Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Contoh Majas Personifikasi dan Penjelasan Lengkapnya

Contoh Majas Personifikasi dan Penjelasan Lengkapnya
ilustrasi menulis Majas Personifikasi (freepik.com/benzoix)

  • Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang menghidupkan benda mati atau konsep abstrak dengan memberi sifat dan tindakan manusia untuk memperkuat emosi dan imajinasi pembaca.

  • Ciri utama majas personifikasi meliputi penggunaan benda mati sebagai subjek, pemberian sifat manusia, bersifat kiasan, dan sering digunakan dalam karya sastra.

  • Berbeda dengan metafora, majas personifikasi berfokus pada penciptaan suasana dan kesan emosional melalui penggambaran benda mati yang seolah bernyawa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Contoh majas personifikasi sering dijumpai dalam karya sastra seperti puisi, cerpen, hingga lirik lagu. Majas ini digunakan untuk menghidupkan bahasa agar lebih ekspresif dan mudah dibayangkan pembaca. Melalui majas ini, penulis dapat menyampaikan emosi dan suasana dengan lebih mendalam.

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, majas ini menjadi salah satu majas perbandingan yang penting untuk dipahami. Untuk itu, artikel ini akan membahas pengertian majas personifikasi, ciri-cirinya, serta contoh yang dapat dimengerti. Simak selengkapnya!

  1. 1. Pengertian majas personifikasi

    ilustrasi  majas dalam karya sastra (freepik.com/freepik)
    ilustrasi majas dalam karya sastra (freepik.com/freepik)

    Majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang memberikan perumpamaan sebuah benda mati sebagai wujud yang bernyawa seperti manusia. Tujuan dari penggunaan majas ini untuk memberikan suasana yang hidup dari cerita serta membangun interaksi yang lebih emosional.

    Secara sederhana, majas ini membuat benda mati seolah tampak hidup dengan dapat berbicara, berpikir, bergerak, dan merasakan seperti manusia. Menurut para ahli, penggunaan majas ini dapat memberikan dimensi baru dalam karya sastra.

  2. 2. Ciri-ciri majas personifikasi

    Ilustrasi majas dalam karya sastra (unsplash.com/Sincerely Media)
    Ilustrasi majas dalam karya sastra (unsplash.com/Sincerely Media)

    Untuk memudahkan dalam memahami contoh majas personifikasi, kamu perlu mengetahui ciri-ciri majas ini. Berikut ini ciri-cirinya:

    Mengandung benda mati atau konsep abstrak sebagai subjek

    Ciri utama majas personifikasi adalah penggunaan objek mati atau makhluk lain sebagai subjek kalimat. Objek-objek ini biasanya berupa benda mati seperti kursi, angin, meja, jam, atau hal abstrak seperti waktu malam, kesedihan, dan sejenisnya.

    Subjek mati diberi sifat manusia

    Objek mati yang kemudian menjadi subjek kalimat diberi sifat, sikap, atau hal-hal yang berkaitan dengan manusia. Biasanya, benda mati ini diberi kemampuan khas layaknya manusia, seperti dapat berbicara, menari, memeluk, atau menangis.

    Bersifat kiasan

    Majas personifikasi merupakan bahasa yang dimaksud sebagai kiasan, bukan makna sebenarnya. Pembaca biasanya akan memahami bahwa benda-benda mati ini tidaklah bernyawa, bersikap, atau bertindak layaknya manusia, melainkan hanya sebagai ungkapan imajinatif.

    Menguatkan nuansa emosional

    Dengan penggunaan majas personifikasi, karya sastra akan terasa lebih hidup dan nikmat untuk dibaca. Perumpamaan benda mati yang diberi nyawa dapat menghidupkan cerita dan membangun nuansa emosional yang kuat untuk pembaca.

    Sering digunakan dalam karya sastra

    Majas personifikasi biasanya sering dijumpai dalam karya sastra seperti novel, cerpen, dan teks deskriptif. Majas ini jarang dipakai dalam teks ilmiah karena bersifat artistik dan subjektif.

  3. 3. Contoh majas personifikasi dalam karya sastra

    ilustrasi majas personifikasi  dalam karya sastra (pixabay/DariuszSankowski)
    ilustrasi majas personifikasi dalam karya sastra (pixabay/DariuszSankowski)

    Berikut ini contoh majas personifikasi yang biasanya ditemukan dalam karya sastra:

    • Angin malam berdesir sejuk memeluk tubuh pria tua itu.
    • Jam dinding terus berteriak mengingatkan bahwa waktu terus berjalan.
    • Hujan deras mengetuk jendela wanita yang sedang sendu.
    • Matahari senja menyapa anak-anak itu dengan sinar indahnya.
    • Bulan mengintip malu-malu di antara gelapnya awan malam.
    • Daun-daun itu menari riang saat angin pagi berdebar pelan.
    • Api unggun itu memeluk hangat tubuhku yang kedinginan.
    • Ombak-ombak laut bahkan mengamuk membanting tubuhnya saat melihat tubuhnya dinodai.
    • Angin malam yang dingin berbisik pelan di antara pepohonan.
    • Si jago merah melahap tempat tinggal orang kaya yang angkuh.

  4. 4. Perbedaan majas personifikasi dan metafora

    ilustrasi majas personifikasi dan metafora karya sastra (pexels.com/Sheep .)
    ilustrasi majas personifikasi dan metafora karya sastra (pexels.com/Sheep .)

    Walaupun majas personifikasi dan majas metafora berbeda, namun banyak yang menganggap keduanya sama. Secara sederhana, majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang memberikan perumpamaan benda mati atau hal abstrak yang seolah hidup. Sedangkan, majas metafora merupakan gaya bahasa yang membandingkan dua hal secara langsung.

    Adapun keduanya memiliki ciri-ciri pembeda sebagai berikut:

    Tabel perbedaan majas personifikasi vs metafora

    Berikut ini perbedaan majas personifikasi vs. metafora

    Majas personifikasi

    Majas metafora

    Memberikan sikap, sifat, atau tindakan manusia kepada benda mati

    Membandingkan dua hal yang berbeda secara langsung karena memiliki kesamaan sifat

    Menggunakan kata kerja atau sifat yang biasanya dimiliki manusia

    Tidak menggunakan kata pembanding seperti bagai laksana, dan kata-kata sejenisnya

    Bersifat imajinatif dan kiasan

    Bersifat simbolis dan padat makna

    Bertujuan menghidupkan suasana atau objek dalam kalimat

    Bertujuan memberi makna atau gagasan secara kuat dan padat

    Fokus pada penciptaan kesan emosional dan estetika

    Fokus pada penggambaran makna atau karakter suatu objek

    Sebagai kesimpulan, majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang berfungsi untuk memperindah karya sastra dengan menghidupkan benda mati atau hal abstrak dengan sifat manusia. Penggunaan majas ini membantu pembaca merasakan suasana dan emosi yang lebih dalam. Dengan memahami pengertian, ciri-ciri, dan contoh majas personifikasi, pembaca dapat menggunakan majas ini dengan lebih tepat dalam berbagai bentuk tulisan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More