Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ciri-ciri Orang yang Terlihat Tenang, tapi Menyimpan Banyak Tekanan

ilustrasi tertekan
ilustrasi tertekan (pexels.com/MART PRODUCTION)
Intinya sih...
  • Orang yang terlihat tenang sering sulit tenang, meski pandai 'menjaga tampilan luar'.
  • Mereka jarang mengeluh dan lebih sering memendam emosi, karena terbiasa menyelesaikan semuanya sendiri.
  • Tekanan emosi justru muncul lewat tanda fisik, seperti sulit tidur, cepat lelah, nyeri di bahu atau rahang, sakit kepala, hingga masalah pencernaan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sekilas, mereka terlihat baik-baik saja. Tenang saat berbicara dan selalu tampak bisa mengendalikan diri di situasi apa pun. Namun di balik sikap yang terlihat stabil itu, tak jarang tersimpan tekanan yang tak pernah benar-benar dibicarakan. Orang-orang seperti ini sering kali terbiasa 'menyimpan sendiri' apa yang mereka rasakan, tanpa menunjukkan tanda kelelahan secara terbuka.

Sikap tenang kerap disalahartikan sebagai tanda tidak adanya masalah. Padahal, bagi sebagian orang ketenangan justru menjadi mekanisme bertahan. Menjadi cara untuk tetap berfungsi meski sedang menanggung beban emosional yang berat. Lalu, apa saja ciri-ciri yang bisa dikenali dari orang yang terlihat tenang, tetapi sebenarnya sedang berada di bawah tekanan besar?

1. Sering terlihat baik-baik saja, namun sulit tenang

ilustrasi tertekan
ilustrasi tertekan (pexels.com/Liza Summer)

Orang yang terlihat tenang sering kali pandai 'menjaga tampilan luar'. Mereka bisa tetap fokus bekerja, bersikap ramah, dan tampak stabil di situasi apa pun. Dari luar, nyaris tidak ada tanda bahwa mereka sedang berada di bawah tekanan. Namun di dalam kepala, pikiran mereka jarang berhenti. Selalu ada kekhawatiran atau rasa cemas yang terus berulang.

Menurut Arlin Cuncic, author The Anxiety Workbook lewat situs Verywell Mind, kondisi ini sering dikaitkan dengan high-functioning anxiety, yaitu situasi ketika seseorang tetap berfungsi normal bahkan terlihat sukses, namun sebenarnya menyimpan kecemasan intens secara internal. Karena tidak terlihat 'bermasalah', tekanan ini sering tidak disadari oleh orang sekitar, bahkan oleh diri mereka sendiri.

2. Jarang mengeluh dan lebih sering memendam emosi

ilustrasi tertekan
ilustrasi tertekan (pexels.com/Resume Genius)

Ciri lain yang umum adalah kecenderungan untuk tidak banyak bercerita soal perasaan. Mereka mungkin lebih sering berkata 'Gak apa-apa' atau mengalihkan pembicaraan ketika ditanya kabar. Bukan karena tidak punya masalah, tapi karena terbiasa menyelesaikan semuanya sendiri atau merasa gak enak membebani orang lain.

Dalam psikologi, ini dikenal sebagai self-concealment, yaitu kebiasaan menyimpan emosi atau pengalaman negatif. Menurut Grant H. Brenner, seorang Psikiater lewat Psychology Today, memendam emosi terlalu lama justru bisa meningkatkan stres dan kelelahan mental. Itu karena emosi yang tidak tersalurkan tetap bekerja di dalam diri.

3. Tekanan emosi justru muncul lewat tanda fisik

ilustrasi tertekan
ilustrasi tertekan (freepik.com/freepik)

Meski emosinya terlihat stabil, tubuh sering kali memberi sinyal sebaliknya. Orang yang menyimpan banyak tekanan kerap mengalami sulit tidur, cepat lelah, nyeri di bahu atau rahang, sakit kepala, hingga masalah pencernaan. Ini sering terjadi tanpa mereka sadari sebagai respons stres.

Ruth C White, Stress Management Expert, dilansir Psychology Today, menjelaskan bahwa emosi yang ditekan terus-menerus dapat memicu respons fisik karena tubuh tetap merespons stres, meski secara sadar seseorang merasa 'baik-baik saja'. Dalam jangka panjang, stres tersembunyi ini bisa berdampak pada kesehatan.

Itu dia beberapa ciri-ciri orang yang terlihat tenang, tapi sebenarnya menyimpan banyak tekanan. Gimana, apakah kamu atau orang terdekatmu memiliki ciri-ciri ini juga?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More

Bolehkah Memilih Buku Berdasarkan Mood?

03 Feb 2026, 23:44 WIBLife