- Angin malam berdesir sejuk memeluk tubuh pria tua itu.
- Jam dinding terus berteriak mengingatkan bahwa waktu terus berjalan.
- Hujan deras mengetuk jendela wanita yang sedang sendu.
- Matahari senja menyapa anak-anak itu dengan sinar indahnya.
- Bulan mengintip malu-malu di antara gelapnya awan malam.
- Daun-daun itu menari riang saat angin pagi berdebar pelan.
- Api unggun itu memeluk hangat tubuhku yang kedinginan.
- Ombak-ombak laut bahkan mengamuk membanting tubuhnya saat melihat tubuhnya dinodai.
- Angin malam yang dingin berbisik pelan di antara pepohonan.
- Si jago merah melahap tempat tinggal orang kaya yang angkuh.
Contoh Majas Personifikasi dan Penjelasan Lengkapnya

- Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang menghidupkan benda mati atau konsep abstrak dengan memberi sifat dan tindakan manusia untuk memperkuat emosi dan imajinasi pembaca.
- Ciri utama majas personifikasi meliputi penggunaan benda mati sebagai subjek, pemberian sifat manusia, bersifat kiasan, dan sering digunakan dalam karya sastra.
- Berbeda dengan metafora, majas personifikasi berfokus pada penciptaan suasana dan kesan emosional melalui penggambaran benda mati yang seolah bernyawa.
Contoh majas personifikasi sering dijumpai dalam karya sastra seperti puisi, cerpen, hingga lirik lagu. Majas ini digunakan untuk menghidupkan bahasa agar lebih ekspresif dan mudah dibayangkan pembaca. Melalui majas ini, penulis dapat menyampaikan emosi dan suasana dengan lebih mendalam.
Dalam pelajaran bahasa Indonesia, majas ini menjadi salah satu majas perbandingan yang penting untuk dipahami. Untuk itu, artikel ini akan membahas pengertian majas personifikasi, ciri-cirinya, serta contoh yang dapat dimengerti. Simak selengkapnya!
1. Pengertian majas personifikasi

Majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang memberikan perumpamaan sebuah benda mati sebagai wujud yang bernyawa seperti manusia. Tujuan dari penggunaan majas ini untuk memberikan suasana yang hidup dari cerita serta membangun interaksi yang lebih emosional.
Secara sederhana, majas ini membuat benda mati seolah tampak hidup dengan dapat berbicara, berpikir, bergerak, dan merasakan seperti manusia. Menurut para ahli, penggunaan majas ini dapat memberikan dimensi baru dalam karya sastra.
2. Ciri-ciri majas personifikasi

Untuk memudahkan dalam memahami contoh majas personifikasi, kamu perlu mengetahui ciri-ciri majas ini. Berikut ini ciri-cirinya:
Mengandung benda mati atau konsep abstrak sebagai subjek
Ciri utama majas personifikasi adalah penggunaan objek mati atau makhluk lain sebagai subjek kalimat. Objek-objek ini biasanya berupa benda mati seperti kursi, angin, meja, jam, atau hal abstrak seperti waktu malam, kesedihan, dan sejenisnya.
Subjek mati diberi sifat manusia
Objek mati yang kemudian menjadi subjek kalimat diberi sifat, sikap, atau hal-hal yang berkaitan dengan manusia. Biasanya, benda mati ini diberi kemampuan khas layaknya manusia, seperti dapat berbicara, menari, memeluk, atau menangis.
Bersifat kiasan
Majas personifikasi merupakan bahasa yang dimaksud sebagai kiasan, bukan makna sebenarnya. Pembaca biasanya akan memahami bahwa benda-benda mati ini tidaklah bernyawa, bersikap, atau bertindak layaknya manusia, melainkan hanya sebagai ungkapan imajinatif.
Menguatkan nuansa emosional
Dengan penggunaan majas personifikasi, karya sastra akan terasa lebih hidup dan nikmat untuk dibaca. Perumpamaan benda mati yang diberi nyawa dapat menghidupkan cerita dan membangun nuansa emosional yang kuat untuk pembaca.
Sering digunakan dalam karya sastra
Majas personifikasi biasanya sering dijumpai dalam karya sastra seperti novel, cerpen, dan teks deskriptif. Majas ini jarang dipakai dalam teks ilmiah karena bersifat artistik dan subjektif.
3. Contoh majas personifikasi dalam karya sastra

Berikut ini contoh majas personifikasi yang biasanya ditemukan dalam karya sastra:
4. Perbedaan majas personifikasi dan metafora

Walaupun majas personifikasi dan majas metafora berbeda, namun banyak yang menganggap keduanya sama. Secara sederhana, majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang memberikan perumpamaan benda mati atau hal abstrak yang seolah hidup. Sedangkan, majas metafora merupakan gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung.
Adapun keduanya memiliki ciri-ciri pembeda sebagai berikut:
Tabel perbedaan majas personifikasi vs metafora
Majas personifikasi | Majas metafora |
Memberikan sikap, sifat, atau tindakan manusia kepada benda mati | Membandingkan dua hal yang berbeda secara langsung karena memiliki kesamaan sifat |
Menggunakan kata kerja atau sifat yang biasanya dimiliki manusia | Tidak menggunakan kata pembanding seperti bagai laksana, dan kata-kata sejenisnya |
Bersifat imajinatif dan kiasan | Bersifat simbolis dan padat makna |
Bertujuan menghidupkan suasana atau objek dalam kalimat | Bertujuan memberi makna atau gagasan secara kuat dan padat |
Fokus pada penciptaan kesan emosional dan estetika | Fokus pada penggambaran makna atau karakter suatu objek |
Sebagai kesimpulan, majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang berfungsi untuk memperindah karya sastra dengan menghidupkan benda mati atau hal abstrak dengan sifat manusia. Penggunaan majas ini membantu pembaca merasakan suasana dan emosi yang lebih dalam. Dengan memahami pengertian, ciri-ciri, dan contoh majas personifikasi, pembaca dapat menggunakan majas ini dengan lebih tepat dalam berbagai bentuk tulisan.

















