Kenapa Hubungan Dewasa Terasa Lebih Melelahkan daripada Membahagiakan

- Tantangan regulasi emosi yang kompleks
- Ekspektasi hubungan semakin tinggi
- Beban emosional lainnya yang dibawa di usia dewasa
Memasuki fase dewasa, hubungan sering kali tak lagi terasa sesederhana dulu. Bukan cuma soal rasa suka atau cinta, tetapi juga tentang komitmen dan tanggung jawab yang ikut menumpuk. Di titik ini, banyak orang mulai bertanya-tanya: kenapa hubungan yang seharusnya memberi rasa aman justru terasa menguras energi?
Hubungan dewasa kerap dihadapkan pada realitas hidup yang lebih kompleks. Perbedaan tujuan, beban pekerjaan, masalah finansial, hingga luka emosional yang belum selesai. Alih-alih dipenuhi momen manis, relasi sering berubah menjadi ruang negosiasi tanpa akhir. Ini kemudian menimbulkan pertanyaan, kenapa hubungan dewasa sering kali lebih melelahkan?
1. Tantangan regulasi emosi yang lebih kompleks

Dalam sebuah hubungan, salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah mengatur emosi masing-masing. Hal ini sering kali terasa lebih intens di hubungan orang dewasa. Risiko tinggi konflik emosional sering muncul pada hubungan dewasa, terutama ketika pasangan harus mengatur perasaan, konflik, komunikasi, dan tekanan hidup lainnya. Penelitian psikologi menunjukkan, bahwa banyak orang dewasa menghadapi sumber stres emosional yang kompleks saat menjalin dan mempertahankan hubungan.
Hal tersebut dijelaskan dalam penelitian bertajuk Sumber Stres dan Perilaku Coping Individu Dewasa Muda dalam Hubungan Pacaran oleh Jurnal Sains Psikologi. Dalam hubungan dewasa, kemampuan mengelola emosi menjadi tantangan besar yang sering kali tidak disadari sejak awal.
Mulai dari tekanan pekerjaan, masalah finansial, tanggung jawab keluarga, hingga pengalaman relasional di masa lalu. Temuan dalam jurnal ini menunjukkan, bahwa akumulasi stres ini membuat regulasi emosi menjadi lebih sulit, terutama saat konflik muncul. Akibatnya, perbedaan kecil bisa terasa lebih berat karena bercampur dengan kelelahan emosional yang sudah ada sebelumnya.
Penelitian juga menyoroti, bahwa orang dewasa sering kali dituntut untuk tidak hanya mengelola emosinya sendiri, tetapi juga menjadi penopang emosi pasangan. Proses ini membutuhkan energi mental yang besar. Inilah yang membuat banyak hubungan dewasa terasa melelahkan alih-alih membahagiakan. Bukan karena kurangnya cinta, melainkan karena tingginya tuntutan emosional yang harus dikelola secara terus-menerus.
2. Ekspektasi hubungan semakin tinggi

Selain itu, riset dari Pew Research Center bertajuk Nearly Half of U.S. Adults Say Dating Has Gotten Harder for Most People in the Last 10 Years tentang hubungan dan dating di usia dewasa menunjukkan, bahwa ekspektasi hubungan semakin tinggi namun toleransi terhadap ketidakcocokan justru semakin rendah. Orang dewasa cenderung tahu apa yang mereka mau. Mereka juga tentunya paham apa yang tidak mereka mau atau tak bisa ditoleransi.
Di satu sisi ini sehat, tapi di sisi lain membuat hubungan terasa seperti proses evaluasi terus-menerus. Setiap perbedaan nilai, gaya komunikasi, atau tujuan hidup bisa terasa melelahkan karena harus dipikirkan: "Ini masih bisa dikompromikan atau tanda harus berhenti?" Itulah mengapa, hubungan orang dewasa terasa lebih melelahkan karena banyak pertimbangan tentang keberlanjutan hubungan itu sendiri.
3. Banyak beban emosional lainnya yang dibawa

Di usia dewasa, beban yang dibawa pun tentunya lebih kompleks. Hubungan orang dewasa kerap berjalan beriringan dengan tekanan hidup lain. Mulai dari pekerjaan, finansial, keluarga, hingga tanggung jawab personal. Jadi, pasangan bukan hanya tempat berbagi bahagia, melainkan juga ikut menampung kelelahan harian. Ketika hubungan tidak memberi rasa aman atau istirahat emosional, interaksi yang seharusnya menyenangkan justru terasa seperti tambahan beban.
Sebagaimana dijelaskan oleh International Journal of Social Science Humanity & Management Research berjudul Work-Life Balance and Romantic Relationship Satisfaction, bahwa stres pekerjaan dan kurangnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi berdampak negatif pada kepuasan hubungan romantis. Ketika stres kerja tinggi dan waktu yang dihabiskan bersama pasangan minim, hubungan bisa terasa lebih berat dan kurang memuaskan.
Hubungan dewasa terasa melelahkan bukan karena cinta menghilang, tapi karena hubungan menjadi ruang tempat banyak hal bertemu sekaligus. Tentunya, semua itu butuh energi untuk dikelola setiap hari sehingga hubungan ini sering kali terasa lebih melelahkan.


















