Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Novel Misteri yang Menuai Pro dan Kontra, Pernah Baca?

6 Novel Misteri yang Menuai Pro dan Kontra, Pernah Baca?
The Tell-Tale Heart (goodreads.com) | When No One Is Watching (goodreads.com)
Intinya Sih
  • Enam novel misteri ini memicu pro dan kontra karena mengangkat teka-teki psikologis, kejahatan, trauma, serta tema sosial sensitif.
  • Gone Girl, The Tell-Tale Heart, Out, dan Child of God diperdebatkan akibat plot ekstrem, kekerasan detail, gangguan psikologis, hingga materi dewasa.
  • The Lovely Bones dan When No One Is Watching menuai respons beragam melalui tema pembunuhan anak, trauma keluarga, gentrifikasi, diskriminasi rasial, dan kritik sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Novel misteri selalu punya cara unik untuk membuat pembaca penasaran. Bukan hanya karena teka-teki yang rumit atau plot twist yang mengejutkan, tetapi juga karena tema-tema sensitif yang sering diangkat. Tak sedikit penulis sengaja mendorong batas kenyamanan pembaca demi menghadirkan cerita yang berbeda dari novel kriminal pada umumnya.

Menariknya, beberapa novel misteri justru lebih dikenal karena kontroversi yang mengiringinya. Ada yang dipuji sebagai karya brilian karena berani mengeksplorasi sisi gelap manusia, tetapi ada pula yang menuai kritik hingga sempat dilarang di sejumlah tempat. Kalau kamu penasaran dengan buku-buku yang sukses memecah pendapat pembaca di seluruh dunia, berikut enam novel misteri yang menuai pro dan kontra. Layak masuk daftar bacaan!

1. Gone Girl – Gillian Flynn

Gone Girl.
Gone Girl (hachette.com)

Sejak dirilis pada 2012, Gone Girl langsung menjadi fenomena di dunia literasi. Novel ini mengisahkan hilangnya Amy Dunne secara misterius yang membuat sang suami, Nick Dunne, menjadi tersangka utama. Semakin jauh cerita berkembang, pembaca diajak mempertanyakan siapa yang sebenarnya berkata jujur dan siapa yang sedang memainkan permainan psikologis yang rumit.

Popularitas novel ini semakin melejit setelah diadaptasi menjadi film yang dibintangi Rosamund Pike dan Ben Affleck. Namun, justru plot twist besarnya menjadi sumber perdebatan. Sebagian pembaca menganggap kejutan tersebut sangat cerdas, sementara yang lain merasa penyelesaiannya terlalu berlebihan.

Selain itu, novel ini juga sempat dipermasalahkan di beberapa wilayah Amerika Serikat karena memuat kekerasan, bahasa kasar, adegan seksual, hingga tema-tema dewasa yang dianggap sensitif.

2. The Tell-Tale Heart – Edgar Allan Poe

The Tell-Tale Heart.
The Tell-Tale Heart (goodreads.com)

Meski hanya berupa cerita pendek, The Tell-Tale Heart termasuk salah satu karya Edgar Allan Poe yang paling berpengaruh dalam genre misteri psikologis. Kisahnya mengikuti seorang narator tanpa nama yang berusaha meyakinkan pembaca bahwa dirinya waras setelah membunuh seorang pria tua. Namun, rasa bersalah perlahan menghancurkan pikirannya sendiri.

Pada masanya, cerita ini dianggap cukup kontroversial karena menampilkan gangguan mental sebagai bagian penting dari pembelaan tokohnya. Hingga kini, The Tell-Tale Heart masih sering memicu diskusi mengenai kondisi psikologis manusia. Beberapa komunitas bahkan pernah mempersoalkan penggunaannya di lingkungan pendidikan karena dinilai mengandung unsur kekerasan dan pandangan moral yang tidak biasa.

3. Out – Natsuo Kirino

Out.
Out (penguinrandomhouse.com)

Out menghadirkan cerita kriminal yang jauh dari formula misteri konvensional. Novel karya Natsuo Kirino ini berpusat pada Masako Katori, seorang perempuan yang membantu rekan kerjanya menutupi pembunuhan terhadap sang suami. Dari situ, kisah berkembang menjadi rangkaian kejahatan yang melibatkan dunia kriminal Jepang, termasuk organisasi yakuza.

Banyak pembaca memuji novel ini karena berani menampilkan karakter perempuan yang kompleks, penuh kontradiksi, dan jauh dari sosok protagonis sempurna. Di sisi lain, Out juga menuai kritik karena menghadirkan deskripsi pembunuhan, mutilasi, dan kekerasan yang sangat detail. Nuansa gelap tersebut membuat novel ini tidak cocok untuk semua orang.

4. Child of God – Cormac McCarthy

Child of God.
Child of God (waterstones.com)

Cormac McCarthy memang dikenal sebagai penulis yang tidak ragu menampilkan sisi paling kelam dari manusia, dan Child of God menjadi salah satu contoh paling ekstrem. Novel ini mengikuti kehidupan Lester Ballard, seorang pria yang terasing dari masyarakat dan perlahan berubah menjadi pembunuh berantai dengan perilaku yang sangat mengganggu. Pembaca diajak menyelami pikirannya tanpa banyak penjelasan yang menghakimi.

Sejak diterbitkan pada 1973, novel ini terus memancing perdebatan. Sebagian menganggapnya sebagai karya sastra yang berani membedah psikologi kriminal, sementara yang lain merasa isi ceritanya terlalu menjijikkan dan sulit diterima. Kontroversinya kembali mencuat ketika buku ini dijadikan bahan tugas sekolah di Texas, yang memicu protes dari orang tua karena dinilai mengandung materi yang tidak pantas bagi pelajar.

5. The Lovely Bones – Alice Sebold

The Lovely Bones.
The Lovely Bones (hachettebookgroup.com)

Berbeda dari novel misteri pada umumnya, The Lovely Bones menggunakan sudut pandang yang tidak biasa. Tokoh utamanya adalah seorang gadis remaja yang telah menjadi korban pembunuhan, lalu menceritakan kisahnya dari alam setelah kematian. Dari sana, ia menyaksikan keluarganya berusaha menghadapi kehilangan sekaligus mencari pelaku yang telah merenggut nyawanya.

Ketika pertama kali terbit pada 2002, premis tersebut memancing reaksi beragam. Banyak pembaca terharu oleh kisah emosionalnya, tetapi ada pula yang merasa tema pembunuhan anak dan trauma keluarga terlalu berat. Novel ini bahkan pernah dipersoalkan dalam program membaca di sebuah sekolah di California karena dianggap kurang sesuai untuk siswa.

6. When No One Is Watching – Alyssa Cole

When No One Is Watching.
When No One Is Watching (goodreads.com)

Alyssa Cole dikenal sebagai penulis novel romansa sebelum mengejutkan pembaca lewat When No One Is Watching. Dalam novel thriller ini, ia menggabungkan misteri dengan isu sosial, khususnya tentang gentrifikasi, diskriminasi rasial, dan sejarah komunitas kulit hitam di Amerika Serikat. Hasilnya adalah cerita yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga mengajak pembaca berpikir tentang realitas di balik perubahan sebuah lingkungan.

Perpaduan antara thriller dan kritik sosial membuat novel ini menuai respons yang sangat beragam. Sebagian pembaca menganggapnya sebagai karya yang relevan dan berani mengangkat isu penting, sementara yang lain merasa penyampaian pesannya terlalu dominan dibandingkan dengan unsur misterinya.

Novel misteri yang menuai pro dan kontra sering kali menawarkan pengalaman membaca yang berbeda dibandingkan dengan karya pada umumnya. Dari enam judul novel misteri di atas, nomor berapa yang paling membuatmu penasaran untuk membacanya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More