah kehidupan itu sendiri hanyalah ilusi, sebuah mimpi di dalam mimpi.

Edgar Allan Poe membuat puisi yang indah dengan memberikan makna bahwa pembaca pernah merasakan perasaan di mana hidup berjalan terlalu cepat, di mana tidak ada yang terasa pasti, di mana kamu bertanya-tanya apakah semua itu penting.

4. Socrates Express karya dari Eric Weiner

potret buku Socrates Express karya dari Eric Weiner (instagram.com/ontrog.archive)

Salah satu buku favorit Cha Woo Min adalah Socrates Express karya dari Eric Weiner. Buku ini membahas filsafat dengan cara yang menyenangkan, gaya bahasanya ringan, bahkan lucu. Meskipun filsafat dikenal sebagai materi yang berat, tetapi Eric Weiner mampu memberikan konsep humoris berbalut dengan ilmu pengetahuan. Hal ini bertujuan agar pembaca memahami sudut pandang baru.

Dalam buku ini dibahas tentang 14 filsuf, ada nama-nama besar seperti Marcus Aurelius, Nietzsche, hingga nama-nama yang baru saya ketahui setelah membaca buku ini, seperti Simone Weil dan Seneca. Buku ini menghadirkan pemikiran-pemikiran dari filsuf terkemuka mengenai nilai kehidupan.

Tak hanya berbakat di dunia akting, Cha Woo Min juga punya selera bacaan yang menarik untuk diikuti. Selain menambah wawasan, buku-buku ini juga memberi gambaran tentang selera literasi sang aktor yang patut diikuti. Buku mana nih yang siap masuk ke booklist-mu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team